• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Hoaks atau Tidak?

Hoax Lama Penculikan Anak Muncul Lagi

by BontangPost
1 Februari 2018, 11:49
in Hoaks atau Tidak?
Reading Time: 1 min read
0
HOAX

HOAX

Share on FacebookShare on Twitter

PENYEBAR hoax kerap memanfaatkan isu yang sedang hangat untuk menebar keresahan. Contohnya, informasi palsu tentang penculikan anak yang tiba-tiba beredar. Informasi berupa pesan itu sebenarnya hoax lama, tetapi dimunculkan lagi, mengiringi beberapa kasus penculikan anak yang terjadi.

Isinya sih baik, mengingatkan orang untuk berhati-hati. Namun, bumbu-bumbunya membuat pesan peringatan tersebut menjadi kabar hoax. Misalnya, tambahan foto seorang anak yang meninggal dengan luka di mana-mana. Juga tambahan keterangan bahwa anak itu diculik untuk diambil organ tubuhnya.

Pesan tersebut disebarkan oleh akun Facebook Sucii pada 19 Januari lalu. “Kasihan sekali anak ini, organ tubuhnya diambil.” Begitu penggalan tulisan Sucii pada dinding Facebook-nya. Status itu disertai dua foto anak kecil. Satu sedang berpose tertawa. Satu lagi foto jenazah seorang anak dengan luka sayatan.

Baca Juga:  Salah Info Lokasi Tawuran

Ada juga foto selebaran berisi imbauan yang mencatut nama Binmas Polda Jabar. Dalam imbauan itu disebutkan bahwa masyarakat harus mewaspadai adanya penculik anak usia 1–12 tahun. Penculik disebut menyamar sebagai penjual, om telolet, orang gila, ibu hamil, hingga pengemis.

Hoax seperti yang disampaikan Sucii sebenarnya sudah lama dibasmi oleh individu atau kelompok-kelompok anti-hoax. Termasuk Indonesian Hoax Busters. Asal-usul hoax tersebut ternyata beredar di Malaysia pada 2014. Saat itu Kepolisian Diraja Malaysia sudah membantah dan menyatakan bahwa kabar tersebut hoax. Bahkan, polisi setempat mengultimatum si penyebar hoax.

Nah, pesan hoax itulah yang kemudian direproduksi di Indonesia. Foto anak yang sama tetap digunakan, tapi dibumbui pesan imbauan yang mencatut kepolisian. Bahkan, Kapolri sebenarnya sudah pernah membantah kabar itu pada sejumlah media. Sekali lagi, waspada boleh, tapi menjadi korban berita bohong jangan. (gun/c7/fat)

Baca Juga:  Penyebar Hoax Bom Gereja Ditangkap

FAKTA

Foto anak yang disebut korban penculikan untuk diambil organ tubuhnya adalah pesan palsu yang beredar di Malaysia pada 2004.

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Hoax Atau Tidak
Share1TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Lima Parpol Belum Penuhi Syarat

Next Post

Komisi II Minta DAK Formula Baru

Related Posts

Dikira Bukan Istri Sandi
Hoaks atau Tidak?

Dikira Bukan Istri Sandi

19 Oktober 2018, 13:30
Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais
Hoaks atau Tidak?

Viralnya Tulisan Clickbait Kapolri vs Amien Rais

18 Oktober 2018, 11:49
Heboh Paket Gelap di Jogja
Hoaks atau Tidak?

Heboh Paket Gelap di Jogja

16 Oktober 2018, 11:49
Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos
Breaking News

Warga Dihebohkan Informasi Penculikan di Medsos

13 Oktober 2018, 11:05
Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila
Hoaks atau Tidak?

Hoax Dihipnosis Pria Baju Lambang Pancasila

6 Oktober 2018, 11:49
Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap
Hoaks atau Tidak?

Foto Tol Balikpapan–Samarinda, Bukan Gedebage–Cilacap

3 Oktober 2018, 11:49

Terpopuler

  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Residivis Bontang Berulah Lagi, Uang Curian Rp20 Juta Ludes untuk Judi Online

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Parkiran Semrawut di Tanjung Laut Bontang, Warga Keluhkan Akses Tertutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dishub Bontang Siapkan Penataan Parkir Kafe di Tanjung Laut Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 30 Penginapan di Bontang Kuala, Baru 2 yang Bayar Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.