• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Bontang

Kasus DBD di Bontang Turun, Evaluasi Penerapan Wolbachia Tahun Depan

by Redaksi Bontang Post
13 November 2024, 09:00
in Bontang
Reading Time: 1 min read
0
Langkah pengasapan area dilakukan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan terjadi penularan di wilayah tersebut. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Langkah pengasapan area dilakukan setelah dilakukan penyelidikan epidemiologi dan terjadi penularan di wilayah tersebut. (FOTO: ADIEL KUNDHARA/KP)

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANGPOST.ID, Bontang – Kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) pada Oktober mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan hanya tercatat 21 kasus penderita. Sementara di September lalu menembus angka tertinggi selama 2004 yakni 69 kasus.

Penanggung Jawab DBD Diskes Siti Rahimah mengatakan dari kasus yang ditemukan hanya terjadi di sembilan kelurahan. Minus Satimpo, Bontang Lestari, Bontang Kuala, Bontang Baru, Api-Api, dan Kanaan. “Tertinggi masih di Belimbing dengan empat kasus,” kata Imah.

Disusul empat kelurahan masing-masing tiga kasus yakni Tanjung Laut Indah, Loktuan, Guntung, dan Gunung Telihan. Berdasarkan pola maksimal dan minimal kurun lima tahun terakhir, angka di bulan Oktober kali ini paling rendah.

Baca Juga:  Penderita DBD Terbanyak di Gunung Telihan, Warga Diminta Rutin Kerja Bakti

“Lonjakan signifikan terjadi pada 2022 lalu dengan 48 kasus. Sementara untuk sebelumnya angka kasus terendah di bulan sama hanya 22,” ucapnya.

Menurutnya lokasi terjadi penularan sudah dilakukan penyelidikan epidemiologi. Pun termasuk fogging fokus, abatesasi, hingga kerja bakti. Persisnya di lingkup RT setempat.

Warga diminta tetap waspada akan kasus DBD. Ia menyebut media yang bisa menjadi tempat tumbuh kembang nyamuk harus segera dibersihkan. Selain itu, warga juga diminta untuk menutup tempat penampungan air, menaruhkan bubuk abate di bak mandi, hingga memperhatikan tempat penampungan air. Meliputi vas bunga, tatakan dispenser, hingga drum.

“Jadi kegiatan untuk membasmi jentik harus tetap rutin,” tutur dia.

Baca Juga:  440 Warga Bontang Terjangkit DBD, Tertinggi di Berebas Tengah

Pasalnya untuk fogging hanya dapat membunuh nyamuk dewasa. Sementara melalui gerakan 3M ini bisa memberantas hingga sumber permasalahan. Utamanya di kawasan yang kerap ada penampungan air.

Meski mengalami penurunan, belum bisa diklaim ini akibat keberhasilan penerapan nyamuk wolbachia. Sebab baru depan baru bisa dilakukan evaluasi. Saat ini upaya monitoring pasca penarikan ember masih dilakukan.

“Tujuannya untuk melihat apakah nyamuk berwolbachia yang sudah ditetaskan bisa berkembang dan bertahani hidup di Bontang,” pungkasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dbd
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Refleksi HUT ke-22 RSUD Bontang, Ini Kata Direktur Suhardi

Next Post

Antusiasme Kunjungan Tinggi, IKN Batal Ditutup Sementara untuk Event

Related Posts

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak
Bontang

Kasus DBD Bontang Melandai, Berebas Tengah Paling Banyak

13 April 2026, 12:00
Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan
Bontang

Kasus DBD Meningkat, Wali Kota Bontang Perintahkan Fogging Fokus di Titik Rawan

9 Maret 2026, 09:53
Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026
Bontang

Tanjung Laut Indah Bontang Jadi Wilayah Tertinggi Kasus DBD Selama Februari 2026

3 Maret 2026, 10:00
Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang
Bontang

Kasus DBD Renggut Nyawa Bocah 7 Tahun di Bontang

2 Maret 2026, 15:28
DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia
Bontang

DBD Masih Mengintai Bontang, 328 Kasus Sepanjang 2025, 2 Meninggal Dunia

28 Januari 2026, 10:00
Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School
Bontang

Tekan Kasus DBD, Wali Kota Bontang Gencarkan Jumantik dan Puskesmas Goes To School

30 September 2025, 11:00

Terpopuler

  • Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    Dua Pengedar di Muara Badak Ditangkap Saat Berboncengan, Polisi Sita 16,55 Gram Sabu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Creative Night Market Bontang Kembali Digelar, 100 UMKM Ramaikan Jalan Cut Nyak Dien

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ini Daftar Tempat Parkir di Bontang yang Wajib Bayar Pajak Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rp1,7 Miliar untuk TMMD Bontang, Jalan 450 Meter hingga Sumur Bor Dibangun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penertiban Beras Basah Bontang Berlanjut, Empat Gazebo Warga Dibongkar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.