• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Internasional

Genosida Muslim Rohingya Masih Terjadi

by M Zulfikar Akbar
26 Oktober 2018, 07:00
in Internasional
Reading Time: 2 mins read
0
GENOSIDA: Misi Pencari Fakta PBB soal Myanmar menyebut genosida terhadap Muslim Rohingya hingga kini masih terjadi di negara itu. (Handout via REUTERS)

GENOSIDA: Misi Pencari Fakta PBB soal Myanmar menyebut genosida terhadap Muslim Rohingya hingga kini masih terjadi di negara itu. (Handout via REUTERS)

Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta – Para penyelidik PBB yang tergabung dalam misi pencari fakta mengatakan Muslim Rohingya di Myanmar masih mengalami genosida dan meminta kasus ini dibawa ke pengadilan internasional.

Marzuki Darusman, ketua Misi Pencari Fakta PBB terkait Myanmar, mengatakan selain pembunuhan massal, konflik ini meliputi pengasingan populasi, pencegahan kelahiran dan penelantaran di kamp-kamp.

“Genosida masih berlangsung,” ujarnya dalam jumpa pers setelah menyerahkan laporan ke Dewan Keamanan PBB.

“Kami berpendapat bahwa niat genosida bisa dibuktikan,” tambah Marzuki.

Laporan setebal 444 halaman yang pertama kali diumumkan bulan lalu itu meminta Dewan Keamanan PBB untuk membawa masalah ini ke Mahkamah Kejahatan Internasional di Den Haag, atau mendirikan pengadilan ad hok seperti yang pernah dilakukan dalam kasus bekas negara Yugoslavia.

Baca Juga:  Donasi Rohingya Terkumpul Rp 236 Juta dan Emas 

Laporan keras ini menyebut bahwa jenderal-jenderal Myanmar, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Min Aung Hlaing, harus diperiksa dan diadili dengan tuduhan genosida di negara bagian Rakhine.

Myanmar menolak tuduhan bahwa militer negara ini melakukan kekerasan dalam operasi militer tahun lalu yang menyebabkan 720 ribu Muslim Rohingya mengungsi ke Bangladesh.

“Sangat Tidak Seimbang”

Marzuki, mantan Jaksa Agung Indonesia, mengatakan konflik ini juga menyebabkan 390 desa porak poranda dan 10 ribu Muslim Rohingya tewas.

“Tidak ada kondisi aman, pantas dan bisa bertahan lama bagi warga Rohingya di Bangladesh kembali ke Myanmar,” katanya dan menambahkan upaya pemulangan akan menyebabkan lebih banyak korban.

Sementara itu, Utusan Khusus PBB untuk Myanmar Christine Schraner Burgener mengatakan akuntabilitas dan “dialog semua pihak” merupakan dua pilar penting untuk mencapai rekonsiliasi nasional.

Baca Juga:  Galang Dana di Persimpangan Jalan, Masjid, hingga ‘Ngamen’ ke Kafe

“Pencari fakta yang bisa dipercaya adalah langkah pertama menuju akuntabilitas,” katanya di akhir kunjungan ke Myanmar yang berlangsung pada 10-20 Oktober.

Pemerintah Myanmar mempertanyakan independensi misi pencari fakta PBB dan menegaskan pihaknya telah membentuk komisi penyelidikan independen yang terdiri dari para diplomat negara-negara Asia.

Akan tetapi, Marzuki Darusman mengatakan penyelidikan internal myanmar sejauh ini terbukti “gagal”.
Sidang Dewan Keamanan diminta oleh negara-negara Barat tetapi ditentang oleh Tiongkok dan Rusia yang memiliki hubungan baik dengan militer Myanmar dan terus-menerus melindungi negara itu dari kritik.

Myanmar bersikeras bahwa kekerasan di Rakhine dipicu oleh kelompok ekstrimis Rohingya yang menyerang pos penjagaan perbatasan pada Agustus 2017.

Baca Juga:  Terkait Tragedi Rohingya, Masyarakat Jangan Terpancing Emosi

Militer menyangkal hampir semua tuduhan genosida ini dengan mengatakan bahwa “operasi pembersihan” saat itu perlu dilaksanakan untuk memerangi militan Rohingya.

Tetapi misi pencari fakta PBB mengatakan ada alasan kuat untuk meyakini bahwa kekerasan dilakukan dengan niat menghancurkan Rohingya.

Misi PBB ini menemukan bahwa taktik militer “konsisten dan sangat tidak seimbang dengan ancaman keamanan sebenarnya”.

Pemimpin de fakto Myanmar Aung San Suu Kyi, yang dulu dianggap dunia internasional sebagai ikon demokrasi, kehilangan nama baik karena menolak mengecam militer.

Misi pencari fakta PBB ini juga mengatakan bahwa upaya pemerintahnya menutupi fakta telah memperburuk situasi bagi kaum Muslim Rohingya. (yns)

Tags: genosidamyanmarRohingya
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

KPK Periksa Dua Petinggi Lippo

Next Post

DKP3 Bakal Tata Ulang Dermaga Berbas Pantai 

Related Posts

KRI Bontang-907 Pantau Kapal Pengungsi Rohingya
Nasional

KRI Bontang-907 Pantau Kapal Pengungsi Rohingya

29 Desember 2023, 16:01
Sidang Genosida Rohingya: Aung San Suu Kyi Akui Kesalahan Militer Myanmar
Internasional

Sidang Genosida Rohingya: Aung San Suu Kyi Akui Kesalahan Militer Myanmar

13 Desember 2019, 10:00
Militer Myanmar Akui Bunuh 10 Rohingya
Internasional

Militer Myanmar Akui Bunuh 10 Rohingya

12 Januari 2018, 07:05
Fadly-Rindra Hibur Warga Taman, Galang Dana Bantu Etnis Rohingnya
Bontang

Fadly-Rindra Hibur Warga Taman, Galang Dana Bantu Etnis Rohingnya

9 Oktober 2017, 11:53
Galang Dana di Persimpangan Jalan, Masjid, hingga ‘Ngamen’ ke Kafe
Bontang

Galang Dana di Persimpangan Jalan, Masjid, hingga ‘Ngamen’ ke Kafe

6 Oktober 2017, 11:50
Donasi Rohingya Terkumpul Rp 236 Juta dan Emas 
Bontang

Donasi Rohingya Terkumpul Rp 236 Juta dan Emas 

10 September 2017, 11:51

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.