KALIORANG – Sudah bertahun-tahun jalan poros Kecamatan Kaliorang tak kunjung diperbaiki. Terparah di tiga Satuan Pemukiman (SP) yakni SP 4, SP 3, dan SP 5.
Bahkan saat ini sudah menyerupai kolam bubur. Berlumpur, licin, dan berlubang. Lubangnya tak tanggung tanggung, akan tetapi nyaris 30-60 centi meter dengan lebar yang bervariasi.
Tak sedikit kendaraan terjebak di ranjau jalan tersebut. Sedangkan antrian panjang, sudah menjadi makanan rutin sehari hari. Begitupun yang menjadi korban.
Beruntung, belum memakan korban jiwa. Hanya saja, jika dibiarkan terus menerus, tidak menutup kemungkinan jalan tersebut meminta ‘tumbal’.
Kecamatan ini seakan menjadi anak tiri. Minim perhatian. Karena merasa kesal, warga menanam beberapa pohon pisang di tengah jalan. Dengan harapan, pemerintah bisa memberikan perhatian lebih bagi Kecamatan Kaliorang khususnya di tiga SP tersebut.

“Ini rupa jalan poros Kaliorang. Jalannya sangat memperihatinkan sekali. Paling terparah di SP 4, SP 3 dan SP 5 Gunung Banteng,” ujar Supanjen Kades Bangun Jaya.
Warga Jalan Durian itu meminta kejelasan pemerintah terkait perbaikan jalan penghubung dalam antara Kaliorang dan Sangkulirang tersebut.
“Kami mohon info tindak lanjut perbaikan jalan. Infonya sih masuk multiyears.Kami tunggu info tersebut,” kata Panjen.
Untuk mengatasi hal itu, terpaksa warga beberapa SP melakukan gotong royong untuk membeli tanah timbunan. Pasalnya, jika tidak diatasi maka jalan tersebut tak dapat dilewati oleh warga.
“Warga swadaya menimbun sendiri. Karena sudah parah sekali. Tetapi sekarang kembali rusak. Kami hanya berharap bisa diperhatikan,” harapnya. (dy)







