• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Jelajah Hutan Kutim (1): Menikmati Karya Seni Nan Agung yang Terukir di Bebatuan

by Fitri Wahyuningsih
13 Juli 2020, 17:00
in Bontang, Feature
Reading Time: 3 mins read
0
Wisata Batu Lapis, Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kutim. (Nasrullah/bontangpost.id)

Wisata Batu Lapis, Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kutim. (Nasrullah/bontangpost.id)

Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Saya ingat satu kutipan menarik dari film The Secret Life of Walter Mitty. “Beautiful things don’t ask for attention.” Dalam terjemahan bebas: hal-hal yang mempesona tak pernah cari perhatian. Alih-alih “gila” perhatian, sesuatu yang memukau itu diam saja. Tak pernah pamer. Tapi orang-orang yang memburunya. Dengan berbagai cara. Meski itu mahal. Meski itu melelahkan.

Kutipan ini agaknya cukup menggambarkan bagaimana perjuangan saya dan teman-teman jurnalis Bontang menuju Batu Lapis. Terletak di Desa Kaliorang, Kecamatan Kaliorang, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Adapun Batu Lapis sebuah kawasan di “permukaan” rimba borneo. Spot andalan bagi mereka yang suka atau ingin mencumbu alam dengan lebih mesra.

Jadi persoalan, sebab untuk menuju Batu Lapis butuh perjuangan. Setidaknya bagi kami. Dari Bontang menuju Kaliorang, dibutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan darat. Mesti menyusuri jalan antarkota/kabupaten Kaltim yang “mulusnya” sungguh luar biasa itu. Sampai-sampai kami seolah lagi disko di atas mobil. Saking kuatnya getaran karena jalan berlubang atau patah atau amblas.

Baca Juga:  Kutim Steril dari Lokalisasi

Setibanya di Kaliorang pun, kami tidak bisa langsung tiba di lokasi yang dituju. Sebab Batu Lapis tak bisa dijangkau dengan mobil. Kami harus berjalan kaki. Kata kawan dari backpacker Sangatta, yang kebetulan mendampingi. Setidaknya kami harus berjalan kaki sekitar 20 menit.

Kala itu mentari sedang terik-teriknya. Kulit kami terasa dibakar surya. Tapi kaki harus tetap melangkah. Enggan berjalan artinya tak akan tiba di Batu Lapis.

Medan yang dilalui menukik. Dengan jalan yang sepenuhnya masih tanah. Agak becek juga karena sebelumnya Kaliorang diguyur hujan.

Setidaknya bagi saya, jalan menurun tak terlalu berat. Yang bikin lelah karena ada carrier di punggung. Dan beberapa barang mesti ditenteng tangan. Sisanya, saya masih bisa menikmati perjalanan. Hijaunya pepohonan di kanan kiri jalan bikin hati rasanya damai.

Sekitar 20 menit jalan kaki, kami tiba di gerbang memasuki Batu Lapis. Bisa dibilang ini mirip gerbang rimba juga. Karena kami benar-benar membelah hutan. Sisanya, kami tenggelam di dalamnya.

Tiba di Batu Lapis, kami langsung disuguhkan aliran air yang mengadang tepat di depan mata. Sebab aliran itu pula yang mesti kami belah untuk kemudian sampai di spot camping.

Kalau lihat bentang alam di sekitar, tak sukar menerka mengapa tempat ini dinamai “Batu Lapis”. Karena seperti namanya, jejalan bebatuan membentang, sepanjang aliran sungai. Bebatuan tersebut terpahat alami, banyak guratan-guratan di badannya. Serupa betul dengan kue lapis yang setengahnya sudah digigit. Sementara di kanan kiri bebatuan, pohon-pohon menjulang tinggi.

Baca Juga:  Mengaku Khilaf, Tersangka Cabul Tak Menyangka Dipolisikan Korban

Dengan kontur tanah tak rata, aliran air jatuh dalam tingkatan berbeda. Jadi terbentuk semacam air terjun mini di beberapa titik.

Kemudian spot camping. Lokasinya tepat di tepi aliran air. Melihat kontur tanah sekitar, lebih disarankan membawa hammock saja sebagai tempat istirahat. Bisa bawa dome, tapi terbatas. Paling banter cuma bisa berdiri dua dome masing-masing berukuran 2×2 meter.

Batu Lapis bisa dikatakan masih alami. Kendati tak sedikit yang sudah menjamah tempat ini. Bukti masih terjaganya alam sekitar, bisa dilihat dari air yang mengalir. Airnya jernih. Benar-benar dari hujan yang mengguyur hutan. Bahkan bisa dikonsumsi langsung. Tak berbau. Tak ada limbahnya.

Bagi kalian yang ingin menghilangkan sedikit beban usai menjalani rutinitas sehari-hari, tempat ini bisa jadi rekomendasi. Meski perlu jalan kaki dulu, tapi tak sukar dijangkau. Pun lokasinya terbilang masih di sisi luarnya hutan. Belum jantungnya.

Baca Juga:  205 Perkara Narkoba Disidangkan, Semuanya Dituntut Bersalah 

Tapi tidak disarankan membawa anak kecil. Beberapa titik bebatuan berlumut. Licin ketika dilalui. Salah-salah bisa tergelincir kalau tidak fokus. Pun ada aliran air yang berbentuk kubangan cukup dalam. Sementara tak ada pembatas antara lokasi camp dan kubangan itu.

Oh ya satu lagi. Tempat ini masih asri. Jadi ketika camping jangan meninggalkan apapun. Sampah sisa makanan baiknya dibakar atau dibawa ketika meninggalkan lokasi camp.

Di tempat ini, kami hanya tinggal semalam. Sebab ada destinasi lain yang kami tuju. Tak jauh dari Batu Lapis. Masih di Kaliorang juga. Tempat itu cukup tersohor. Ia dikenal dengan Air Terjun Batu Putih. (bersambung)

Tags: batu lapisfeaturejelajah hutan kutimkaliorangkutim
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Serap Aspirasi Pembelajaran Daring, Komisi I Kunjungi Tiga SMP Negeri

Next Post

Kualitas dan Kuantitas Sembako BLT Jilid Ketiga Berbeda, Harga Survei Jadi Patokan

Related Posts

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar
Kaltim

Proyek Rp12,8 Miliar di Kutim Diperiksa Kejari, Dugaan Kerugian Negara Capai Rp2,25 Miliar

25 September 2026, 15:18
Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao
Feature

Di Balik Rambu Solo’ Terbesar di Bontang, Kisah Penghormatan Terakhir untuk Tokoh Adat Toraja Ester Madao

29 Juli 2026, 16:02
Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit
Kaltim

Misteri Pelajar SMP Tewas dengan Luka di Leher di Kutim Terungkap, Polisi Sebut Tersayat Dodos Sawit

21 Juli 2026, 16:05
DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026
Kaltim

DPRD Kutim Pertimbangkan Hak Interpelasi untuk Bupati, Soroti Mandeknya Realisasi APBD 2026

3 Juli 2026, 18:44
Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau
Kaltim

Jembatan Sei Nibung Kutim Dibuka, Pangkas Jarak 140 Km dan Hemat 4 Jam Perjalanan ke Berau

25 Februari 2026, 15:54
NU Dapat Tambang dari Penciutan Lahan Tambang KPC
Kaltim

Kementerian ESDM Gugat Balik Warga Kutim, Pemerintah Disebut Bebal dan Lebih Berpihak ke Pemodal

6 Oktober 2025, 19:00

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.