• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Dua Paslon Dilaporkan ke Bawaslu, Tim Pemenangan Mengaku Tak Tahu

by Fitri Wahyuningsih
24 Oktober 2020, 11:36
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Koordinator Divisi Hukum Penindakan, Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Bontang, Aldy Artrian

Koordinator Divisi Hukum Penindakan, Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Bontang, Aldy Artrian

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Dua pasangan calon (paslon) dilaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bontang. Laporan ini terkait dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan kedua tim paslon.

Koordinator Divisi Hukum Penindakan, Pelanggaran dan Sengketa Bawaslu Bontang, Aldy Artrian mengatakan, pihaknya menerima kedua laporan dalam waktu berdekatan. Laporan pertama diterima pada Minggu (18/10). Laporan kedua masuk, Selasa (20/10).

“Seluruh laporan telah kami terima, dan sedang kami proses,” beber Aldy ketika disambangi di Kantor Bawaslu Bontang, Jumat (23/10).

Dipaparkan, laporan pertama ialah  pemberian barang tertentu yang dilakukan paslon atau tim kampanye. Namun barang tersebut diduga membuat materi kampanye. Adapun soal bahan kampanye telah diatur dalam Peraturan KPU (PKPU).

Sementara laporan kedua ialah dugaan kampanye dengan modus pemberian bantuan kemanusiaan kepada korban kebakaran di Bontang Kuala. Sejak laporan itu diterima, Bawaslu kemudian melakukan kajian untuk memastikan keterpenuhan materil formil. Karena telah terpenuhi, Bawaslu kemudian meregister dua laporan pada Rabu (21/10).

“Sekarang sudah masuk kajian tingkat pertama dengan Sentra Gakkumdu,” ungkap Aldy.

Sejak Kamis (22/10) Bawaslu bekerja maraton untuk menghimpun keterangan pelapor, saksi-saksi, sembari tim Bawaslu mencari tambahan bukti. Kemarin (23/10)  Bawaslu menjadwalkan pemanggilan terhadap 6 saksi.

Ketika laporan sudah sampai di tahap kajian awal. Tim Sentra Gakkumdu, yang didalamnya berisi Kepolsian, Bawaslu, dan Kejari, diberi waktu selama 5 hari untuk menentukan apakah laporan tersebut layak naik status atau tidak. Adapun di tahap penyidikan ini, Sentra Gakkumdu melakukan pengkajian lebih dalam, dan menentukan pasal yang disangkakan.

Kata Aldy, kedua laporan itu kemungkinan akan disangkakan dalam UU Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 187A ayat (1). “Kalau naik status, akan masuk tahap kajian kedua atau penyidikan. Lama prosesnya itu 14 hari. Setelahnya itu penuntutan prosesnya 6 hari,” tandasnya.

Adapun dalam Pilkada serentak 2020, hanya ada dua paslon di Bontang. Paslon nomor satu, Basri Rase dan Najirah disokong 2 partai, yakni PKB dan PDIP. Paslon nomor urut dua ialah Neni Moerniaeni dan Joni Muslim disokong 7 partai parlemen. Yakni Gerindra, PPP, Golkar, Hanura, Berkarya, Nasdem, dan PAN. Serta 4 partai non parlemen, yakni Garuda, PSI, Demokrat, Perindo.

MENGAKU TAK TAHU

Ketua Tim Pemenangan Basri-Najirah Maming mengaku tak tahu soal laporan di Bawasli Bontang. Justru dia baru mengetahaui dari informasi tersebut ketika media ini melakukan konfirmasi.

“Wah, baru dengar ini. Sore tadi (Jumat) kami rapat, tidak ada informasi soal aduan ini,” ujarnya.

Jelasnya, tim resmi paslon nomor urut satu belum pernah melayangkan laporan ke Baswaslu terkait pelanggaran yang dilakukan kompetitor. Karena setiap kegiatan yang dilakukan paslon nomor urut satu mesti terkoordasi dengan baik oleh tim. Kalau yang melakukan laporan di luar tim resmi atau simpatisan, itu di luar tanggungan Tim Pemenangan.

“Kalau simpatisan yang laporkan, kami tidak bisa atur-atur. Kan simpatisan banyak. Yang pasti kami selalu berusaha beri pemahaman soal PKPU itu,” ujarnya.

Jawaban senada juga diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Lintas Partai, Neni-Joni, Agus Haris. Dia pun tak mengetahui soal laporan tersebut. Dari internal tim pemenangan, belum ada informasi soal dilaporkan atau melayangkan laporan. Sehingga dia menaksir, boleh jadi laporan dilakukan oleh simpatisan nomor urut dua.

“Enggak ada ini formasi itu. Saya juga tidak tahu pelanggaran apa yang dilaporkan,” bebernya.

Agus Haris mengatakan, karena tidak tahu soal duduk perkara aduan, pihaknya hanya menunggu informasi dari tim hukum Neni-Joni. Atau informasi resmi dari Bawaslu. “Silahkan saja Bawaslu kaji. Kami tunggu saja bagaimana hasilnya,” tandasnya. (*)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Royalti Tambang Hilang, Gubernur Tak Tuntut Pusat

Next Post

Dua Orang Terduga Pengedar Narkoba Diringkus

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.