BONTANGPOST.ID, Bontang – Tumpukan sampah di sepanjang jembatan kayu Jalan Tuna RT 11, Kelurahan Tanjung Laut Indah, dikeluhkan warga. Sampah yang ditempatkan di tong drum biru di beberapa titik meluber hingga ke badan jalan lantaran tidak diangkut selama sekitar dua pekan.
Berdasarkan video yang diterima redaksi, volume sampah telah melebihi kapasitas penampungan. Selain mengganggu pemandangan, kondisi tersebut juga menimbulkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga sekitar.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, biasanya sampah di kawasan itu diangkut setiap tiga hari sekali. Namun, dalam dua pekan terakhir tidak ada petugas yang datang.
“Sampahnya sudah bau. Sudah dua minggu kondisinya begini,” ujarnya.
Ia mengaku heran karena selama ini warga rutin memberikan uang secara sukarela kepada petugas pengangkut sampah, berkisar Rp10 ribu hingga Rp20 ribu setiap kali pengambilan dari depan rumah.
Warga khawatir jika kondisi tersebut terus dibiarkan, sebagian masyarakat akan memilih membuang sampah ke laut atau membakarnya.
“Kami khawatir kalau tidak diangkut, nanti malah ada yang buang ke laut. Bahkan sekarang sudah ada yang membakar sampah,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Lurah Tanjung Laut Indah, Elis Biantoro mengatakan layanan pengangkutan sampah di wilayah tersebut dikelola oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Kelurahan, kata dia, telah memfasilitasi operasional pengangkutan dengan menyediakan satu unit kendaraan roda tiga. Sementara pengelolaan, termasuk penarikan iuran dari warga, menjadi tanggung jawab KSM.
Elis mengaku telah menerima laporan terkait persoalan tersebut. Bahkan, sampah di lingkungan kantor kelurahan juga belum diangkut sehingga harus dibuang sendiri ke tempat pembuangan sementara.
Pihaknya belum mengetahui penyebab terhentinya layanan pengangkutan sampah.
“Hari ini kami akan turun ke lokasi dan berkoordinasi langsung dengan KSM untuk mengetahui penyebabnya,” pungkasnya. (*)




