BONTANGPOST.ID, Bontang – Peringatan Hari Kartini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya peran perempuan dalam pembangunan dan demokrasi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Bontang Retno Febriaryanti, saat menjadi narasumber dalam dialog yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bontang bertema “Kartini Berdaya: Perempuan Bontang untuk Demokrasi Berkualitas”, Kamis (23/4/2026).
Retno menjelaskan, perempuan memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, karena menjadi pendidik pertama dalam keluarga.
“Perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anak,” ujarnya.
Selain itu, perempuan juga berkontribusi dalam ekonomi keluarga yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, serta menjadi agen perubahan sosial di masyarakat.
“Perempuan menjaga nilai, harmoni, dan memperkuat solidaritas sosial,” jelasnya.
Dalam konteks pembangunan, perempuan dinilai mampu berperan di berbagai sektor, termasuk dalam mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Karena itu, perempuan diharapkan semakin aktif dalam mendukung terciptanya demokrasi yang lebih baik.
Sementara itu, Komisioner KPU Bontang Rina Megawati, mengungkapkan jumlah perempuan di Kota Bontang mencapai sekitar 94 ribu jiwa. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan dalam keterlibatan perempuan di ranah politik, seperti literasi politik yang belum merata, budaya politik yang cenderung maskulin, hingga praktik politik uang.
“Perempuan jangan hanya menjadi objek, tapi harus menjadi subjek dalam demokrasi,” ujarnya.
Ia berharap melalui dialog tersebut, kesadaran perempuan untuk berperan aktif dalam demokrasi semakin meningkat. (*)







