BONTANG – Disporapar bakal menertibkan pedagang liar di Pulau Beras Basah. Upaya ini dilakukan lantaran pedagang tak mengindahkan surat teguran Disporapar.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan pihaknya akan melakukan perbaikan di Pulau Beras Basah. Salah satunya perbaikan dermaga atau jembatan yang sudah masuk lelang di ULP Bontang dan sudah ada pemenangnya sehingga bisa mulai dikerjakan. “Tak hanya itu, kami juga akan menata tempat wisata lainnya seperti Mangrove Berbas Pantai,” jelas Bambang saat ditemui belum lama ini.
Pulau Beras Basah, lanjut Bambang akan kembali dibangunkan juga tulisan “Pulau Beras Basah” yang sempat roboh akibat ombak. Pihaknya juga akan membangun pagar, juga gapura, dan pusat informasi pariwisata. Oleh karenanya diharapkan para wisatawan di Bontang bisa mengetahui destinasi wisata mana saja yang bisa dikunjungi. “Bukan hanya destinasi saja, tapi juga pusat kuliner dan hotel-hotel di Bontang bisa didapatkan informasinya di sana (pusat informasi pariwisata, Red.),” ungkapnya.
Sementara terkait tenda liar yang ada di Pulau Beras Basah dalam waktu dekat akan segera dibersihkan. Setelah pihaknya dan tim sudah merapatkan kembali maka Bambang mengatakan akan mendekati para pedagang dengan cara yang humanis. “Karena jangan sampai ada gesekan dengan pedagang, meskipun belum 100 persen terealisasi pembersihannya. Kami akan coba dengan cara pendekatan yang lain,” ungkapnya.
Dari informasi yang didapat Bambang, para pedagang sebagian mau membersihkan sendiri bangunan tempat mereka berdagang. Namun lanjutnya, masih ada satu pedagang yang bersikeras, sehingga perlu pendekatan kekeluargaan kepada mereka. “Perlu kami katakan bahwa pemerintah bukan mengusir, tetapi akan membenahi. Jadi kalau Beras Basah itu cantik, indah, nyaman, keamanan juga terjamin pasti banyak yang berkunjung ke Beras Basah,” bebernya.
Ketika Beras Basah ramai dikunjungi, tentu para pedagang di sana juga akan memiliki banyak pembeli. Sehingga Bambang akan menegaskan lagi bahwa pihaknya hanya menata. Untuk safety-nya, Bambang menyebut pihaknya sudah mendapat instruksi dari wali kota untuk segera dirapatkan. “Kami libatkan instansi terkait mulai dari BPBD, Polairut, Danlanal dan lainnya. Minggu ini kami rapatkan, bagaimana mengantisipasi kembali agar jangan sampai terjadi musibah lagi seperti beberapa tahun lalu,” pungkasnya. (mga)






