• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Guru Tolak Wacana Ajar Dua Mapel

by M Zulfikar Akbar
26 Desember 2018, 21:55
in Advertorial
Reading Time: 1 min read
0
IST
Dasuki

IST Dasuki

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Usul Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, agar seorang guru bisa mengajar lebih dari dua mata pelajaran (mapel) ditolak oleh guru-guru Bontang. Wacana tersebut bermula agar efisiensi guru bisa tercapai. Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bontang menyebut, jika usul tersebut diberlakukan, akan membuat kualitas mengajar guru terpuruk karena kurangnya penguasaan materi.

Ketua PGRI Bontang, Dasuki menjelaskan, beberapa faktor rendahnya mutu pendidikan disebabkan oleh faktor instrumental input pembelajaran. Namun faktor terpenting adalah mutu guru. Berdasarkan data yang disampaikan kepada Bontang Post, 25 persen dari 3,9 juta guru belum memenuhi kualifikasi S1 sesuai Undang-undang (UU) Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Kemudian 52 persen guru belum sertifikasi, dibuktikan dengan hasil Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2015 nasional yang menunjukan potret kurang menggembirakan. Karena dari target yang ditetapkan 75,00, rata-rata para guru hanya bisa mencapai 44,5.

“Banyak fakta yang menunjukan mutu guru masih rendah. Itu disebabkan rendahnya kompetensi guru yang meliputi kompetensi pedagogik, sosial, personal, dan profesional,” jelasnya, Sabtu (22/12) lalu.

Dasuki menuturkan, merujuk pada wacana satu guru mengajar lebih dari dua bidang studi, menurutnya kebijakan itu kurang sistematis. Dikatakan Dasuki, sebaiknya pemerintah fokus pada perbaikan kualitas kompetensi dan pemenuhan kebutuhan guru. Pihaknya pun menyarankan, dalam pemanfaatan anggaran 20 persen pendidikan, baik pusat maupun daerah, lebih baik memperbesar investasi di bidang pendidikan kinerja guru berkelanjutan atau pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

“Karena melalui kegiatan diklat guru berkelanjutan, akan mampu mengangkat kualitas mengajar guru di kelas,” tuturnya.

Dia mengaku, dari hasil koordinasi dengan guru di Bontang dan Jawa, rata-rata mereka pun kurang merespon positif wacana tersebut. Karena bila diterapkan, dengan tujuan bisa saling mengisi di sekolah tempat mereka mengajar, menurut mereka itu hanya memenuhi 24 jam pelajaran per minggu. Tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan pemahaman terhadap mapel minor atau tambahan tersebut.

“Semakin lama, nantinya kesannya hanya sekedar pemenuhan 24 jam, tapi operasional di dalam kelas tidak maksimal,” pungkasnya. (ver)

Share14TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Persekutuan Keluarga Kristen Gunung Telihan Rayakan Natal

Next Post

Pengawasan Kapal Wisata Bakal Diperketat

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ragam Alasan Masyarakat Pilih Golput

    2 shares
    Share 2 Tweet 0
  • Bontang Absen di Singa Cup

    1 shares
    Share 1 Tweet 0
  • Kaltim Berduka, Meiliana Eks Pj Wali Kota Samarinda dan Pj Sekdaprov Meninggal Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.