• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Karhutla Kaltim Bikin Petugas Harus Keluar Uang Sendiri, Ada Apa?

by Redaksi Bontang Post
29 Agustus 2026, 10:04
in Kaltim
Reading Time: 3 mins read
0
Petugas melakukan penanganan karhutla Kaltim di tengah keterbatasan anggaran. Sejumlah petugas disebut harus menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lapangan

Petugas melakukan penanganan karhutla Kaltim di tengah keterbatasan anggaran. Sejumlah petugas disebut harus menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan selama berada di lapangan

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur tetap berjalan meski dukungan anggaran masih terbatas. Kondisi ini bahkan membuat sejumlah petugas harus menggunakan uang pribadi lebih dulu untuk memenuhi kebutuhan selama bertugas di lapangan.

Kepala Dinas Kehutanan Kaltim Rusmadi membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan keterbatasan anggaran sempat menjadi kendala untuk memenuhi kebutuhan petugas yang turun menangani karhutla.

“Makanya saya ‘berteriak’ terus sama Bu Sekda, sama Pak Gubernur. Kalau kita bergerak di lapangan, enggak mungkin, Pak, saya bilang. Mereka perlu makan, minum. Sementara uang yang ada kena pemangkasan,” ujar Rusmadi, dilansir dari CNN, Sabtu (29/8).

Persoalan tersebut telah disampaikan Rusmadi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim untuk dicarikan solusi. Pemerintah kemudian menyetujui dukungan anggaran untuk kebutuhan penanganan di lapangan.

Dinas Kehutanan Kaltim mendapat alokasi sekitar Rp19 miliar. Namun, dana tersebut tidak seluruhnya diperuntukkan bagi penanganan karhutla karena harus dibagi untuk sejumlah kebutuhan lain di sektor kehutanan, termasuk pemulihan ekosistem.

Baca Juga:  7,6 Hektare Lahan di Bontang Lestari Hangus Terbakar Akibat Cuaca Ekstrem

“Rp19 miliar itu dibagi, ada itemnya. Ada yang untuk pemulihan ekosistem, ada karhutla. Jadi bukan Rp19 miliar semuanya untuk karhutla, cuma Dinas Kehutanan kebagian Rp19 miliar,” jelasnya.

Anggaran tersebut bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) FCPF. Pencairannya masih menunggu proses pergeseran anggaran dan ditargetkan paling lambat pada September 2026.

“Anggaran FCPF itu anggaran dari pusat. DBH, Dana Bagi Hasil. Mudah-mudahan secepatnya, paling lambat bulan September. Karena ada pergeseran. Enggak bisa juga kita paksakan kalau belum waktunya,” ujarnya.

Sambil menunggu anggaran tersedia, petugas tetap turun menangani kebakaran di sejumlah wilayah Kaltim. Kebutuhan selama menjalankan tugas untuk sementara dipenuhi dari dana yang tersedia, termasuk uang pribadi petugas.

“Mudah-mudahan cepat. Makanya teman-teman ke lapangan itu mereka bayar sendiri dulu pakai uangnya. Dan ‘saya jamin nanti kita ganti’, saya bilang,” ungkap Rusmadi.

Ia mengatakan kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat petugas kehutanan. Mereka tetap mendatangi lokasi kebakaran karena memiliki tanggung jawab menjaga kawasan hutan.

Baca Juga:  Kebakaran Lahan HOP 7, Mobil Damkar Sempat Terhambat Event Car Free Night

“Karena semangat mereka, karena rimbawan semangatnya untuk menjaga hutan, mereka tetap berangkat,” katanya.

Meski menggunakan uang terlebih dahulu, setiap kegiatan tetap harus dipertanggungjawabkan. Petugas diwajibkan melengkapi surat pertanggungjawaban (SPJ), dokumentasi, serta bukti kegiatan di lokasi.

“Yang penting ada pertanggungjawabannya. Dasar pertanggungjawaban itu ada SPJ-nya, ada fotonya dalam melakukan kegiatan pemadaman semuanya. Sekarang ini kan harus ada bukti. Apalagi uang negara, se-Rupiah pun kalau enggak ada buktinya, enggak bisa,” tegasnya.

Penanganan karhutla juga melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA). Dinas Kehutanan Kaltim saat ini memiliki lebih dari 5.000 anggota MPA yang ikut membantu petugas ketika terjadi kebakaran.

Keberadaan MPA membuat kebutuhan penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan petugas kehutanan. Anggota masyarakat yang turun membantu juga membutuhkan makanan, obat-obatan, serta dukungan apabila mengalami kendala saat bertugas.

“Karena kita ada MPA, ini kan mereka perlu makan, obat-obatan, dan kalau terjadi apa-apa kita tanggung juga. Jadi alhamdulillah, dana itu mudah-mudahan cepat cair,” ujar Rusmadi.

Baca Juga:  Karhutla di Riau Mereda, TNI Tetap Siaga

Untuk menjaga kesiapsiagaan menghadapi karhutla, seluruh kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) juga diperintahkan tetap berada di wilayah masing-masing selama ancaman kebakaran berlangsung.

Mereka diminta berkoordinasi dengan kepolisian dan unsur terkait untuk melakukan pencegahan sekaligus menangani kebakaran apabila terjadi.

Laporan karhutla dari berbagai wilayah terus dikumpulkan dan disampaikan kepada Gubernur Kaltim. Petugas KPH tidak hanya menangani kebakaran di dalam kawasan hutan, tetapi turut membantu apabila kebakaran terjadi di Areal Penggunaan Lain (APL).

“Kita mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang berada dalam kawasan hutan. Kalau terjadi kebakaran di APL, kita ikut juga memadamkan,” kata Rusmadi.

Di tengah proses pencairan anggaran, petugas, KPH, dan MPA tetap disiagakan agar setiap kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas ke wilayah lain. (KP)

Tags: Karhutla
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Siap-siap, Pembelian LPG 3 Kg Bakal Dibatasi Berdasarkan Desil

Next Post

Hati-Hati Kelola Dana Hibah, KONI Bontang dan Cabor Diingatkan soal Kepercayaan Publik

Related Posts

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka
Kaltim

Polda Kaltim Ungkap 37 Kasus Karhutla, 33 Orang Jadi Tersangka

29 Oktober 2026, 19:14
Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan
Bontang

Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan

28 Oktober 2026, 15:08
Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya
Nasional

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya

28 Oktober 2026, 14:52
Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu
Kaltim

Dampak Kabut Asap, Kasus ISPA di Balikpapan Capai 91 Ribu

24 Oktober 2026, 10:10
Titik Panas di Berau Sudah Tembus 700, Terbanyak di Kaltim
Nasional

Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional, Menko Polkam: Indonesia Masih Sanggup

20 Oktober 2026, 08:39
Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA
Nasional

Kabut Asap Karhutla Indonesia Sampai Singapura, Ini Daftar 7 Perusahaan yang Disorot NEA

19 Oktober 2026, 15:14

Terpopuler

  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita di Loktuan Bontang Diringkus Polisi, Sabu Ditemukan di Pinggir Jalan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akses Jalan Gotong Royong Ditutup, Warga Klaim Belum Terima Ganti Rugi Lahan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Pastikan Isu Jasad Bayi Ditukar Bantal di Bontang Rekayasa, Perempuan Akui Tak Hamil

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.