• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Kasus Suap AGM, Siang Bayar Rp 500 Juta, Sore Izin Keluar

by Redaksi Bontang Post
16 Juli 2022, 09:24
in Kaltim
Reading Time: 4 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Selama fee belum disetor, izin yang diurus di Pemkab Penajam Paser Utara (PPU) bakal menggantung tak jelas juntrungannya. Investor pun terpaksa mengamini gelontoran uang perusahaan masuk ke kantong pejabat PPU.

 AAT Prawira seperti tak percaya apa yang didengarnya, ketika mengurus izin prinsip pembangunan terminal untuk kepentingan sendiri (TUKS), di Bagian Ekonomi Sekretariat Kabupaten (Setkab) PPU, 10 Maret 2021. Upayanya mengonfirmasi kapan izin yang diajukan PT Bara Widya Utama terbit, justru mendapat jawaban yang tak lazim dari Heri Nurdiansyah.

“Dia bilang, izinnya tinggal paraf berjenjang. Kalau siap 500 (Rp 500 juta) kita langsung nyebelah,” kata Aat mengulangi perkataan ASN di Bagian Ekonomi Setkab PPU itu ketika bersaksi di persidangan suap dan gratifikasi yang menyeret bupati PPU nonaktif Abdul Gafur Mas’ud (AGM) Cs, Rabu (13/7) malam.

Aat mengerti maksud perkataan Heri kala itu. Jika angka 500 tersebut mengindikasikan rupiah yang harus disetor. Namun, hal tersebut dirasa tak masuk di akal.  Dia memilih menunda mengurus izin tersebut. Sepekan berlalu, petinggi PT Bara Widya Utama menyuruhnya mengamini saja permintaan tersebut. “Setahu saya memang ada pertemuan antara direksi dengan Muliadi (Plt Sekkab PPU) majelis. Kantor saya pun sudah mentransfer uang itu untuk saya beri ke sana,” akunya. Akhir bulan, tepatnya 29 Maret 2021, dia bertemu Heri yang baru pulang dinas ke luar kota di Pelabuhan Semayang, Balikpapan.

Heri memberitahunya jika izin sudah beres. Termasuk paraf berjenjang dari kabag ekonomi Setkab PPU, asisten II Setkab PPU, plt Sekkab PPU, hingga bupati. Bukti berupa salinan digital izin ditunjukkan. Untuk fisik akan diambilkannya di Pemkab PPU. “Saya kasih uang Rp 500 juta itu sekitar pukul 11.00 Wita. Heri langsung nyebrang ke PPU. Terima fisik izin itu sekitar Pukul 16.00 Wita, di tempat yang sama waktu kasih uang itu,” tuturnya.

Baca Juga:  OTT Wali Kota Bandung, Terkait Pengadaan CCTv dan Internet Smart City

Nasib serupa dialami dua saksi lain yang dihadirkan KPK ke persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Samarinda. Yakni Sam Asyari (PT Aubry True Energi) dan Syarifuddin (CV Putra Perkasa). Sam Asyari mengaku, perusahaan tempatnya bekerja menjadi subkontraktor dari PT Petronesia Benimel, yang tengah bersiap membangun batching plant dan asphalt mix plant  di PPU.

“Akhir Desember 2021 bangunan yang ada disegel Satpol PP. Saya diminta mengurus izinnya. Tapi bangunan itu belum bisa beroperasi,” ungkapnya memberikan keterangan.

Dia pun ke Pemkab PPU dan bertemu Muliadi . Dia menanyakan mengapa bangunan itu disegel. Padahal perusahaannya masih membangun dua pengolahan semen dan aspal itu. “Izinnya belum di-follow up. Ditodong pistol pun saya enggak bisa buka segel itu tanpa izin dari bupati,” tuturnya mengulangi perkataan Muliadi.

Saat itu pula, dia langsung diarahkan untuk bertemu Durajat, kabag ekonomi Setkab PPU dan Muliadi berpesan.

“Sebelumnya sudah ada kesepakatan 250 sama PT Petronesia Benimel. Tapi siapkan saja 500 buat jaga-jaga,” lanjutnya menuturkan perkataan Muliadi dalam pertemuan yang terjadi pada 2 Januari 2022. Bingung, Sam mengaku sempat bertanya berapa angka pastinya dan ditegaskan sekitar 300. Angka itu sudah dipastikan nominal rupiah. Ketika ditanya JPU KPK Ferdian Adi Nugraha seberapa yakin dirinya jika angka yang dimaksud itu dalam nominal juta.

Baca Juga:  KPK OTT Pejabat Terkait Pengumpulan Dana Pemilu untuk Calon Petahana

“Kalau ratusan ribu kayak enggak masuk akal aja, Pak. Makanya yakin kalau itu jutaan apalagi ngurus izin prinsip pembangunan,” jawabnya.

Omongan Muliadi itu diteruskannya ke direksi perusahaan dan diamini. Namun dirinya tak mengikuti bagaimana uang itu diberikan. Lantaran dia tengah berada di Jakarta. Sepengetahuannya, ada perwakilan perusahaan yang mengantarkan uang itu pada 11 Januari 2022. Lokasi pemberian uang itu di Graha NU Balikpapan.

“Saya sempat chat dengan staf yang antar katanya sudah diambil. Saya konfirmasi yang ambil Heri Nurdiansyah, staf bagian ekonomi,” jelasnya. Izin prinsip yang dibutuhkan diketahuinya sudah terbit beberapa hari sebelumnya pada 5 Januari 2022. Ketika Heri menunjukkan salinan digital. Sementara salinan fisik izin itu baru diberikan jika sudah dibayar.

Tak hanya izin prinsip yang jadi mainan AGM dan Muliadi untuk mengepul duit haram di PPU. Izin lain pun demikian. Syarifuddin mengaku juga dimintai fulus ketika dirinya mengurus izin usaha toko modern (IUTM).

“Perusahaan saya bergerak di bidang jasa perizinan, majelis. Pada 2021 itu saya mendapat kerjaan mengurus IUTM PT Indomarco Prismatama,” tuturnya. Izin retail waralaba untuk delapan lokasi di PPU yang diurusnya dipatok biaya berkisar Rp 15-20 juta. Angka itu dijelaskan Durajat dan Heri Nurdiansyah.

“Saya sih keberatan. Karena biaya itu diambil dari pembayaran saya untuk mengurus izin itu,” singkatnya. Jika ketiga orang ini mengakui memberi gelontoran uang dalam pengurusan izin di Pemkab PPU, beda cerita dengan Ahmad Yora Harahap (PT Prima Surya Silica), dan Suwandi Taslim (PT Indoka Mining Resources).

Baca Juga:  Atur Rekanan, AGM Angkat Tim Sukses Isi Pos Penting di Pemkab PPU

Kedua saksi ini membantah pernah memberikan sejumlah uang lewat Durajat atau Heri Nurdiansyah. Keterangan keduanya di persidangan pun bertolak belakang dengan keterangan yang tertuang dalam berkas acara pemeriksaan (BAP) KPK. Dalam BAP, keduanya mengaku memberikan masing-masing Rp 500 juta untuk mengurus izin prinsip.

Keterangan itu otomatis terkonfrontasi lantaran keduanya diperiksa bersama Durajat dan Heri Nurdiansyah yang mengakui menerima uang tersebut dari mereka. Majelis hakim Pengadilan Tipikor Samarinda yang dipimpin Jemmy Tanjung Utama bersama Hariyanto dan Fauzi Ibrahim, langsung meminta JPU untuk menuangkan keterangan berbelit saksi ini, dalam tuntutan yang diajukan nantinya.

“Kami pun majelis akan menuangkan dalam putusan soal berbelitnya keterangan saksi. Dengan begitu, bisa dilanjutkan dengan dugaan memberikan keterangan palsu,” singkatnya. Saat gilirannya menanggapi keterangan para saksi, AGM mengaku tak pernah mengeluarkan pernyataan lisan atau tertulis terkait pungutan uang dalam penerbitan izin tersebut.

“Saya mohon maaf untuk teman-teman swasta karena tidak memantau hal ini. Niat utama saya membangun perekonomian yang kuat di PPU dengan menerima investasi yang masuk,” katanya dari layar virtual persidangan. Sidang untuk perkara AGM Cs ini akan kembali bergulir, (15/7) dengan agenda pemeriksaan saksi. (riz/k16)

Tags: ott bupati ppuott kpk
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Berantas Narkoba, Kapolres Bontang Minta Masyarakat Berani Melapor

Next Post

Jemaah Haji Pulang ke Indonesia, Total 52 Orang Wafat

Related Posts

OTT KPK di Pemalang; Bupati Anom Widiyantoro dan Staf KPK Jadi Tersangka
Kriminal

OTT KPK di Pemalang; Bupati Anom Widiyantoro dan Staf KPK Jadi Tersangka

30 Juli 2026, 18:57
Buruh Perusahaan Batu Bara Asal Kaltim Datangi Wamenaker Immanuel Ebenezer, Tak Tau Ada OTT KPK
Kriminal

Buruh Perusahaan Batu Bara Asal Kaltim Datangi Wamenaker Immanuel Ebenezer, Tak Tau Ada OTT KPK

21 Agustus 2025, 19:10
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Daftar Barang Bukti yang Disita dari Kasus OTT KPK Wamenaker Immanuel Ebenezer

21 Agustus 2025, 18:27
Ini Kasus yang Membuat Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Ini Kasus yang Membuat Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK

21 Agustus 2025, 13:53
Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK
Kriminal

Wamenaker Immanuel Ebenezer Terjaring OTT KPK

21 Agustus 2025, 13:23
Drama OTT KPK Bupati Kolaka Timur Abdul Azis; Dari Bantahan hingga Akhirnya Ditangkap
Kriminal

Drama OTT KPK Bupati Kolaka Timur Abdul Azis; Dari Bantahan hingga Akhirnya Ditangkap

9 Agustus 2025, 19:14

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.