• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Fokus Selesaikan Masalah Banjir, Berharap Rp 250 M dari Pusat dan Bankeu

by Redaksi Bontang Post
25 September 2021, 12:33
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Hujan deras beberapa hari lalu membuat genangan air di wilayah Jalan Selat Rote 1, Kelurahan Tanjung Laut.

Hujan deras beberapa hari lalu membuat genangan air di wilayah Jalan Selat Rote 1, Kelurahan Tanjung Laut.

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Pemkot Bontang menganggarkan Rp 45.264.000.000 untuk penyelesaian banjir. Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Bapelitbang) Amiruddin mengatakan, program itu diusulkan masuk dalam batang tubuh APBD 2022 mendatang.

“Ini di APBD murni. Belum termasuk bankeu dan bantuan dari pemerintah pusat. Juga masih ada pagu anggaran yang menyebar di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) lain,” kata Amiruddin.

Rinciannya, besaran itu terbagi dalam empat pos. Meliputi program pengelolaan sumber daya air Rp 23.957.000.000, pengembangan sistem drainase perkotaan Rp 9.853.000.000, peningkatan prasarana-sarana dan utilitas drainase lingkungan Rp 8.932.000.000, dan pengembangan perumahan untuk bantaran sungai Rp 2.522.000.000.

Diketahui, program penanggulangan banjir masuk dalam skala prioritas. Pada visi-misi pemerintahan Basri Rase-Najirah yang tertuang dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2021-2026. Selepas RPJMD disetujui, maka rencana strategis (Renstra) diserahkan ke OPD terkait.

“Di dalamnya ada banyak mulai dari rencana pembuatan polder, normalisasi sungai, hingga perbaikan drainase. Teknisnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) dan Perkimtan,” ucapnya.

Baca Juga:  Muncul Titik Baru Banjir di Bontang, Ini Kata BPBD

Sesuai rekomendasi Pansus Banjir DPRD sebelumnya, anggaran untuk pengentasan banjir ini 10 persen dari APBD Bontang. Akan tetapi, saat ini Pemkot dihadapkan situasi pandemi Covid-19. Sehingga, belum bisa mencapai ketentuan itu.

Apalagi ada kebijakan untuk refocusing anggaran sehubungan dengan pemulihan ekonomi. Bahkan Pemkot menyiapkan 5 persen yang masuk biaya tak terduga (BTT).

“Mandatory untuk aspek kesehatan sebenarnya 10, tetapi kenyataannya mencapai 20 persen. Karena Pemkot masih fokus dalam penanganan pandemi. Jadi, ada yang dikalahkan. Besarannya masih bergerak karena ada pembahasan di dewan,” tutur dia.

Tak hanya itu, Pemkot juga mengusulkan anggaran sebesar Rp 250 miliar untuk penanggulangan banjir. Pengajuan itu diharapkan dari bantuan keuangan (Bankeu) Pemprov Kaltim. Sebab Pemkot tidak bisa hanya mengandalkan dari APBD saja. Hanya, kepastian realisasi belum diterima pemkot.

Baca Juga:  Hujan Sebentar, 5 RT di Tanjung Laut Kebanjiran

Terbesar ialah program penurapan sungai, pembuatan polder, dan pembuatan kolam retensi di Waduk Kanaan. Termasuk dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah pusat. “OPD juga diharapkan melakukan swakelola. Supaya bisa optimal hasilnya,” sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, dalam waktu dekat, dua rencana pembuatan polder bakal masuk tahapan penyusunan feasibility study (FS). Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Tavip Nugroho mengatakan telah menganggarkan sekira Rp 800 juta untuk tahapan itu. “Itu belum detail engineering design,” kata Tavip.

Kedua polder itu rencananya berlokasi di Kelurahan Bontang Kuala dan Tanjung Laut. Terkhusus di Bontang Kuala areanya berada di belakang kantor kelurahan setempat. Luas lahan sekira 10 hektare. Daerah itu kini masih bersifat rawa. Nilainya sekira Rp 500 juta.

Baca Juga:  Tiga Proyek Penanganan Banjir Masuk Lelang

Sementara lokasi di Tanjung Laut ialah dekat dengan kantor Kecamatan Bontang Selatan. Luasannya lebih kecil dibandingkan Bontang Kuala. Hanya kurang dari satu hektare. Anggarannya sekira Rp 300 juta. Tahun ini, anggaran yang dikucurkan belum termasuk pengurusan amdal.

“Dananya tidak cukup. Juga DED akan dimasukkan dalam anggaran tahun depan. Otomatis fisik baru bisa di 2023,” ucapnya.

Ia memastikan penyusunan FS ini dapat rampung akhir tahun ini. Hasilnya, konsultan akan melaporkan kajian ini ke Dinas PUPRK. Sementara untuk Polder Satimpo dan Gunung Telihan sebelumnya telah disusun FS. Progresnya masuk tahapan pembebasan lahan. Tetapi, ini terkendala dengan kondisi keuangan daerah.

Berdasarkan data LPSE, rencana polder Bontang Kuala dan Tanjung Laut telah menempuh review DED pada 2019 lalu. Rinciannya Rp 399 juta untuk Polder Bontang Kuala dan Rp 350 juta Polder Tanjung laut. (*/ak/ind/k15)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: banjirpersoalan banjir
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dilakukan Bertahap, 800 Titik Wifi Bakal Terpasang di Bontang

Next Post

Resep Steak Tempe Saus Lada Hitam, Unik dan Enak

Related Posts

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase
Bontang

Siring Ambrol di Sungai Dekat Masjid Al Furqan Bontang Jadi Prioritas Perbaikan Drainase

10 Maret 2026, 08:00
Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon
Bontang

Atasi Genangan di Belimbing, Pemkot Bontang Bangun Drainase Rp3,7 Miliar di Kawasan Masjid Al Furqon

6 Maret 2026, 14:03
Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan
Bontang

Luas Banjir 14 Februari 2026 Diperkirakan Lampaui 2025, Bapperida Lakukan Pemetaan

17 Februari 2026, 18:29
Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak
Bontang

Banjir Rendam Empat Kelurahan di Bontang, 5.819 Jiwa Terdampak

14 Februari 2026, 18:21
Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar
Nasional

Sepekan Terisolasi, Banjir Lumpuhkan Ratusan Desa di Kabupaten Banjar

11 Januari 2026, 08:00
Wali Kota Andi Harun Tetapkan Samarinda Darurat Bencana
Kaltim

Matangkan Skema Pengendalian Banjir di Samarinda, Andi Harun Kunci RTRW Bebas Pertambangan

11 Juni 2025, 07:44

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1.700 Personel Kawal Demo 21 April di Samarinda, Kantor Gubernur dan DPRD Jadi Sasaran Aksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dana 10 Persen Nelayan Muara Badak Dipersoalkan, Polisi Lakukan Pemantauan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Avtur Naik, Harga Tiket Pesawat dari Samarinda Ikut Melambung

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.