BONTANG – Seorang ibu yang sedang menggendong bayi dan membonceng dua anak nyaris meregang nyawa setelah ditabrak mobil minibus di Jalan Awang Long, Jumat (5/10) siang kemarin. Saking kerasnya tabrakan, ibu, bayi, dan dua anak lainnya sampai terpental dari atas motor.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi tabrakan, kejadian bermula saat mobil Xenia dengan nomor pelat KT 1549 DG melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Kantor Wali Kota lama, sekira pukul 12.30 Wita. Karena mengemudi dengan kecepatan tinggi, pengemudi Xenia hitam NS (26), tidak bisa mengontrol kendaraannya. Sehingga kendaraan pun melewati marka jalan.
“Mobilnya laju, kira-kira sekira 70-80 kilometer per jam. Karena suara dentumannya sangat keras,” kata Joni kepada Bontang post.
Alhasil, kendaraan tersebut menabrak sepeda motor Yamaha Mio KT 6610 DI yang datang dari arah berlawanan. Motor tersebut dikendarai seorang ibu bernama AR. Perempuan berumur 32 tahun ini sedang membawa ketiga anaknya.
“Saking kencangnya, anaknya terpental sekira empat meter dari titik kejadian,” ucap Joni.
Tak berhenti di situ, setelah menabrak motor, mobil lantas mengarah ke parit dan menghantam pagar warga. Setelah mobil berhenti, seketika pengemudi membuka pintu depan sebelah kiri untuk keluar dari mobil. Setelah berhasil keluar, NS duduk di samping kendaraannya dan dituntun oleh warga.
Demikian pula, ibu dan ketiga anaknya pun dibawa ke sebuah warung untuk menghindari laju kendaraan lain yang melintas. “Beruntung saat itu situasi jalan sepi. Sehingga tidak menyebabkan terjadinya kecelakaan beruntun,” kata Joni.

Salah satu anak AR, FF (8) sempat pingsan beberapa saat. Sementara anak berusia 4 tahun dengan inisial RAM mengalami luka robek di bagian kepalanya, sedangkan anak yang paling besar hanya mengalami lecet ringan di sekujur tubuhnya. AR sendiri mengalami patah kaki kanan dan luka di bagian wajah.
Kondisi ini membuat warga memberikan pertolongan lanjutan. Mobil yang melintas pun diberhentikan untuk mengantar korban lakalantas agar mendapat perawatan medis di RS Amalia.
“Ketika saya gendong anaknya yang 4 tahun saya kira tidak apa-apa, tetapi setelah saya lihat baju saya ternyata ada darah yang keluar dari kepalanya. Kalau yang bayi tadi kata rekan saya sempat terdiam,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan Bontang Post, mobil yang dikendarai NS ringsek bagian depan. Selan itu, ban depan sebelah kiri pun lepas. Sementara kondisi sepeda motor juga mengalami kerusakan di bodi bagian depan.
Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti melalui Kasat Lantas AKP Irawan Setyono mengatakan, kejadian ini akibat kelalaian dari NS. Ia tidak mampu menguasai kendaraan sehingga melebar dan menabrak.
“Untuk saat ini, diduga NS mengalami depresi,” kata Irawan.
Pihak kepolisian pun masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim medis berkenaan sehubungan kondisi yang dialami NS. Di samping itu, saksi dan korban masih dimintai keterangan lebih lanjut di Mapolres Bontang. Termasuk total kerugian akibat dari peristiwa ini. (ak/mga)







