• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Hampir 90 Persen Kasus Campak di Bontang Serang Anak Tanpa Imunisasi Lengkap

by Redaksi Bontang Post
15 April 2026, 11:00
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
169 kasus suspek campak di Kota Bontang disebabkan sebagian besar karena belum mendapatkan imunisasi lengkap. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

169 kasus suspek campak di Kota Bontang disebabkan sebagian besar karena belum mendapatkan imunisasi lengkap. FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus suspek campak di Kota Bontang mencapai 169 kasus. Dari jumlah tersebut, sebanyak 88,17 persen terjadi pada anak-anak yang belum menerima imunisasi lengkap.

Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, Bachtiar Mabe, mengatakan kondisi ini menjadi perhatian serius. Rendahnya cakupan imunisasi dinilai berpotensi mempercepat penyebaran penyakit di masyarakat.

“Rata-rata yang terkena campak adalah anak yang tidak mendapatkan imunisasi lengkap. Ini yang menjadi fokus kami saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, imunisasi berperan penting dalam membentuk kekebalan tubuh sekaligus mencegah penularan. Tanpa imunisasi, risiko penyebaran tidak hanya terjadi pada individu, tetapi juga lingkungan sekitarnya.

“Kalau tidak diimunisasi, bukan hanya anak itu yang berisiko, tapi juga orang di sekitarnya karena tidak terbentuk kekebalan kelompok,” jelasnya.

Untuk menekan angka kasus, Diskes Bontang menggencarkan program imunisasi yang berlangsung sejak April hingga Mei 2026. Program ini ditargetkan menjangkau seluruh anak agar memperoleh vaksin secara lengkap.

Namun, masih terdapat sebagian masyarakat yang enggan mengikuti imunisasi. Menurut Mabe, hal tersebut umumnya dipengaruhi kurangnya pemahaman tentang pentingnya vaksin.

“Yang belum mau imunisasi kemungkinan belum memahami manfaatnya. Karena itu kami terus melakukan edukasi kepada masyarakat,” katanya.

Dalam penanganan kasus, Diskes tetap mengedepankan pendekatan kuratif sesuai gejala. Pasien dengan kondisi ringan ditangani di puskesmas, sedangkan kasus yang memerlukan penanganan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit.

Mabe menambahkan, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program imunisasi demi meningkatkan cakupan vaksinasi.

“Ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tapi semua pihak. Kita harus bergerak bersama agar cakupan imunisasi bisa maksimal,” tutupnya. (ak)

Tags: kasus campak
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

Next Post

Neni Beri Sinyal Mutasi Pejabat Bontang Digelar Akhir April

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.