bontangpost.id – Pelajar di SMKN 1 Bontang mendapat giliran untuk penyaluran vaksin, Kamis (2/9). Namun demikian, tidak seluruh siswa di satuan pendidikan tersebut memperolehnya. Pasalnya, Dinas Kesehatan (Diskes) hanya memberikan kuota 900 dosis vaksin Sinovac.
Kepala SMKN 1 Bontang Kasman Purba mengatakan total siswa di sekolahnya mencapai 1.385. Akibat jatah itu, pihak sekolah melakukan skema pengaturan. Nantinya hanya menyasar kelas XIII, XII, XI, dan sebagian kelas X. Kelas XIII merupakan jurusan yang dibuka untuk ditempuh selama empat tahun. Kompetensi keahliannya mencakup teknik otomasi industri dan kimia analis.
“Kami melakukan pendataan terkait pelajar mana yang siap untuk divaksin,” kata Kasman.
Adapun siswa yang dalam kondisi tidak fit, baru terpapar kurun dari tiga bulan belakangan, dan sudah mendapatkan vaksin dikeluarkan dari data penerima kali ini. Sementara siswa kelas X yang belum mendapatkan jatah akan dilaporkan ke Diskes. Harapannya bisa dimasukkan dalam gerbong penyaluran berikutnya.
“Sisanya menunggu kuota dari pemerintah supaya kalau ada stok bisa menjadi peserta berikutnya,” ucapnya.
Menurut dia, sekolah mendapatkan informasi jadwal vaksin, Senin (30/8) lalu. Selanjutnya sekolah melakukan pendataan hingga H-1 penyaluran. Rencananya penyaluran dilakukan di Gedung Arena MTQ, kawasan Stadion Bessai Berinta. Pemilihan lokasi tersebut lantaran berdasarkan pantauan Diskes, tidak ada bangunan sekolah yang representatif untuk pelaksanaan vaksinasi.
“Diskes sudah ke sini (sekolah), tidak tersedia ruangan yang besar. Kalau di ruangan kelas tidak memungkinkan,” sebutnya.
Penyaluran bakal dilakukan mulai 08.00 hingga 12.00 Wita. Ia berharap siswa datang sesuai jadwal yang telah ditentukan. Jika melebihi 12.00 Wita maka tidak dilayani. Pembagian jadwal telah disusun sekolah per jamnya diisi oleh 112 pelajar. Tujuannya untuk menghindari kerumunan dalam jumlah besar.
“Informasi ini sudah disebar oleh tiap wali kelas kepada pelajar,” tutur dia.
Dengan adanya vaksinasi ini, sekolah lebih percaya diri dalam menyongsong rencana pembelajaran tatap muka (PTM). Meski menurut Kemendikbud, vaksinasi bukan menjadi indikator bisa digelarnya PTM. Tetapi mengacu kondisi daerah berdasarkan hasil assesmen kriteria pandemi Covid-19.
Nantinya jika Pemkot Bontang mengizinkan PTM, maka sekolah akan meminta restu kepada Pemprov Kaltim. Mengingat jenjang sekolah menengah atas atau sederatnya ranah Disdikbud Kaltim. “Tentunya dengan pertimbangan yang ada. Mengingat jika masuk bersamaan maka ada sekira 650 siswa yang menempuh PTM. Jumlah ini terlalu banyak jika harus 50 persen kapasitasnya,” terangnya.
Saat ini, Bontang masuk kriteria PPKM level 3. Artinya PTM bisa diselenggarakan secara terbatas. Dengan kapasitas maksimal 50 persen tiap kelasnya. Per pekan siswa masuk dua kali. Durasinya dua jam paling banyak tiap harinya.
Sementara Kepala Diskes dr Bahauddin mengatakan penyaluran vaksin di kategori remaja dilakukan secara bertahap. Berdasarkan satuan pendidikan. Hal ini mengacu ketersediaan vaksin yang diterima Pemkot Bontang. Sejauh ini, sejumlah sekolah yang sudah mendapatkan vaksinasi meliputi MAN Bontang, Mts DDI, SMPN 1, SMPN 4, dan SMAN 1. “Kalau nanti ada suplai lagi maka akan diarahkan ke sekolah lainnya,” urainya.
Penyaluran ini membutuhkan durasi dua hari. Hari pertama sebanyak 500 dosis akan disalurkan. Sisanya pada 3 September mendatang. Satu tim tenaga kesehatan disiapkan. Berisi 25 orang. Diketahui per 30 Agustus capaian vaksinasi remaja baru mencapai 2.267 untuk dosis pertama atau 12 persen. Sementara dosis kedua angkanya lebih kecil yakni 73 atau 0,4 persen. Dari target sebanyak 18.929 remaja. (*/ak)






