bontangpost.id – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 diprediksi terjadi lonjakan penumpang. Kendati begitu, Kepala PT Pelni Cabang Samarinda Syarif Hidayat mengatakan, pihaknya tidak memberikan dispensasi kapasitas transportasi laut.
Hal ini lantaran belum ada instruksi resmi dari Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. Pun, belum ada pengajuan penambahan tiket dari pihak pemkot maupun stakeholder terkait.
“Lonjakan pasti ada. Tapi kuota yang tersedia sangat mencukupi. Jadi sementara ini menggunakan kuota yang ada,” ujarnya.
Untuk Nataru 2023 Pelni memastikan tetap menyediakan armada seperti biasanya.
Selama sebulan terakhir, pihaknya akan memberangkatkan dua jenis kapal dalam lima kali pelayaran. Yakni KM Binaiya berkapasitas 962 penumpang akan berlayar pada hari ini, Sabtu (10/12/2022) dengan tujuan Bontang-Awerange.
Sedangkan untuk 12 Desember 2022, KM Binaiya akan berlayar menuju Awerange-Makassar-Labuan Bajo-Bima-Benoa-Waingapu.
Kemudian, 24 Desember nanti, KM Binaiya akan kembali bertolak ke Awerange saja. Terakhir, pada 25 Desember akan kembali bertolak ke Awerange-Makassar- Labuan Bajo- Bima-Benoa-Waingapu.
Sedangkan untuk, KM Egon yang memiliki kapasitas 554 penumpang hanya akan berlayar pada 23 Desember tujuan Pare-Pare-Batu Licin-Surabaya-Lembar -Waingapu.
“Satu KM Binaiya kemarin berangkat. Kami belum ada rencana penambahan kapal juga. Karena kapasitas kapal yang ada itu masih mencukupi,” singkatnya.
Untuk aturan penumpang, pihaknya masih mengacu surat edaran PPKM terakhir. Bahwa kapasitas maksimal penumpang yakni 100 persen. Setiap penumpang diwajibkan vaksin Covid-19 dosis ketiga alias booster.
“Kalau belum vaksin booster, penumpang bisa antigen. Kami masih menerapkan protokol kesehatan dalam keberangkatan penumpang,” tandasnya. (*)







