• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Januari, Ada Destinasi Wisata Baru

by BontangPost
8 Desember 2017, 10:51
in Advertorial
Reading Time: 2 mins read
0
DESTINASI BARU: Bontang Mangrove Park Saleba siap dibuka di Januari 2018. BMP merupakan wilayah konservasi TNK wilayah Bontang. ( Foto : TNK FOR BONTANG POST )

DESTINASI BARU: Bontang Mangrove Park Saleba siap dibuka di Januari 2018. BMP merupakan wilayah konservasi TNK wilayah Bontang. ( Foto : TNK FOR BONTANG POST )

Share on FacebookShare on Twitter
DESTINASI BARU: Bontang Mangrove Park Saleba siap dibuka di Januari 2018. BMP merupakan wilayah konservasi TNK wilayah Bontang. ( Foto : TNK FOR BONTANG POST )

Kawasan Konservasi Mangrove di Saleba

BONTANG – Satu lagi destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Kota Taman yakni Bontang Mangrove Park (BMP) Saleba. Namun, BMP baru bisa dikunjungi di bulan Januari 2018 mendatang. Karena masuk kawasan konservasi Taman Nasional Kutai (TNK) diharapkan pengunjung bisa menjaga kelestarian yang ada di dalamnya dengan tidak merusak dan tidak membuang sampah sembarangan.

Kepala TNK, Nurpatria mengatakan bahwa BMP merupakan bagian dari destinasi baru TNK yang ada di Bontang. Pasalnya, TNK dibagi 2 kabupaten dan 1 kota yakni Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kota Bontang. “Kebetulan yang di Bontang, kawasan Taman Nasional itu adanya di mangrove Saleba seluas 290 hektare,” kata Nur.

Menurut Nur, destinasi BMP ini cukup berbeda karena masuk kawasan konservasi. Di mana ada 3 hal penting yakni perlindungan sistem penjaga kehidupan, pengawetan keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, serta pemanfaatan dan pelestarian sumber daya alam dan sekitarnya. “Design-nya ini sampai 2019, tetapi di 2018 masyarakat sudah bisa menikmati kegiatan wisata alam. Tetapi basisnya tetap konservasi, edukasi, rekreasi dan kesehatan,” ungkap dia.

Untuk membuat multiplier effect-nya, Nur menyatakan akan berkolaborasi dengan warga sekitar untuk diberdayakan. Misalnya BMP nanti akan dilengkapi dengan tempat penjual kuliner dan souvenir khas Bontang. Tetapi masyarakat sekitar yang bisa menikmati bukan dari luar wilayah Saleba.

Adapun didalam BMP tersebut, saat ini masih proses pembangunan. Nur mengatakan BMP ini disertai footwalk sepanjang 1,3 kilometer dengan salah satu jembatan di tengah wilayahnya yang tentu semakin mempercantik kawasan konservasi mangrove tersebut. Terdapat pula menara yang bisa dinaiki oleh pengunjung setinggi 20 meter untuk melihat pemandangan yang indah dari atas. Untuk edukasinya, akan dijelaskan semua jenis pohon mangrove beserta manfaatnya. “Kami juga melengkapi dengan shelter-shelter untuk tempat beristirahat,” ujarnya.

Untuk pendanaannya, Nur mengatakan BMP dibangun menggunakan dana APBN senilai Rp 2,3 miliar untuk tahun ini. Sementara tahun depan dan tahun 2019 belum dipastikan anggaran yang digelontorkan. Selain itu, ada beberapa CSR dari perusahaan dan stakeholder yang ada di Bontang dan Kutim. “Prinsipnya adalah untuk gotong royong dan masyarakat merasakan manfaatnya dengan adanya Taman Nasional, progresnya saat ini sudah 90 persen,” terang dia.

Nur menyatakan saat ini diharapkan pengunjung bersabar jika ingin berwisata ke BMP. Mengingat kondisinya yang belum rampung dan masih pembangunan. Karena dikhawatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan jika masyarakat memaksa untuk mengunjunginya. “Masih ada tukang yang bekerja, kalau banyak pengunjung tukang bisa terganggu dan jika ada hal-hal yang tidak diinginkan, siapa yang akan bertanggungjawab? Sehingga kami mohon bersabar, bukan ditutup tetapi ada waktunya,” ujarnya.

Sesuai ketentuan PP RI nomor 12 tahun 2014 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kehutanan, Nur menyatakan untuk masuk ke BMP akan ditarik retribusi berupa karcis dengan harga Rp 5 ribu hari kerja dan Rp 7.500 hari libur bagi pengunjung lokal. Sementara pengunjung internasional dikenakan tarif Rp 150 ribu hari kerja dan Rp 225 ribu untuk hari libur. “Uang itu nantinya langsung masuk kas negara, bukan untuk TNK,” tutupnya. (mga)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

ASTAGA!!! Pemilik Ponpes Cabuli 5 Santriwati, Korbannya Ada yang Hamil 6 Bulan

Next Post

Bantaran Sungai Segera Ditata Ulang 

Related Posts

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine
Kesehatan

Empat Tanda Kerusakan Ginjal yang Bisa Dikenali Lewat Urine

31 Oktober 2026, 19:05
Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat
Bontang

Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

31 Oktober 2026, 15:33
Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu
Kaltim

Jatam Soroti Ancaman Tambang dan Sawit terhadap Habitat Badak Pari di Mahulu

31 Oktober 2026, 14:10
25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah
Bontang

25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

31 Oktober 2026, 11:23
Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang
Kriminal

Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

31 Oktober 2026, 10:54
3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri
Kaltim

3.485 Pekerja di Kaltim Terdata Kehilangan Pekerjaan, Penyebabnya Masih Ditelusuri

31 Oktober 2026, 10:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.