• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Feature

Mengenal Christian Kustedi, CEO Muda Perusahaan Reseller

by M Zulfikar Akbar
21 April 2018, 07:00
in Feature
Reading Time: 3 mins read
0
PEKERJA KERAS: Christian Kustedi telah menggeluti beberapa usaha dan jatuh bangun. (AYU LYSNA/RADAR TARAKAN)

PEKERJA KERAS: Christian Kustedi telah menggeluti beberapa usaha dan jatuh bangun. (AYU LYSNA/RADAR TARAKAN)

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap orang pastinya memiliki pola kesuksesan yang berbeda-beda. Begitu juga dengan Christian Kustedi. Menjadi CEO dan co-Founder dusdusan.com, sebuah platform komunitas reseller yang memiliki lebih dari 40.000 reseller aktif se-Indonesia, salah satunya di Kota Tarakan. Perjalanan yang dilaluinya tidaklah mudah. Berikut kisah perjalanan yang penuh inspirasi.

AYU LYSNA

MESKI lahir di Jakarta, Christian menghabiskan masa sekolah di Tangerang, Banten. Pria kelahiran 1 Januari 1986 itu menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di provinsi tetangga.

Sang ayah menjalankan bisnis sendiri dengan membuka bengkel untuk kendaraan mobil kala itu. Perlahan-lahan berkembang dan makin besar.

Tetapi pada 1998, bisnis sang ayah terdampak krisis. Dari titik itulah mulai turun. Bengkel mulai menjamur.

Ia menceritakan, setelah menuntaskan sekolah, melanjutkan ke jenjang kuliah dengan mengambil jurusan desain grafis di Universitas Pelita Harapan, Karawaci. Sesuai dengan harapan, kuliahnya berjalan lancar. Bahkan, sejak semester II, Christian kerap ditawari pekerjaan di paruh waktu. “Karena memang saya menyukai bidang tersebut,” ungkapnya.

Hingga masuk ke semester VI, ia membuka studio desain bernama Kamarupa yang menerima jasa grafis dan web design bersama dua partner-nya di perkuliahan. Berjalan hingga sekarang, akhirnya bertemu dengan dua orang klien yang kini menjadi partner-nya di dusdusan.com.

Baca Juga:  Nasib Pekerja Agensi Kreatif di Bontang Selama Pandemi: Hidup Segan Mati Tak Mau

“Dari Kamarupa saya berkenalan dengan klien yang akhirnya menjadi partner bisnis. Jadi, selama 10 tahun bekerja, kami merancang proyek simple hingga brand development. Akhirnya kami duduk bareng dan sepakat berkolaborasi di dusdusan.com,” paparnya.

Terbentuk pada tahun 2014 akhir lalu, bisnisnya itu menjalani masa panjang. Christian mengaku, sudah dua kali berganti model bisnis. Awalnya hanya sebagai online distribution untuk pabrik.

“Tapi sistem B to B ini hanya dijalankan dua bulan. Respons market kurang bagus, kami kemudian pivot menjadi B to C yang kemudian jalan selama kurang lebih enam bulan,” tuturnya.

“Sistem kedua ini cukup baik, pertumbuhannya naik terus tetapi kami merasa terlalu berat karena menjual barang dengan harga murah. Terlalu tinggi biayanya,” tambahnya.

Namun, seiring berjalannya waktu dengan fase enam bulan tersebut, timnya mulai bangkit dengan mulai mempertajam dari bisnis model dan produk diubah menjadi full reseller. Pria berkacamata ini memaparkan bahwa pada tahun 2017 baru perusahaannya benar-benar diresmikan.

“Saat itu, ada orang yang membeli produk yang sama berkali-kali untuk dijual kembali. Akhirnya, kami mulai fokus satu titik menjual banyak, makanya namanya dusdusan karena belinya tidak hanya satuan,” katanya.

Baca Juga:  Antarikan.com, Layanan Jual Beli Ikan Daring Buatan Anak Samarinda

Saat ini, fokus Christian adalah terus mengembangkan usaha yang dibinanya. Tak hanya sebagai CEO dusdusan.com, pria yang murah senyum ini juga masih menjalankan studio Kamarupa miliknya. Berbagai usaha yang dilaluinya ini memang tidak mudah. Terbukti, saat ia mengungkapkan bahwa mulai duduk di bangku SMA sangat suka berdagang dan membangun jaringan. Kala itu, Christian memang kerap membuat merchandise.

“Saya buat merchandise baju, banyak sekali yang memesan kala itu”, tuturnya.

Hal ini terus dilakukannya hingga masuk ke dunia perkuliahan. Diakuinya, merchandise yang ditawarkan sangat banyak peminatnya, penjualannya pun terus meningkat. Hingga ia ditegur pihak kampus, tapi teguran itu tidak membuatnya mundur apalagi berhenti. Christian mulai mengembangkan usahanya dengan menawarkan merchandise ke dalam kampus-kampus lain.

“Saya selalu melihat peluang-peluang yang ada, ya selama merchandise resminya tidak ada, saya pasti akan ambil peluang itu, tapi kalau yang resmi sudah ada akan mencari peluang lain karena tidak ingin konsumen saya merasa dibohongi,” papar Christian.

Christian mengungkapkan, selain berjualan, ia juga hobi mendesain menyalurkan dan meningkatkan kemahiran. “Kalau saya desainnya biasa saja, tapi dua orang teman saya itu desainnya keren–keren, makanya saya rangkul mereka untuk buka studio Kamarupa ini,” tuturnya sambil tersenyum.

Baca Juga:  Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

Kerjasama yang dijalin bersama dua rekannya sudah berjalan selama 10 tahun, usaha ini berjalan lancar karena semuanya berperan sesuai dengan keahlian kami masing-masing.

“Sebagai partnership, tentunya kami memiliki tugas yang berbeda-beda sesuai keahlian masing-masing pastinya. Saya tugasnya mencari klien karena memang saya hobi jualan, sedangkan kedua partner saya karena jago desain ya tugasnya mendesain sesuai keinginan klien,” tambahnya.

Christian sudah banyak menjalankan berbagai bisnis, tentu saja ada yang bertahan dan tidak, hingga akhirnya ia memutuskan untuk serius menekuni bisnis yang memang sesuai dengan hobinya yaitu desain dan berjualan.

Bisnis dengan konsep berjualan melalui online yang menjadi pilihan Christian pada akhirnya yaitu dusdusan.com dengan menggandeng partner yang berbeda. “Bisnis saya bisa sukses karena saya memiliki partner yang kemampuannya bersinergi satu sama lain, sehingga kekuatan kami berbeda tapi saling mendukung sehingga membuat bisnis kami kokoh hingga sekarang,” tandasnya. (***/lim/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: Christian KustedifeatureProfil
Share2TweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Bontang FC Pesimistis di Liga 3

Next Post

Lima Pemuda Desa Gasak 16 Motor

Related Posts

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor
Feature

Kisah Hainun dan Gaharu “Ajaib” dari Bontang; Dulu Hanya Ilalang, Kini Jadi Produk Ekspor

13 Juli 2025, 12:07
Jatuh Cinta di Desa Pela
Feature

Jatuh Cinta di Desa Pela

28 Oktober 2024, 08:18
Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual
Feature

Kisah Penjaga Pintu Air Sungai Bontang: Buaya Mengintai, Bersihkan Sampah secara Manual

23 Oktober 2024, 13:05
Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien
Bontang

Mengenal Dokter Spesialis Bedah Fachrisatul Masruroh; Diharapkan Jadi Mantri, Belajar Banyak dari Pasien

30 Oktober 2023, 17:00
Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi
Feature

Mengenal Ulama Penyebar Islam di Bontang; Habib Ja’far bin Umar Al-Habsyi

1 Mei 2023, 10:00
Feature

Kisah Warga Kaltim yang Menjalani Puasa di Luar Negeri; Nisa (1)

29 Maret 2023, 21:00

Terpopuler

  • Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    Tak Sanggup Kembalikan Rp226 Juta, “Sultan UMKM” Bontang Pilih Akui Perbuatan di Sidang Perdana

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gerindra Kaltim Semprot Rudy Mas’ud usai Bandingkan Diri dengan Hashim Djojohadikusumo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mini Soccer HOP 1 Bontang Ditutup Mulai Mei, Proyek Lanjutan Rp17,5 Miliar Segera Dikerjakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antrean Truk Solar di SPBU Tanjung Laut Bontang Kian Parah, Usaha Warga Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Investasi Bodong Emas Digital di Bontang, Terlapor Mulai Diperiksa Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.