• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Breaking News

Iuran Sampah Masih Menjadi Polemik Warga

by BontangPost
8 September 2018, 11:02
in Breaking News
Reading Time: 2 mins read
0
ilustrasi

ilustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

SANGATTA – Penarikkan iuran sampah setiap bulannya, nampaknya masih menjadi polemik di antara warganya. Terlebih saat masyarakat harus bayar uang sampah di PDAM dan tarikan RT.

Seorang warga Sangatta Selatan, Jusmiati merasa bingung perihal iuran sampah yang harus dibayar di PDAM, ia merasa hal itu tidak saling sinkron. Terlebih dirinya harus pula membayar tarikkan sampah di kawasan rumahnya.

“Loh dua kali saya bayar, pernah sih dijelasin sama orang PDAM, tapi kenapa bayar lagi di RT,” ujarnya saat diwawancarai.

Menurut Ketua RT 09 Jalan Antasari, Sirajang, menarik iuran ke masyarakat dinilai warga bukan hal baru. Karena selama ini pengurus RT memang kerap menagih uang ke warga untuk membayar petugas kebersihan yang masuk gang.

Baca Juga:  Tak Ada Aturan Baru, Pakai Regulasi Lama 

Di Sangatta Kutim, pengurus RT boleh menagih iuran ke masyarakat untuk pengelolaan lingkungan. Syaratnya iuran tersebut harus dikelola transparan dan benar untuk lingkungan.

“Truk pengangkut sampah memang ada dari pemerintah, hanya saja mereka tidak masuk ke dalam gang. Uang iuran inilah yang kami bayar untuk tukang yang masuk dalam,” ungkapnya.

Bahkan menurutnya bupati tidak mempermasalahkan itu, selagi dari dan untuk kebaikan masyarakat umum. Dia menceritakan, penarikan iuran sudah berlangsung selama 11 tahun lamanya, bahkan hal tersebut tidak sia-sia. Pasalnya, kawasan lingkungannya meraih gelar kampung percontohan.

“Sebenarnya pengelolaan itu tergantung RT nya masing-masing, bagaimana cara mereka mengimplementasikannya, mengelola anggaran yang ada untuk kepentingan wilayah,” pungkasnya.

Baca Juga:  Dihukum Seumur Hidup, Pembantai Ibu dan Anak Menangis

Sekira 200 Kepala Keluarga (KK) di RT tersebut rutin menyetor uang sebanyak Rp 20 ribu per bulan, sebagai uang kebersihan. Tetapi, dalam pelaksanaannya tidaklah mudah, ia kerap bertemu dengan warga yang enggan membayar. Terlebih yang merasa sudah membayar di PDAM.

“Saya paling beri pengertian pada warga yang sudah bayar. Bahwa kami juga membayar pengangkut yang beroperasi ke dalam gang,” jelasnya.

Selain itu, truk sampah pun tidak mengangkut setiap hari. Ada kalanya sampah tersebut tidak diangkut dan mengharuskan petugas yang kami bayarlah yang mengangkutnya hingga ke TPA.

“Warga juga mudah. Tidak repot harus jauh-jauh buang sampah, simpan saja di halaman rumah, nanti petugas dalam gang yang mengambil,” tutupnya. (*/la)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Iuran SampahSangatta Post
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

139 Operator Desa Ikuti Diklat

Next Post

Tempat Ibadah Jadi Wisata Alternatif

Related Posts

Beredar Pemberlakuan Iuran Sampah untuk Rumah Makan, DLH Bontang; Itu Penipuan
Bontang

Beredar Pemberlakuan Iuran Sampah untuk Rumah Makan, DLH Bontang; Itu Penipuan

30 September 2024, 10:45
Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el
Breaking News

Tegaskan Hanya Boleh Satu KTP-el

24 Desember 2018, 15:30
Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri
Breaking News

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri

24 Desember 2018, 15:10
Pemkab Harus Terbuka
Breaking News

Pemkab Harus Terbuka

24 Desember 2018, 15:05
Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus
Breaking News

Daerah Perbatasan Butuh Pengawasan Khusus

24 Desember 2018, 15:00
Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 
Advertorial

Dua Tahun Bebas Karhutla, PT EBL Beri Penghargaan 

24 Desember 2018, 08:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.