• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Jalur Udara Timur Tengah Rawan, Kemenhaj Kaltim Imbau Jemaah Umrah Tunda Keberangkatan

by Redaksi Bontang Post
4 Maret 2026, 11:00
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan. (EKO PRALISTIO/KP)

Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan. (EKO PRALISTIO/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kalimantan Timur mencermati secara serius dampak konflik Iran terhadap penyelenggaraan ibadah umrah.

Situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah dinilai berpotensi memengaruhi keamanan jalur penerbangan menuju Arab Saudi, terlebih jadwal keberangkatan jemaah terus mendekat.

Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, mengatakan pemerintah pusat telah mengambil langkah antisipatif sejak 28 Februari lalu. Secara nasional, kementerian mengimbau adanya penyesuaian jadwal penerbangan umrah yang dinilai berpotensi terdampak situasi keamanan kawasan.

“Secara nasional sudah ada imbauan agar beberapa penerbangan menuju Arab Saudi dilakukan penjadwalan ulang, penundaan, bahkan pembatalan. Tujuannya satu, memastikan penerbangan tetap aman,” kata Mohlis, Selasa (3/2/2026).

Menurutnya, keselamatan jemaah menjadi prioritas utama. Karena itu, calon jemaah diminta tetap tenang dan mengikuti informasi resmi dari maskapai penerbangan maupun Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Maskapai seperti Saudi Airlines, Garuda Indonesia, Qatar Airways, dan lainnya disebut memiliki standar keamanan tersendiri serta melakukan evaluasi berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

“Maskapai tentu memahami secara langsung kondisi keamanan jalur udara internasional. Itu menjadi dasar dalam menentukan jadwal penerbangan,” ujarnya.

Kemenhaj bersama otoritas Arab Saudi dan lembaga terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan pelayanan terhadap jemaah tetap berjalan aman.

Di daerah, Kanwil Kemenhaj berperan melakukan pemantauan dan koordinasi, sementara kebijakan utama berada di tingkat pusat, termasuk pengawasan terhadap PPIU dan penyelenggaraan haji dan umrah (PHU).

Sejauh ini, pergerakan keberangkatan umrah praktis terhenti. Keberangkatan hanya berlaku bagi jemaah yang sebelumnya telah berada di Arab Saudi.

Akibatnya, jumlah jemaah yang terdampak belum dapat dihitung secara pasti. Kemenhaj Kaltim memilih menunggu data valid sebelum menyampaikan angka resmi kepada publik.

“Kami tidak ingin berspekulasi apakah puluhan atau ratusan. Kalau data sudah lengkap, pasti akan kami sampaikan,” tegas Mohlis.

Ia menjelaskan, konflik Iran dan Israel melibatkan wilayah yang menjadi lintasan penerbangan menuju Tanah Suci. Kondisi tersebut membuat aspek keamanan jalur udara menjadi pertimbangan utama.

“Sekarang perang sudah menggunakan teknologi jarak jauh. Itu yang menjadi perhatian kami, terutama terkait keamanan jalur udara,” ucapnya.

Untuk sementara, masyarakat yang telah merencanakan perjalanan umrah diimbau menunda keberangkatan hingga situasi benar-benar kondusif. Kekhawatiran utama pemerintah adalah potensi gangguan keamanan di kawasan konflik.

Di tengah situasi tersebut, minat masyarakat untuk mendaftar umrah disebut masih tinggi. Namun, keputusan pemberangkatan sepenuhnya berada di tangan PPIU sebagai penyelenggara perjalanan.

“Kemenhaj di daerah hanya memberikan izin operasional PPIU. Teknis keberangkatan sepenuhnya menjadi kewenangan mereka dengan koordinasi pusat,” pungkasnya. (KP)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: konflik timur tengah
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Jalan Zamrut Bontang Rusak Akibat Bekas Galian, Perbaikan Dianggarkan Rp1,3 Miliar

Next Post

447 Petugas Kebersihan Bontang Terima Bantuan Sembako, Neni Minta Maksimal Bekerja

Related Posts

No Content Available

Terpopuler

  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Satpol PP dan Dishub Kembali Tertibkan PKL dan Parkir Liar di Trotoar Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Renovasi Rujab Kaltim Rp25 Miliar Sampai ke Pusat, Kemendagri Turunkan Tim Periksa Belanja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.