bontangpost.id – AKBP Yusep Dwi Prastiya mulai mengemban tugas sebagai orang nomor satu di jajaran Kepolisian Resort Kota Bontang. Salah satu pekerjaan yang mesti diselesaikan yakni perihal pengawasan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kota Taman.
Pasalnya persoalan antrean solar hingga kini belum juga usai. Bahkan pasca penerapan kartu kendali fuel card di SPBU Kopkar PKT, berimbas mengularnya antrean di SPBU lain.
“Kami akan lakukan koordinasi dengan pihak Pertamina, untuk mengetahui lebih jauh sebenarnya apa yang masih menjadi kendala sehingga terjadi penumpukan antrean, sekaligus mencari solusi terbaik, tanpa ada pihak yang dirugikan,” ujarnya usai pisah sambut Kapolres Bontang bersama jajaran internal, Senin (11/7/2022) pagi.
Kepolisian menurutnya, terus berupaya memberikan imbauan kepada pengendara truk agar tidak melanggar aturan. Seperti halnya kesepakatan waktu pengisian solar yang dimulai pukul 14.00.
Pihaknya juga akan menurunkan personel di lokasi, untuk melakukan pengawasan. Termasuk pengawasan terhadap oknum sopir yang terindikasi melakukan praktik ilegal, penimbunan BBM bersubsidi.
Selain persoalan antrean truk, Kapolres Yusep juga menyebut bakal fokus dengan cakupan vaksinasi booster. Pihaknya akan berupaya menggenjot capaian vaksinasi booster yang kini menjadi salah satu persyaratan untuk melakukan perjalanan atau beraktivitas di ruang publik.
“Targetnya, Agustus sudah bisa 50 persen, saat ini kita baru 36 persen,” sebutnya. (*)







