BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bontang (DKUMPP) Bontang tengah melakukan pendataan pelaku UMKM. Namun, pendataan itu menimbulkan pertanyaan karena dilakukan melalui WhatsApp.
Plt Kepala DKUMPP Bontang, Asdar Ibrahim, mengatakan pendataan itu memang benar dilakukan oleh pihaknya. Kegiatan itu tertuang dalam Surat Edaran B/500.3.2.2/75/DKUMPP/2025.
“Ini tahap awal, saat ini sudah berjalan 44 persen pendataannya. Kami targetkan pendataan rampung akhir Juli,” katanya.
Mengacu Nomor Induk Berusaha yang dimiliki DKUMPP Bontang, terdapat 22.160 pengusaha. Kata Asdar, mereka ingin melakukan validasi data tersebut, agar sesuai by name dan by address.
Pendataan melalui WhatsApp, katanya, hanya melingkup nama pemilik usaha, bidang usaha, kelurahan, jumlah tenaga kerja, omset per bulan,
dan aset yang ada di usaha. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan usaha para UMKM.
Data itu kemudian akan diserahkan ke kelurahan untuk mengecek kesesuaian data UMKM di wilayah mereka.
Ditanya terkait masyarakat yang meragukan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengambilan data yang mengunakan WhatsApp, Asdar bilang telah sesuai.
“Kalo SOP, sebetulnya lebih kepada digitalisasi, untuk kemudahan komunikasi pada tahap awal pendataan,” ungkapnya
Ia mengatakan, jika ada permintaan data di luar pertanyaan lain, seperti permintaan rekening dan nama keluarga, untuk tidak perlu menjawab atau diabaikan.
Harapannya dengan penyempurnaan data ini, pihak pemerintah bisa lebih mengoptimalkan program bantuan seperti perbantuan modal usaha agar lebih tepat sasaran.
“Nanti kami kerja sama lagi dengan Baperidda, melalui data geospasial. Sehingga nanti lebih akurat by name by address-nya, beserta titik-titik UMKM,” ucapnya. (Dwi Kurniawan Nugroho)







