BONTANGPOST.ID, Bontang – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Bontang terus mendorong peningkatan kualitas perpustakaan agar memenuhi standar nasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperluas layanan inklusif, mulai dari layanan bagi penyandang disabilitas hingga pengembangan perpustakaan digital berbasis e-book.
Kepala Bidang Perpustakaan DPK Bontang Indra Nopika Wijaya, mengatakan program tersebut menyasar seluruh perpustakaan di Kota Bontang, baik di sekolah, instansi, maupun perusahaan.
“Dengan program ini, perpustakaan diharapkan memiliki kualitas layanan yang setara dan inklusif,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Selain itu, pemenuhan koleksi buku juga menjadi fokus utama. Setiap perpustakaan sekolah didorong memiliki minimal 1.000 judul buku sebagai syarat dasar untuk memenuhi standar yang ditetapkan.
Bagi perpustakaan yang belum mampu memenuhi jumlah koleksi tersebut, DPK menyediakan solusi melalui program silang layan. Dalam skema ini, perpustakaan dapat meminjam koleksi selama tiga bulan untuk kemudian ditukar secara berkala.
Menurut Indra, sistem tersebut membantu pemerataan distribusi buku tanpa membebani masing-masing perpustakaan untuk membeli seluruh koleksi secara mandiri.
“Pembinaan dan pendampingan juga terus dilakukan agar pengelolaan perpustakaan berjalan optimal sesuai standar nasional,” jelasnya.
Di sisi lain, pengembangan layanan digital terus diperkuat melalui penyediaan e-book yang dapat diakses oleh berbagai kalangan, termasuk sekolah dan perusahaan.
“Ini untuk memperluas jangkauan literasi masyarakat di Kota Bontang,” pungkasnya. (*)







