• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Hingga September Terjadi Lima Serangan Buaya

by Fitri Wahyuningsih
28 September 2020, 13:26
in Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
AN masih mendapat perawatan di rumah sakit. (ist)

AN masih mendapat perawatan di rumah sakit. (ist)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Januari hingga penghujung September 2020, tercatat sudah 5 kali terjadi serangan buaya di Kelurahan Loktuan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Medio Januari lalu, dua remaja kakak beradik Ah (11) dan Da (9) kompak menghajar hidung buaya ketika serangan terjadi pada mereka. Kronologi singkatnya begini. Kala itu, kedua kakak beradik itu bersama 4 kawannya yang lain, berenang di empang belakang rumah mereka di RT 18, Loktuan, jelang senja.

Tak lama berselang, buaya menyerang Da. Bahkan berusaha menenggelamkan tubuh bocah 9 tahun itu. Ternyata, baik Ah dan Da adalah atlet silat. Tak mau kalah sama buaya, mereka hajar hidung predator itu. Membuat Da lepas dari terkaman buaya, dan bocah 9 tahun itu berhasil ditarik ke jembatan kayu.
Teranyar, kejadian serupa kembali terjadi di perairan Kampung Mandar, Kelurahan Loktuan, Kamis (19/9/2020). Waktu kejadian kurang lebih sama, mendekati petang.

Baca Juga:  Kerap Makan Ternak Warga Loktuan, Buaya 2 Meter Dievakuasi

Kronolgisnya pun serupa. Korban, An (14) berikut sejumlah kawannya berenang di laut. Mereka berenang di dekat pohon bakau. Yang kebetulan banyak terdapat di sekitar perairan Kampung Mandar. Bia dihitung dari bibir pantai, jaraknya sekitar 50 meter.

Asik berenang, tiba-tiba buaya menyerang An. Dia sempat teriak, tapi temannya kira remaja 14 tahun itu tengah guyon. Keriuhan di laut menjadi, barulah mereka sadar buaya menyerang An.

Di dalam air, An berjibaku melawan predator ganas itu. Bagian mulut dihajar, hingga membuat bibir buaya luka. Pun menghantam kepala buaya, dan membuat satu gigi buaya lepas. Bekalakangan diketahui ‘nyangkut’ di paha korban, An.

Bhabinkamtibnas Loktuan Aipda Ahmad Bajuri mengatakan, sebaran kasus penyerangan buaya di Loktuan terbilang merata. Di Kampung Mandar, Kampung Selambai, Rawa-Rawa, dan di sekitar RT 18.
Wilayah Loktuan memang dikelilingi lautan. Pun dengan kawasan mangrove. Sehingga keberadaan buaya muara kerap ditemui warga.

Baca Juga:  WADUH!!! Ada Anak Buaya “Bertamu” di BSD

“Rata kalau sebarannya, mbak. Yang batasan dengan laut sering terlihat buaya muncul,” beber dia.

Sebabnya dia mendorong pemkot menyediakan penangkaran buaya. Selain sebagai tempat evakuasi buaya, pun dapat jadi potensi wisata. Sumber PAD bertambah. Geliat ekonomi kerakyatan ikut tumbuh.

Sementara itu Lurah Loktuan, Muhammad Takwin mengatakan, diperlukan kajian untuk mencari tahu mengapa buaya acap menyerang warga. Sejatinya buaya kerap terlihat di pesisir Loktuan. Sejak dulu. Tapi dalam 3 tahun terakhir sering bersinggungan dengan warga setempat.

“Perlu kajian oleh instansi terkait. Apakah karena habitatnya terganggu atau sumber makanan tidak ada. Ini mesti diketahui,” ujar Takwin kala ditemui usai peresmian Program Betah.

Dia mengatakan predator buas itu kerap terlihat di pesisir pada sore jelang petang. Karena kajian belum dilakukan, sebagai langkah antisipasi kelurahan memasang papan imbauan di pesisir. Agar warga hati-hati ketika beraktivitas di laut. Menghindari juga berenang di laut.

Baca Juga:  HOROR!!! Buaya Muncul di Teras Rumah Warga

“Kami juga sosialisasi. Kurangi aktivitas di laut. Dan tegur kalau dilarang berenang tapi masih dilakukan,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: buayaditerkam buaya
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Mulai Tugas, Pjs Wali Kota Riza Prioritaskan 3 Isu Berikut

Next Post

Pertahankan Properda Emas Lima Tahun Berturut, Pupuk Kaltim Komitmen Lebih Peduli Lingkungan

Related Posts

Remaja Diserang Buaya Saat Bantu Perbaiki Kapal di Tanjung Limau Bontang
Bontang

Remaja Diserang Buaya Saat Bantu Perbaiki Kapal di Tanjung Limau Bontang

24 Maret 2026, 17:29
Petaka di Tengah Banjir Bengalon, Nenek dan Cucu Diserang Buaya Saat Bermain Air
Kaltim

Petaka di Tengah Banjir Bengalon, Nenek dan Cucu Diserang Buaya Saat Bermain Air

19 Februari 2026, 12:59
Warga Tangkap Buaya Dua Meter Diduga Penyerang Lansia di BSD Bontang
Bontang

Warga Tangkap Buaya Dua Meter Diduga Penyerang Lansia di BSD Bontang

5 Januari 2026, 08:46
Tragis, Warga Bengalon Tewas Diterkam Buaya di Hadapan Rekannya
Kaltim

Tragis, Warga Bengalon Tewas Diterkam Buaya di Hadapan Rekannya

22 Desember 2025, 16:19
Buaya Dua Meter Ditemukan di Kolong Rumah Warga Tanjung Laut Indah Bontang
Bontang

Buaya Dua Meter Ditemukan di Kolong Rumah Warga Tanjung Laut Indah Bontang

18 Desember 2025, 12:59
Damkar Bontang Evakuasi Buaya 2,5 Meter yang Terjebak di Parit Tanjung Limau
Bontang

Damkar Bontang Evakuasi Buaya 2,5 Meter yang Terjebak di Parit Tanjung Limau

11 November 2025, 09:11

Terpopuler

  • Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    Residivis Kekerasan Seksual Anak di Bontang Kembali Berulah, 4 Orang Diduga Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpolairud Polres Bontang Bongkar Jaringan Sabu di Tanjung Laut Indah, Tiga Orang Diringkus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Jadwal Lengkap Kapal dari Pelabuhan Loktuan Bontang Selama Mei, Ada Pelni dan Swasta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuota Produksi Dibatasi, 102 Pekerja Tambang di Bontang Kena PHK

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Masuk Aturan KTR, Vape Tak Lagi Boleh Dihisap di Tempat Umum Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.