• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Harga Beras Terus Naik, Alasan Faktor Mundurnya Masa Panen dan Jelang Ramadan

by Redaksi Bontang Post
4 Maret 2024, 09:00
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Ilustrasi

Ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Kenaikan harga beras diprediksi masih bakal berlanjut. Apalagi, sebentar lagi memasuki momen bulan puasa. Harga beras yang cenderung tinggi setidaknya bertahan sampai masa panen dimulai pada akhir Maret.

Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios) Media Wahyudi Askar mengatakan, kenaikan harga beras yang cukup signifikan tidak terlepas dari faktor pemilu.

Meski pesta demokrasi sudah selesai, imbas dari penyaluran bantuan sosial (bansos) berupa beras yang jor-joran, tengkulak menaikkan harga. ”Penyaluran bansos beras meningkat tidak hanya oleh pemerintah, tapi juga para calon legislatif yang kemudian dibagikan ke masyarakat.

Itu akan memengaruhi harga,” kata Media, kemarin (2/3). Di level pedagang yang menjual ke konsumen, lanjut dia, juga tidak serta-merta menurunkan harga beras.

Faktor berikutnya, masa panen beras yang mundur. Terutama di daerah lumbung padi nasional seperti di Jogjakarta, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Timur. Kelangkaan stok itu membuat harga beras juga naik ketika kebutuhan juga tinggi.

Baca Juga:  Hargai Cabai Mulai Turun, Beras Kian Melambung

Apalagi, fenomena tersebut bertepatan dengan menjelang Ramadan. ”Jadi, memang ada banyak faktor yang berkaitan. Momentum ini dimanfaatkan oleh distributor besar yang menahan beras sehingga menimbulkan kenaikan harga,” ungkap Media.

Sebagai mitigasi jangka pendek, mau tidak mau harus ada upaya stabilisasi harga. Salah satunya dengan memonitor dan mengatur harga beras di sejumlah wilayah kota maupun pedesaan yang kemungkinan besar memicu panic buying.

Selain itu, mengontrol titik-titik wilayah yang harga berasnya sudah tidak masuk akal. Datanya juga mestinya dikumpulkan secara harian dan dilengkapi dengan intervensi di lapangan berupa operasi pasar maupun pendistribusian yang lebih cepat.

Selain itu, jelas Media, penting juga bekerja sama dengan distributor. Ia mengakui, memang ada kemungkinan penimbunan dilakukan oleh distributor kecil dan menengah.

Baca Juga:  Sejak Nataru, Harga Beras Tak Kunjung Turun

Hanya saja, upaya hukum sulit dilakukan kepada pemain kecil dan menengah tersebut. Oleh karena itu, harus ada upaya persuasif, terutama di level pemerintah daerah, agar tidak terjadi penimbunan.

Untuk distributor besar, tutur Media, diperlukan penegakan hukum jika kedapatan menimbun beras. ”Sebetulnya pemerintah sudah punya datanya dan itu sudah terjadi penimbunan sehingga (terjadi) kelangkaan beras gila-gilaan saat ini,” ujar lulusan doktoral University of Manchester tersebut.

Belajar dari pengalaman tahun lalu, lanjut Media, salah satu cara yang cukup ampuh menekan inflasi adalah dengan dana perlindungan sosial dan bansos menjelang Ramadan.

Namun, tahun ini berbeda. Bansos sudah disebar luar biasa besar menjelang pemilu. Khususnya pada Desember 2023 dan Januari 2024. Dengan demikian, upaya menekan inflasi tampaknya kurang signifikan dengan bansos.

Baca Juga:  Harga Beras Naik, Pedagang Diprotes IRT dan Pemilik Warung Makan 

Di sisi lain, penyaluran bansos dalam jangka panjang juga tidak baik. ”Itu seperti mengobati sesuatu bukan dengan obat yang seharusnya. Jadi, tidak bisa dikontrol lewat bansos,” ungkapnya.

Menurut Media, bulan Ramadan harga beras tampaknya masih akan terus naik. Sebab, beras merupakan komoditas utama dan berkaitan dengan komoditas lain. Jadi, akhirnya akan merembet ke harga cabai, bawang, dan minyak goreng. Artinya, kontribusinya ke sektor lain cukup tinggi.

Sebelum masa panen sekitar akhir Maret atau April, harga diprediksi masih akan naik. Namun, itu bergantung juga pada langkah pemerintah. Untuk diketahui, kontribusi kenaikan harga beras terhadap inflasi bisa lebih dari 0,2 persen.

”Kita bisa lihat dari rilis inflasi BPS cukup mengkhawatirkan. Terutama kondisi masyarakat rentan,” tandasnya. (prokal)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Harga Beras Naik
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Peringati HPSN dan HAD, PT KPI Bersama SMAN 2 Tuang Ecoenzym dan Pungut Sampah

Next Post

Dispensasi Penumpang Mudik di Bontang Tunggu Regulasi

Related Posts

Harga Telur Ayam Melambung, Beras Diprediksi Terus Naik Jelang Ramadan
Bontang

Harga Beras di Bontang Naik, DKP3 Salurkan Jenis Ini ke Agen

5 Juni 2025, 11:07
Harga Beras di Kaltim Tinggi, tapi Warga Tetap Membeli
Kaltim

Harga Beras di Kaltim Tinggi, tapi Warga Tetap Membeli

12 Maret 2024, 10:00
Inflasi RI Meroket jadi 0,37, Harga Beras hingga Telur jadi Biang Keroknya
Nasional

Inflasi RI Meroket jadi 0,37, Harga Beras hingga Telur jadi Biang Keroknya

2 Maret 2024, 09:00
Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Stok Beras Aman
Bontang

Jelang Ramadan, Mendag Pastikan Stok Beras Aman

29 Februari 2024, 13:55
Hargai Cabai Mulai Turun, Beras Kian Melambung
Nasional

Harga Beras Naik, Menteri Tito Ajak Masyarakat Beralih Makan Ubi hingga Sukun

5 Oktober 2023, 11:00
Harga Beras Terus Melonjak, Pemkot Bontang Berencana Gelar Operasi Pasar
Bontang

Harga Beras Terus Melonjak, Pemkot Bontang Berencana Gelar Operasi Pasar

1 Maret 2023, 11:30

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.