Sebut Tak Bagus Lagi, Minta Pemkot Beri Perhatian
BONTANG – Sejumlah wisatawan yang belum lama ini berkunjung ke Beras Basah mengaku kecewa usai melihat kondisi terkini ikon wisata andalan Kota Taman tersebut.
Bagaimana tidak, baru sampai di jembatan menuju pulau itu, pengunjung sudah disuguhkan pemandangan pondasi beton yang hancur tak karuan akibat diterjang ombak. Belum lagi kondisi lainnya seperti masalah kebersihan dan kenyamanan pulau.
Tata misalnya, pengunjung yang belum lama ini menginap selama semalam di pulau tersebut mengaku, kaget melihat kondisi beras basah yang kini sudah tidak terurus lagi.
Ia menyadari kerusakan pondasi di pinggir pulau tersebut bukan akibat ulah tangan manusia, melainkan karena faktor alam. Namun menurutnya harus ada tindakan cepat dari pemerintah Bontang selaku pengelola destinasi wisata andalan itu untuk segera memperbaiki pondasi yang rusak.
“Sudah cukup lama sih tidak ke sini (Beras basah, Red.). Pas ke sini lagi, malah sudah begini keadaannya. Pokoknya beda aja seperti sebelumnya. Harusnya ketika hancur begini, Pemkot langsung bangun ulang pondasinya. Biar pulaunya tidak semakin terkikis air laut,” tuturnya belum lama ini.
Senada dengan itu, penumpang lainnya asal Balikpapan bernama Ita mengungkapkan hal serupa. Kepada Bontang Post, Ita yang berkunjung ke Bontang untuk berlibur itu mengaku kecewa lantaran apa yang dia lihat di internet maupun media sosial, ternyata tidak sama dengan kondisi aslinya. “Harapannya sih semoga segera dibenahi,” tutur Ita.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL) Tanjung Laut Indah Bilhogen menuturkan, para nahkoda kapal yang mengantar pengunjung ke beras basah pun kerap kali mendengar keluhan penumpang. “Rata-rata mereka mengeluhkan atas kondisi beras basah saat ini yang semakin tidak terurus ini,” terangnya.
Namun demikian, terkait penumpang, dirinya mengaku hingga sampai saat ini pihaknya belum mengalami penurunan yang signifikan akibat kondisi beras basah yang rusak.
“Penumpang masih normal saja. Tidak ada penurunan signifikan seperti ketika ada wacana mau ditutup dulu,” pungkasnya. (bbg)






