BONTANGPOST.ID, Samarinda – Program Gratis Pendidikan Politeknik (GratisPol) dipastikan semakin diperluas mulai 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuka akses yang lebih besar bukan hanya bagi mahasiswa asal Kaltim, tetapi juga bagi peserta dari luar daerah hingga mancanegara.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menjelaskan bahwa ketentuan Program GratisPol akan mulai berlaku efektif pada Semester I Tahun 2025. Mahasiswa penerima manfaat akan dibebaskan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT) dengan syarat memiliki KTP Kaltim, berdomisili minimal tiga tahun, dan sudah terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI).
Ia menuturkan bahwa program ini juga menyiapkan kategori khusus dan afirmasi, termasuk bagi mahasiswa berprestasi atau yang berada dalam kondisi tertentu. Target penerima manfaat pun terus diperluas. Pada tahun 2025, kuota untuk mahasiswa luar Kaltim mencapai 875 orang dan 89 untuk mahasiswa luar negeri. Pada tahun 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 892 mahasiswa luar Kaltim dan 133 mahasiswa luar negeri.
“GratisPol bukan hanya soal pendidikan gratis. Ini adalah percepatan untuk melahirkan SDM unggul. Kaltim harus menyiapkan generasi emas tahun 2030. Program ini sejalan dengan visi nasional Indonesia Emas 2045,” ujar Seno Aji.
Ia menegaskan bahwa membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai daerah dan negara adalah strategi untuk menjadikan politeknik di Kaltim semakin kompetitif dan berdaya saing global. “Kami ingin menarik lebih banyak talenta dari berbagai wilayah dan negara. Seleksinya tetap transparan dan ketat,” tambahnya. (prokal)

