bontangpost.id – Pekan kedua pasca libur Natal dan tahun baru, kenaikan harga besar di sejumlah pasar Kota Bontang paling mencolok dari beberapa harga komoditas pangan lainnya.
Murni salah seorang pedagang beras di Pasar Taman Rawa Indah menuturkan bahwa kenaikan harga beras terjadi sebelum Nataru 2022 tepatnya pada pertengahan Desember.
Tak hanya menjual beras dalam hitungan karung, Murni pun turut menjajakan berasnya secara eceran. Untuk kategori beras murah saat ini satu kilo dijual seharga Rp 12 ribu, harga itu naik dari sebelumnya yakni Rp 10 ribu per kilo.
Sedangkan untuk kategori beras medium saat ini dibanderol Rp 12.500 dari harga sebelumnya Rp 11 ribu. Sementara untuk beras premium satu kilonya dijual dengan harga Rp 14 ribu dari harga sebelumnya Rp 12 ribu.
“Pembeli ada aja yang ngeluh. Tapi mau gimana beras kan untuk kebutuhan sehari-hari,” ucapnya, Rabu (11/1/2023).
Menanggapi hal itu, Staf Bidang Ketahanan Pangan DKP3 Bontang Aniah Muanjani mengatakan meski beras mengalami gejolak harga, ia memastikan stok beras untuk Bontang saat ini dalam kondisi aman. Lantaran presentase kenaikan beras berada di angka 1,61 persen.
“Kenaikan belum di atas 25 persen. Jadi belum terlalu bergejolak. Bontang pun saat ini punya persediaan cadangan beras yang disimpan di gudang bulog,” singkatnya.
Diungkapkannya, kenaikan harga beras disebabkan oleh imbas naiknya harga BBM. Selama ini distribusi beras terbesar untuk Bontang berasal dari pulau Sulawesi dan Jawa.
Meski begitu, ia meminta masyarakat untuk tidak panik. Ia memperkirakan harga beras akan turun pada Februari mendatang.
“Sekitar 95 persen pasokan beras dari luar pulau. Jadi stok saat ini masih aman,” tutupnya. (*)







