• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Kerusuhan Wamena, Kemenhub Siapkan Kapal Laut dan Pesawat

by M Zulfikar Akbar
1 Oktober 2019, 14:30
in Nasional
Reading Time: 5 mins read
0
Para pengungsi menunggu namanya dipanggil oleh prajurit TNI AU untuk masuk pesawat Hercules di Lapangan Udara TNI AU Manuhua, Wamena, Papua, Senin (30/9/19). Pesawat Hercules TNI AU mengangkut para pengungsi ke Jayapura, Biak, Timika, dan Merauke. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Para pengungsi menunggu namanya dipanggil oleh prajurit TNI AU untuk masuk pesawat Hercules di Lapangan Udara TNI AU Manuhua, Wamena, Papua, Senin (30/9/19). Pesawat Hercules TNI AU mengangkut para pengungsi ke Jayapura, Biak, Timika, dan Merauke. (HENDRA EKA/JAWA POS)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA – Gelombang pengungsian masih terus terjadi. Tercatat, masih ada sekitar 1.600-an warga menunggu di Bandara Wamena untuk bisa diungsikan ke tempat lebih aman.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto menuturkan, masyarakat sebetulnya tidak ingin pulang kampung. Mereka hanya ingin mencari tempat berlindung terlebih dahulu. ”Karena mikirnya kalau pulang juga kerja apa. Harta benda juga ada di sana,” ujarnya.

Karena itu, mereka mencoba mencari perlindungan ke Kodim dan Polres. Namun, ketika disediakan Hercules, masyarakat pun mulai merapat ke bandara. Jumlahnya pun terus bertambah. Merespon hal tersebut, pemerintah pun menambah jumlah penerbangan. ”Dari tadinya hanya tiga, sekarang empat. Hari ini (kemarin, red) diperkirakan sekitar 500-an orang bisa terangkut. Diprioritaskan anak-anak,” tegasnya.

Selain Hercules, pihak Kemenkes bersama dengan TNI dan Polri mulai mengirimkan satgas kesehatan. Tim yang terdiri dari 30 orang tersebut ditugaskan untuk memberikan layanan kesehatan di titik-titik pengungsi. ”Kami minta cakupannya diperluas. Tidak hanya di bandara atau gereja. Tapi disisir terus,” ungkap pria yang akrab disapa Yuri tersebut.

Tim satgas ini juga disiagakan di Jayapura. Mereka bertugas untuk menangani pengungsi yang baru sampai dari Wamena. Tim dokter Polri pun sudah disiagakan sebanyak 58 orang. Layanan kesehatan ini pun turut di-back up oleh satu unit Kapal Rumah Sakit Dokter Soeharso yang berisi 66 puluhan petugas medis.

”Tapi sejauh ini, Rumah Sakit di Wamena sudah berjalan normal kembali. Operasi-operasi sudah berjalan lancar,” sambung Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes), TNI Bambang Dwi Hasto. Guna membantu mengevakuasi pengungsi di Wamena, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga turut bersiaga. Kemenhub menyiapkan menyiapkan beberapa jenis kapal. Yaitu Kapal Negara KPLP,  Navigasi, perintis dan Pelni berjadwal.

Kapal-kapal tersebut dalam posisi standby di sejumlah pelabuhan. Seperti, KN KALAWAI P. 117 berada di Pelabuhan Gudang Arang Ambon dan KN GANDIWA P. 118 dari  Pangkalan PLP Kelas II Bitung. ”Kapal tersebut berkapasitas 100 – 150 orang. Selain itu dalam kapal juga disiapkan persediaan logistik,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hengki Angkasawan.

Baca Juga:  Lima Ribu Warga Eksodus dari Wamena

Selain kapal, Kementerian Perhubungan juga menyediakan pesawat Trigana, Deraya, My Indo, Semuwa Aviation Mandir, Jayawijaya Air Dirgantara, Wings Air, dan dua tipe pesawat Hercules yang dapat mengangkut lebih dari 500 orang.

Hengki menuturkan, kapal dan pesawat disiapkan agar para pengungsi juga korban dapat dievakuasi dan dipulangkan ke kampung halamannya mengingat kondisi Wanena yang sedang tidak kondusif. Dari data yang diterima, kebanyakan pengungsi bertujuan ke Sorong, Ambon, Ternate, Bitung dan Makasar.

Namun nyatanya, tidak semua warga ingin mengungsi. Tiga puluh satu tenaga kesehatan kekeh ingin tetap berada di Wamena. ”Sampai saat ini mereka masih ingin ada di sana. Ingin membantu,” ungkap Menteri Kesehatan Nila Moeloek.

Guna menjamin keselamatan mereka, Nila menegaskan, bahwa para tenaga kesehatan itu akan dikawal ketat oleh pihak TNI/Polri. Namun di sisi lain, Menkes meminta mereka untuk menggunakan atribut seperti jas dokter ke mana pun dan di mana pun berada. ”Sehingga tidak menyebabkan kesalahpahaman. Mereka (para perusuh, red) mengatakan tidak akan menyakiti tenaga kesehatan ya,” paparnya.

Di sisi lain, logistik bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi yang terdampak konflik horizontal di Wamena terus berdatangan. Hanya saja personel dari lembaga sosial untuk memberikan pelayanan kepada pengungsi, belum bisa menjangkau Wamena. Di antaranya lembaga sosial yang memberikan layanan kepada pengungsi adalah bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Pelaksana Harian Crisis Center Baznas untuk Papua Ahmad Fikri menuturkan hingga kemarin tim Baznas Tanggap Bencana (BTB) belum bisa menjangkau Wamena. Personel masih terbatas melakukan pelayanan sosial kepada pengungsi di Jayapura.

’’Kami berkoordinasi dengan TNI supaya bisa masuk ke Wamena,’’ katanya di kantor Baznas (30/9). Dia menjelaskan akses masuk ke Wamena yang paling mudah adalah melalui jalur udara. Tetapi saat ini pesawat yang keluar Wamena khusus mengangkut warga yang eksodus atau mengungsi. Sebaliknya pesawat yang masuk Wamena hanya untuk membawa perbekalan atau logistik bantuan.

Meskipun begitu Fikri mengatakan tim berupaya mencari akses lain menuju Wamena. Di antaranya adalah melalui jalur darat dengan melewati daerah Tolikara. Dia menegaskan bahwa hingga Senin, tim Baznas membuka layanan di empat posko pengungsian di Jayapura.

Baca Juga:  Lima Ribu Warga Eksodus dari Wamena

Empat titik pengungsian yang dilayani Baznas itu adalah di Lanud Silas Papare dengan jumlah pengungsi 101 orang. Kemudian di RIndam XVII Denderawasih sebanyak 160 orang. Lalu di Batalyon 751 Raider sejumlah 196 orang. Dan titik pengungsian keempat adalah Masjid Al Aqsha sebanyak 50 orang.

’’Sementara laporan tim ada 25 titik pengungsian lain dengan jumlah pengungsi 7.146 orang,’’ katanya. Namun ke-25 titik itu belum bisa dikonfirmasi. Sebab belum ada petugas dari Baznas yang sampai di lokasi tersebut. Dia menegaskan yang sudah terkonfirmasi dan menerima layanan Baznas sebanyak empat titik pengungsian.

Diantara pelayanannya adalah psikososial. Khususnya bagi anak-anak. Tujuannya untuk mengurangi rasa trauma. Fikri menjelaskan mereka harus bisa segera tenang. Untuk kembali ke kediaman, harus menunggu jaminan keamanan dari aparat kepolisian atau TNI.

Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat Baznas Irfan Syauqi Beik menuturkan, merespon kondisi di Wamena mereka membentuk Crisis Center Baznas untuk Papua. ’’Mandat kami berfokus pada pelayanan sosial kemanusiaan. Kami tidak memasuki aspek lain,’’ katanya.

Sementara itu Presiden Joko Widodo meminta publik untuk tidak menarik kasus kerusuhan di Wamena akhir pekan lalu ke isu etnis Papua dan Non Papua. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima Presiden, Kelompok Kriminal Sipil Bersenjata (KKSB) berada dibalik aksi kekerasan tersebut.

“Ini adalah kelompok kriminal bersenjata yang dari atas, di gunung turun ke bawah dan melakukan pembakaran pembakaran rumah warga,” ujarnya di Istana Kepresidenan, Bogor. Jokowi menjelaskan, saat ini aparat kepolisian sudah berhasil menangkap beberapa pelaku yang ditenggarai melakukan pembunuhan dan pembakaran di Wamena. “Saya sampaikan bahwa aparat keamanan telah bekerja keras untuk melindungi semua warga,” imbuhnya.

Oleh karenanya, mantan Wali Kota Solo itu mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menahan diri. Selain itu, masyarakat juga diminta hati-hati terhadap provokasi dan fitnah yang bertebaran di media sosial. Dia memastikan aparat masih mampu mengendalikan situasi. “Kita imbau agar masyarakat tidak keluar dari Wamena karena aparat sudah bisa mengamankan,” tuturnya. Jokowi menambahkan, dirinya sudah meminta Menkopolhukam Wiranto bersama jajaran TNI/Polri untuk mengejar perusuh-perusuh yang belum tertangkap.

Baca Juga:  Lima Ribu Warga Eksodus dari Wamena

Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto mengamini. Dia mengklaim bahwa kondisi Wamena per kemarin siang sudah cukup kondusif. Meski begitu, dia mengakui masih ada residu-residu konflik yang perlu diselesaikan. Antara lain menumpuknya warga Wamena di pengungsian dan kemungkinan adanya konflik bersenjata lagi.

Dari data Kemenkopolhukam, jumlah pengungsi di Jayapura saja mencapai 3.220 jiwa pada Senin. Jumlahnya pun fluktuatif karena masih ada kemungkinan pengungsi lain datang dan sebagian dipulangkan ke daerah asalnya masing-masing. Namun, Wiranto menyatakan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Polda Papua dan pemda setempat agar warga tetap bertahan di Papua.

Alih-alih keamanan warga, perekonomian menjadi alasan utama pemerintah meminta sejumlah warga bertahan di sana. Eksodus besar-besaran warga pendatang melumpuhkan perekonomian setempat. “Mereka para pelaku ekonomi di daerah yang menggerakkan Papua, termasuk Wamena. Kalau mereka keluar dari Wamena, lalu siapa yang menggerakkan ekonomi,” ujar Wiranto usai rapat terbatas dengan sejumlah kementerian/lembaga di Kemenkopolhukam kemarin (30/9).

Kemenkopolhukam meminta Polda dan pemda menjamin keamanan di Wamena. Mereka melibatkan para pemuka adat serta aparat keamanan untuk menciptakan situasi yang lebih kondusif. Khususnya, Wiranto menitipkan upaya-upaya mengembalikan keamanan Wamena seperti semula kepada Kapolda Papua yang baru dilantik kemarin, Irjen Paulus Waterpauw.

Hasil kajian Kemenkopolhukam sendiri menyimpulkan bahwa konflik yang terjadi baru-baru ini dimotori oleh kekuatan Organisasi Papua Merdeka (OPM). “OPM ini sejak dulu ada dan belum habis meskipun kecil jumlahnya,” ujar Wiranto. Dia menegaskan bahwa tokoh-tokoh adat non-OPM tidak menginginkan konflik ini terjadi, sehingga pemerintah akan melakukan pendekatan melalui tokoh-tokoh tersebut dengan anggota OPM setempat.

Selain itu, TNI dan Polri saat ini juga ditugaskan untuk menyelesaikan masalah pendidikan mahasiswa asli Papua. Beberapa waktu lalu, ribuan mahasiswa Papua yang menimba ilmu di berbagai wilayah di Indonesia pulang ke Papua. “Saat ini TNI dan kepolisian sedang berusaha menyelesaikan terkait mahasiswa yang ingin kembali belajar di berbagai kota,” lanjutnya. (mia/wan/far/deb)

Tags: kerusuhan wamena
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Dibalik Keputusan Basri Rase Batal Mencalonkan Diri Sebagai Wali Kota

Next Post

Neni Belum Bahas Pasangan

Related Posts

Lima Ribu Warga Eksodus dari Wamena
Nasional

Lima Ribu Warga Eksodus dari Wamena

30 September 2019, 14:00

Terpopuler

  • 25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    25 Atlet Bontang Dicoret dari Porprov Kaltim 2026, Terbukti Cabutan dari Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sudah Puluhan Tahun Berdiri, Perusahaan Daerah Bontang Belum Bisa Kelola Solar Nelayan Sendiri

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Seng Penutup Jalan Gotong Royong Dibongkar Paksa, Wali Kota Neni; Fasilitas Publik Tidak Boleh Ditutup

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bontang Berharap Masuk Daftar Penerima Tambahan Dana Rp20,5 Triliun dari Pusat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Empat Hari Diburu, Maling Motor Petani Marangkayu Ditangkap di Tanjung Laut Indah Bontang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.