BONTANG – Beberapa kampus di Indonesia telah meringankan beban para mahasiswanya dalam melakukan pembayaran uang kuliah di tengah Pandemi Covid-19. Untuk Bontang sendiri, ada satu kampus yang telah melakukan itu, yakni Sekolah Tinggi Teknologi (STITEK) Bontang.
Ketua STITEK Bontang, Hardianto menerangkan, pihaknya telah meluncurkan dua program pada 9 Mei, yakni program internal dan eksternal. Program internal yakni pemotongan biaya ujian akhir semester (UAS) sebesar 50 persen terhadap seluruh angkatan di kampus tersebut.
“Semua angkatan sama rata, kita ada angkatan paling lama 2014 sampai dengan 2019,” ungkapnya saat dihubungi Bontangpost.id, Jumat (15/5/2020).
Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan paket data selama dua bulan, terhitung April dan Mei kepada mahasiswa yang mengikuti kuliah online. Mengingat saat ini, pihaknya masih melakukan aktivitas pembelajaran dan ujian semester secara online. Sementara ujian tugas akhir menggunakan tatap muka, namun tetap menjalankan protap kesehatan Covid-19.
“Kami juga melakukan bimbingan tugas akhir, ini harus tatap muka, tapi jaga jarak, pakai masker,” ucapnya.
Tujuan pengurangan ini untuk meringankan beban mahasiswa, mengingat kondisi wabah virus corona ini menyebabkan ekonomi sebagian warga lemah. Karena dia melihat, mahasiswa yang mengambil kuliah paruh waktu di kampus tersebut merupakan pekerja informal. Seperti berdagang dan ojek online yang juga ikut terdampak virus ini. Dan ada juga orangtuanya yang tidak bisa bekerja lagi.
“Kami tidak ingin mahasiswa putus kuliah karena tidak bisa membayar biaya kuliah,” akunya.
Tidak hanya dikondisi ini. Jauh sebelumnya pihaknya memberikan keringanan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar biaya pokok, di antaranya SPP dan SKS.
“Mereka kami panggil satu persatu, kenapa tidak bisa (membayar) dengan alasan yang dapat dipertanggungjawabkan. Kami berikan dispensasi, dengan cara dicicil,” ujarnya.
Sedangkan untuk program eksternal, pihaknya memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar kampus. Ada sebanyak 110 paket sembako yang diberikan dengan nilai masing-masing Rp 150 ribu.
“Kami melibatkan seluruh organisasi di STITEK,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang (STTIB) Drs Irianto mengatakan, belum mengeluarkan kebijakan serupa di saat Covid-19 ini. Pihaknya masih tahap melakukan rapat dengan badan penyelenggara yayasan. Namun untuk keringanan biaya kuliah, telah dilaksanakan sebelum virus yang mewabah di dunia ini menyerang.
“Jadi kalau ada surat keteragan tidak mampu itu kami berikan keringanan. Terus ada beasiswa-beasiswa untuk yang kurang mampu,” ujarnya.
Kemungkinan untuk adanya keringanan yang diberikan itu pasti ada, katanya. Jika di antara 200 mahasiswanya, ada yang melapor mengalami kesulitan membayar, pihaknya akan memberikan bantuan. Namun hingga kini belum ada yang melapor, mengingat saat ini kampus tersebut tengah libur.
“Selama ini kita tidak pernah ada mahasiswa berhenti kuliah karena tidak bisa bayar,” katanya. (*)







