• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

False Positive dan False Negative Saat Rapid Test, Apa Artinya?

by M Zulfikar Akbar
15 April 2020, 20:30
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Ilustrasi rapid test. (GATRA/Humas RSHS)

Ilustrasi rapid test. (GATRA/Humas RSHS)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Metode tes cepat atau rapid test tengah digencarkan pemerintah saat ini. Ribuan kit pendeteksi covid-19 itu sebagian besar didatangkan dari luar negeri. Tujuannya untuk memetakan warga yang berpotensi terpapar virus korona agar segera dilakukan tindakan pencegahan.

Namun dalam penggunaannya, dikenal istilah false positive dan false negative. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam rilis Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 menjelaskan, false positive atau positif palsu berarti hasil tes cepat menunjukkan reaktif namun tidak tepat menunjukkan adanya infeksi covid-19.

“Kemungkinan ada infeksi virus lain,” ujarnya.

Sementara itu, istilah false negative atau negatif palsu, lanjut Neni, berarti hasil tes tidak menunjukkan adanya reaksi antibodi, padahal virus sudah masuk dalam tubuh. “Hal ini bisa terjadi karena antibodi dalam tubuh baru muncul setelah 6 sampai 7 hari setelah terjadinya infeksi virus,” tambahnya.

Baca Juga:  Hasil Tes Cepat Massal, 18 Orang Reaktif Samar

Kedua status ini, kata Neni perlu dipertimbangkan untuk deteksi antibodi karena bergantung tingkat validitasnya. Sebab sensitivitas dan spesifitas diagnostik rapid test bervariasi, sehingga menyulitkan interpretasi.

“Hal ini juga terjadi pada PDP (Pasien Dalam Perawatan) Bontang. Rapid test pertama pada 29 Maret hasil negatif. Sehingga diulang pada 14 April hasil reaktif,” jelasnya.

Neni pun turut mengimbau kepada masyarakat Bontang untuk tetap melakukan physical distancing. “Jaga jarak. Menghindari kerumunan, belajar, bekerja, dan beribadah di rumah, serta disiplin menerapkan PHBS (pola hidup bersih dan sehat),” tambahnya. (Zulfikar)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: false negativefalse positiverapid testtes cepatvirus korona
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Hasil Rapid Test Reaktif, Pemkot: Bukan Berarti Positif Covid-19

Next Post

ASN Bontang Kumpulkan Donasi, Salurkan Ke Pedagang Hingga Tim Medis

Related Posts

Pemkot Bontang Belum Ingin Gelar Tes Massal
Bontang

Pemkot Bontang Belum Ingin Gelar Tes Massal

19 Agustus 2020, 08:18
Tracing Klaster HOP, 70 Orang Ikuti Tes Cepat
Bontang

Tracing Klaster HOP, 70 Orang Ikuti Tes Cepat

18 Agustus 2020, 14:30
Kemenkes Patok Biaya Tes Cepat Rp 150 Ribu, RSUD Bontang: Kami Upayakan
Bontang

Kemenkes Patok Biaya Tes Cepat Rp 150 Ribu, RSUD Bontang: Kami Upayakan

9 Juli 2020, 20:30
Jadi Tenaga Ahli, Berikut Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19 BTG-14 dan 15
Bontang

Jadi Tenaga Ahli, Berikut Riwayat Perjalanan Pasien Covid-19 BTG-14 dan 15

18 Juni 2020, 17:25
Alergi, Bisakah Dicegah Sejak Anak Masih dalam Kandungan?
Bontang

Ibu Hamil di Bontang Tak Wajib Tes Swab Covid-19

18 Juni 2020, 14:28
Etha Minta Pendatang Langsung Menjalani Rapid Test di Pintu Masuk
Bontang

Etha Minta Pendatang Langsung Menjalani Rapid Test di Pintu Masuk

15 Juni 2020, 15:05

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.