BONTANGPOST.ID, Bontang – Kapolres Bontang yang baru, AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu, menegaskan pemberantasan peredaran narkotika menjadi salah satu prioritas utama selama memimpin Polres Bontang. Wilayah pesisir dan jalur laut menjadi perhatian khusus karena dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai pintu masuk penyelundupan narkoba.
AKBP Anak Agung mengatakan, karakteristik wilayah Bontang yang memiliki garis pantai dan perairan cukup luas membuat pengawasan tidak bisa hanya difokuskan di jalur darat. Seluruh akses yang berpotensi digunakan sebagai jalur masuk narkotika akan dipetakan dan diawasi.
“Mengingat jangkauan laut cukup luas, kemungkinan ada jalur-jalur lain yang juga akan kami lakukan pemantauan,” ujarnya, Senin (13/7/2026).
Ia mengaku akan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal dan mengevaluasi langkah-langkah yang telah dijalankan jajaran Polres Bontang pada periode sebelumnya. Menurutnya, evaluasi diperlukan agar strategi pemberantasan narkoba dapat berjalan lebih efektif dan berkesinambungan.
Selain memperkuat penindakan terhadap jaringan peredaran narkotika, AKBP Anak Agung memastikan pengawasan terhadap personel Polri juga akan diperketat. Langkah itu dilakukan untuk mencegah adanya anggota yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkoba.
Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada personel yang terbukti terlibat kasus narkotika.
“Saya nyatakan perang terhadap narkoba. Tidak ada tempat bagi narkoba di wilayah hukum Kota Bontang,” tegasnya.
AKBP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu resmi menggantikan AKBP Widho Anriano sebagai Kapolres Bontang. Sebelum bertugas di Kota Bontang, ia menjabat sebagai Kapolres Paser. Dengan pengalaman tersebut, ia berharap upaya pemberantasan narkoba di Bontang dapat berjalan lebih optimal melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. (*)







