• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Guru Honorer Tuntut Kesejahteraan, Minta Diangkat Jadi PNS Tanpa Tes

by Fitri Wahyuningsih
24 Maret 2021, 14:00
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Rakorda GTHNK 35+ Kaltim di Samarinda (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Rakorda GTHNK 35+ Kaltim di Samarinda (Fitri Wahyuningsih/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Perhimpunan Guru Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori non Kategori 35 ke atas (GTKHNK 35+) Kaltim mendesak pemerintah menaikkan status mereka jadi PNS tanpa melalui tahapan seleksi. Tuntutan itu disampaikan dalam rapat koordinasi daerah (Rakorda) GTHNK 35+ Kaltim yang dihelat di Gedung Guru, Jalan Harmonika, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Selasa (23/3/2021) siang.

Rakorda ini diikuti perwakilan GTKHNK 35+ yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Kaltim. Salah satunya Bontang. Dalam rakorda itu, Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris dan anggota Komisi I DPRD Bontang, Raking ikut hadir. Begitu pun Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yakub.

Secara garis besar, rakorda itu digelar untuk menyatukan persepsi GTKHNK 35+ se-Kaltim. Menuntut pemerintah menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang pengangkatan guru honorer jadi PNS tanpa tes. GTHNK 35+ merasa tuntutan ini tak berlebihan mengingat mereka sudah mengabdi lama sebagai tenaga pendidik. Pun untuk menegakkan asas keadilan. Karena merasa selama ini tidak punya status yang jelas.

Baca Juga:  Sengkarut Universitas Trunajaya Bontang, Ketua Komisi A DPRD Beri Tiga Rekomendasi

”Harapannya kami diangkat jadi PNS tanpa tes,” kata Kristin, Ketua GTKHNK 35+ Bontang ketika ditemui usai rakorda.

Kata Kristin, ada 85 tenaga kependidikan di atas 35 tahun yang kini diperjuangkan pihaknya. Sebagian besar dari mereka sudah mengabdi diatas 5 tahun. Misalnya dirinya sendiri. Sudah jadi guru sejak 2003. Kemudian di 2008 di mulai pengabdian dengan mengajar anak-anak di Pulau Gusung.

”Jadi dari tempat tinggal di Guntung, saya mesti menyeberang ke Gusung kalau mau mengajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Bontang, Agus Haris mengatakan bila pihaknya memahami situasi batin tenaga pendidik dengan status honorer. Yang merasakan kesenjangan. Statusnya tidak jelas. Padahal tugas dan tanggungjawabnya selama ini sama. Tidak beda dengan guru PNS. Sebabnya, ia akan mengakomodir dan sepakat dengan perjuangan tenaga kependidikan honorer yang mencari keadilan dan kejelasan status.

Baca Juga:  Soroti Persoalan Sampah, DPRD Bontang; Kaji Matang Tiap Kebijakan

”Karena kami turut mendampingi dan mendengar langsung aspirasi mereka. Maka kami akan bantu menyuarakan,” katanya.

Menurut Poltikus Gerindra ini, tidak berlebihan bila tenaga kependidikan menuntut kesejahteraanya dijamin negara. Misalnya dengan mengangkat mereka jadi PNS tanpa tes. Pasalnya, untuk membawa peradaban Indonesia semakin maju, tentu dimulai dengan pendidikan. Pendidikan berkualitas ditopang akan beberapa hal; jelas kurikulumnya, mantap infrastrukturnya, dan berkualitas tenaga pendidiknya. Dengan mengemban misi demikian berat dan mulia, tidak mengherankan bila negara berkewajiban menjamin kesejahteraan guru.

”Pendidikan itu nomor satu. Tidak segalanya pendidikan, tapi segalanya dimulai dari pendidikan,” tegasnya.

Dia berharap Pemrov Kaltim melalui DPRD dan Gubernur secara paralel menyampaikan aspirasi tenaga kependidikan honorer ini kepada pemerintah pusat. Agus Haris pun berjanji bakal ikut memperjuangkan ini. Dimulai dari tingkat kota, membawanya bersama Fraksi Gerindra-Berkarya di Bontang. Naik ke DPRD Provinsi, dan kemudian ke DPRD RI.

Baca Juga:  Angka Pengangguran di Bontang Masih Tinggi, Dewan Dorong Pemkot Maksimalkan Program Sertifikasi

”Tentu dimulai dari fraksi saya. Secara paralel, dari kota ke DPRD RI untuk menuntut pemerintah agar ada payung hukum yang memungkinkan guru honorer bisa jadi PNS tanpa tes,” tandasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprd bontangguru honorer minta diangkat jadi PNS
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

TKBM Pelabuhan Loktuan Diwajibkan Vaksin Sebelum Bekerja

Next Post

Tetangga yang Cabuli Pelajar di Bontang Utara Terancam 15 Tahun Penjara

Related Posts

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00
DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak

29 Agustus 2025, 08:00

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.753 Warga Bontang Tak Lagi Ditanggung BPJS Gratis dari Pusat, Ini Solusi Pemkot

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.