• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

File Foto Masih Dikirim lewat Sopir Bus

by BontangPost
9 Februari 2017, 13:02
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Nursalam saat berada di daerah Sekambing (sekarang Bontang Lestari)(dok /pribadi)

Nursalam saat berada di daerah Sekambing (sekarang Bontang Lestari)(dok /pribadi)

Share on FacebookShare on Twitter

SELALU ada kisah menarik di balik berita-berita yang besar. Seperti halnya yang dialami Nursalam kala masih menjadi wartawan Manuntung, cikal bakal dari Kaltim Post saat ini. Salam – sapaan akrabnya- bercerita, teknologi menjadi satu-satunya hambatan yang harus dilewati di zaman dia bertugas, pada 1990-an. Masih terbatasnya akses internet, jadulnya komputer, dan mahalnya akses komunikasi harus dilalui Salam semasa menjadi kuli tinta.

Di masa itu, Salam harus mengirim beritanya melalui jaringan internet yang terpasang di kantor Manuntung. Namun, penggunaannya tidak mudah. Salam terlebih dulu harus menelpon kantor Manuntung Samarinda atau Balikpapan untuk mengirim file berita yang sudah diketiknya.

Setelah itu, barulah file bisa dikirim dari Bontang. Deadline pengiriman berita saat itu pada pukul 17.00 Wita. “Tapi, kalau saat proses transfer ada yang menelpon, maka gagal prosesnya. Harus mengulang dari awal lagi,” katanya.

Begitu pula dengan pengiriman foto. Setiap harinya, Salam menitipkan hasil cetakan foto kepada sopir langganannya. Hal tersebut terus terjadi hingga akhirnya kantor Manuntung mendapatkan mesin scanner pada 1995. Proses mengirim filenya pun sama dengan mengirim berita. Salam pun harus mewaspadai disket yang menjadi media penyimpanan beritanya. Pasalnya, komputer yang digunakan pun masih bersistem DOS. “Kalau sudah kena virus, ya wassalam sudah,” jelas Salam.

Hal yang sama juga dirasakan Ubaya Bengawan. Anggota DPRD Bontang yang dulunya juga merupakan wartawan Kaltim Post ini pernah merasakan bagaimana mengirim foto dari Bontang ke Samarinda dengan menitipkannya pada sopir bus. “Dulu untuk cuci foto juga harganya tidak murah. Pokoknya sebelum era digital, masih susah untuk mengirim foto-foto,” papar dia.

Adi Darma, mantan wali kota Bontang di era 2011-2016 ternyata sempat merasakan getir kehidupan menjadi seorang wartawan semasa dirinya mahasiswa. Di banding saat ini, teknologi di masa Adi menjadi wartawan pada awal 1990-an sangatlah terbatas. Dulu, wartawan merekam wawancara dengan recorder sederhana dan mengetik dengan mesin tik. “Sekarang, wartawan bisa merekam wawancara, menulis dan mengirimkan berita hanya dengan sebuah ponsel pintar,” ujar Adi.

Bukan hanya itu, kecepatan penyampaian berita pun berbanding jauh. Adi menyebut pada masanya, berita-berita yang didapatkan dari daerah tidak serta merta sampai ke pemerintah pusat. Bahkan butuh waktu hingga dua bulan hingga berita diketahui pusat. Hal ini dikarenakan keterbatasan teknologi.

“Saat itu hanya media-media milik pemerintah seperti Antara dan RRI yang memiliki kemampuan pengiriman berita dengan cepat melalui satelit. Kalau sekarang kan misalnya ada suatu kejadian di Bontang, dalam waktu hitungan menit saja sudah bisa diketahui di daerah-daerah lain,” jelasnya.

Adi mengatakan, kemajuan teknologi saat ini memunculkan apa yang kemudian dikenal sebagai citizen journalism atau jurnalisme warga. Dalam hal ini, warga masyarakat biasa pun bisa mengabarkan suatu informasi melalui teknologi yang dimilikinya. Salah satunya melalui jejaring sosial seperti facebook dan juga aplikasi whatsapp. “Teknologi saat ini lebih mengarah pada keterbukaan, dengan kecepatan informasi. Masyarakat itu sendiri kini bisa menjadi pers lewat media sosial,” ujar Adi. (bbg/luk/zul)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

PWI Bontang, Dorong Profesionalisme Wartawan 

Next Post

Lindsay Lohan Semakin Dekati Islam

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.