bontangpost.id – Bermain game bisa menjadi salah cara untuk mengisi waktu saat berpuasa pada Ramadan supaya tidak terlalu merasa lapar dan dahaga. Main game tentu sangat asik dilakukan saat ngabuburit sambil menunggu waktu datangnya waktu berbuka puasa.
Tapi sebenarnya, bagaimana hukum main game saat berpuasa di bulan Ramadan? Boleh atau haram karena tindakan sia-sia ?
Menjawab pertannyaan tersebut di atas, Ustad Solmed mengatakan bahwa bermain game hukum asalnya adalah mubah atau boleh dilakukan, termasuk saat Ramadan. Dengan catatan, game yang dimainkan tidak mengandung unsur pornografi, tidak melakukan perjudian dan tidak melanggar ketentuan dalam syariat Islam.
“Tidak ada yang melarang orang main game. Islam sangat toleran terhadap apapun yang sifatnya masih mubah,” kata ustad Solmed kepada JawaPos.com.
Akan tetapi hukum bermain game ini bisa bergeser hukumnya dari mubah menjadi makruh atau bahkan haram. Bermain game bisa masuk dalam kategori makruh, apabila bermainnya dilakukan secara berlebihan namun tidak sampai meninggalkan kewajiban seperti salat, puasa, atau kewajiban lain.
Hukum bermain game saat berpuasa di bulan Ramadan juga bisa menjadi haram apabila bermainnya sampai lupa waktu bahkan meninggalkan kewajiban yang seharusnya ditunaikannya sebagai seorang muslim dan muslimah.
“Tapi kadang yang boleh bisa menjadi sesuatu yang haram. Misalnya disuruh belanja, diminta tolong orang tuanya malah membantak, marah-marah gara game. Jadi durhaka ke orang tua gara gara game, tidak salat, itu yang tidak boleh,” tuturnya.
Hukum dalam Islam bisa bergerak cukup dinamis tergantung sebab-musababnya. Oleh karena itu, dalam bermain game apalagi pada bulan Ramadan, ustad Solmed menyarankan sebaiknya diukur oleh diri kita sendiri apakah masuk dalam kategori berlebihan atau permainan game masih dalam batasan wajar untuk sekedar mencari hiburan.
“Tapi kalau untuk sekedar mencari hiburan tidak ada masalah. Misalkan cuma main 1 jam atau 2 jam dari 24 jam waktu yang kita miliki. Pandai-pandai saja lah dalam membagi waktu,” ungkapnya.
Dia juga mengingatkan, game sudah masuk kategori berbahaya dan tidak dianjurkan dilakukan pada bulan Ramadan apabila sudah kecanduan. Jika hal ini terjadi, maka orang itu bisa menghabiskan banyak waktunya untuk bermain game. Selain itu, dia juga rela menghabiskan uang demi membeli alat untuk menunjang permainan.
“Kalau sampai pada tahap mubazir, sebaiknya ditinggalkan,” kata ustad Solmed.
Dia juga mengungkapkan, selama masih di bulan Ramadan, sebaiknya hal-hal yang tidak membawa manfaat dan perbuatan yang sia-sia sebaiknya ditinggalkan. Sebaliknya, kita berusaha memperbanyak amalan kebaikan karena pada bulan Ramadan pahala kebaikan dilipatgandakan. Ibadah sunah ganjarannya seperti pahala ibadah wajib. Sementara ibadah wajib pahalanya dilipatgandakan berkali lipat oleh Allah SWT.
Apalagi pada bulan Ramadan, terdapat 1 malam yang lebih baik dibandingkan dengan 1000 bulan. Malam lailatul qadar. (jawapos.com)





