Rintis Sejak 2010, Bina 10 Sekolah di Kota Taman
JAKARTA – SD YPVDP (SD Vidatra) yang berada di bawah naungan Badak LNG berhasil meraih Adiwiyata Mandiri tahun 2017 tingkat Nasional, Rabu (2/8) lalu di Plaza Ir. Soedjono Soerjo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc serta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhajir Effendy, M.A.P, disaksikan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo kepada Drs. Haryo Sudarmono, M.Pd selaku kepala sekolah sekaligus perwakilan SD Vidatra.
Penghargaan Adiwiyata Mandiri 2017 ini diberikan dalam rangka puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bertajuk Connecting People to Nature.
Sebagai salah satu dari 24 perwakilan sekolah penerima Adiwiyata Mandiri, prestasi tersebut tentunya penuh perjuangan. Merintis sejak 2010 silam, berkat dukungan Disdik dan DLH Kota Bontang, SD Vidatra berhasil memperoleh penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Bontang pada 2011. Dilanjutkan dengan penghargaan Adiwiyata tingkat Provinsi Kaltim tahun 2012, dan kembali menyabet penghargaan Adiwiyata tingkat Nasional di tahun berikutnya.
“Kami bersyukur karena dapat meraih prestasi ini, berkat dukungan seluruh warga sekolah, PT Badak NGL, Dinas Pendidikan (Disdik) Bontang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kaltim,” ucap Haryo.
Dengan segala pengalaman dan usahanya, 2015 lalu SD Vidatra sebagai sekolah induk mendapat kepercayaan dari Disdik Bontang untuk membina 10 sekolah yang berada di Kota Taman selama 2 tahun. Diantaranya, SMA Vidatra, SMP Vidatra, SMK Negeri 3 Bontang Barat, SD Negeri 004 Bontang Selatan, SD Negeri 005 Bontang Selatan, SD Negeri 007 Bontang Selatan, SD Advent Bontang Selatan, SD Aisyiyah Bontang Selatan, SD Bethlehem Bontang Utara, serta SD Muhammadiyah 1 Bontang Selatan. Pembinaan 10 sekolah ini merupakan salah satu kriteria untuk meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri.
Kriteria lainnya ialah sekolah harus memenuhi poin tertentu, diatas 72 untuk sekolah induk. Sementara, bagi sekolah binaan, pencapaian poin minimal 56 melalui 4 K – 8 S – 33 I, yakni 4 komponen, 8 standar, dan 33 implementasi. 4 komponen tersebut adalah kebijakan berwawasan lingkungan, pelaksanaan kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan. Untuk 8 standar dan 33 implementasi lainnya merupakan penjabaran dari 4 komponen utama dari penilaian Evaluasi Diri Sekolah (EDS).
Sementara itu, Koordinator Adiwiyata Mandiri SD Vidatra, Gani Djaja mengungkapkan, penghargaan sekolah Adiwiyata Mandiri ini dapat diraih dengan adanya partisipasi aktif dari kepala sekolah, guru, murid, warga sekolah, pihak yayasan, PT Badak NGL, Disdik, DLH serta tokoh masyarakat.
SD Vidatra juga melakukan beberapa kerja sama dengan lembaga-lembaga terkait, seperti Bank Sampah Kelola Mandiri, Forkohat, DKPP, Diskes, PMI, RS LNG Badak, TNK serta perusahaan yang ada di sekitar Kota Bontang. Badak LNG juga turut membina SD Vidatra, terutama dalam hal penghijauan di sekolah, peningkatan sarana dan prasarana dalam kegiatan peringatan Lingkungan Hidup.
“Bentuk partisipasi aktif murid seperti membuat beberapa karya atau kerajinan dari produk daur ulang, novel, poster, majalah dinding (mading), kerja bakti, dan lainnya,” ungkapnya.
Murid dapat berpartisipasi melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti pramuka, dokter kecil, PMR Mula, bertanam hidroponik, beternak ikan, keagamaan, dan kegiatan olahraga karate, futsal, sepakbola, dan lainnya.
Selain penghargaan Adiwiyata Mandiri, siswa SD Vidatra juga meraih prestasi Medali Perak OSN IPA, Medali Emas pada International Mathematic Science Olimpiade (IMSO) IPA, Medali Perunggu OSN Matematika dan prestasi membanggakan lainnya. (ra/adv)







