bontangpost.id – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kaltim tidak berencana untuk memindahkan buaya di sungai Kanibungan.
Pengendali Ekosistem Hutan SKW II Tenggarong BKSDA Kaltim, Ridho Ridhana menerangkan evakuasi buaya tidak dilakukan mengingat daerah tersebut merupakan habitatnya di muara.
“Dia (buaya) lebih nyaman di situ,” tegasnya saat dihubungi.
Namun pihaknya telah melakukan pertemuan dengan salah satu warga Guntung yang mempunyai ikatan batin dengan buaya yang dikenal dengan nama Riska tersebut. Pihaknya memberikan surat pernyataan untuk turut menjaga habitat buaya tersebut
“Sudah ditandatangani di atas materai,” ucapnya.
Poin-poin dalam surat pernyataan itu di antaranya tidak boleh memelihara atau mengurung buaya tersebut.
“Membebasliarkan di alam, karena memang habitatnya di alam,” ujarnya.
Ia pun menyarankannya untuk tidak banyak mengekspos keberadaan Riska. Serta saat diberi makan untuk berhati-hati, karena potensi untuk menyerang orang sangat besar sebab nalurinya sebagai hewan buas masih ada.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Kehadiran buaya tidak asing lagi bagi warga Guntung. Mengingat beberapa warga yang beraktivitas di laut, sering menjumpai buya di perairan tersebut.
“Bukan hanya Riska, tetapi masih banyak lagi buaya di sana,” ujarnya. (*)







