BONTANGPOST.ID, Bontang – Kebakaran lahan di kawasan HOP 7, tepatnya di belakang asrama Polres Bontang, akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama kurang lebih empat jam, Minggu (28/6/2026). Api yang membakar lahan gambut sempat sulit dikendalikan karena terus merambat akibat tiupan angin.
Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Bontang, Sarkani, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 15.00 Wita. Proses pemadaman baru berhasil diselesaikan sekitar pukul 19.00 Wita.
“Kurang lebih empat jam kami melakukan penanganan. Saat ini api sudah padam,” ujarnya.
Menurut Sarkani, medan yang didominasi lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat hingga ke bagian bawah tanah sehingga petugas harus memastikan bara benar-benar padam.
Selain itu, embusan angin yang cukup kencang membuat kobaran api terus berpindah dan memperluas area kebakaran.
Untuk mengendalikan api, Disdamkartan Bontang mengerahkan enam unit armada dan sekitar 30 personel gabungan dari Mako Jalan Pierre Tendean serta Pos Bontang Barat. Proses pemadaman juga mendapat dukungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang.
Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar enam hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar empat hektare merupakan lahan gambut yang mengalami kerusakan paling parah.
Meski api telah berhasil dipadamkan, penyebab kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Petugas juga masih melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali menyala.
Sarkani bersyukur kobaran api berhasil dilokalisasi sebelum menjalar ke kawasan permukiman maupun asrama Polres Bontang yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
“Alhamdulillah api tidak sampai ke permukiman. Itu yang menjadi prioritas kami sejak awal,” pungkasnya. (*)







