BONTANG – KONI Bontang sepakat dengan opsi perpanjangan kepengurusan KONI Kaltim di bawah pimpinan Zuhdi Yahya. Ketua KONI Bontang Aminullah menyebut pergantian kepengurusan yang mendekati pagelaran PON Papua bisa berdampak. Baik terhadap perencanaan maupun kesiapan atlet.
“Saya setuju untuk kepengurusan ini diperpanjang hingga selesainya PON Papua,” kata Aminullah.
Menurutnya, mekanisme perpanjangan ini dibenarkan secara regulasi. Jika terdapat event keolahragaan terbesar dalam kurun waktu enam bulan yang bakal dihadapi. Durasi perpanjangan pun ialah enam bulan. Diketahui PON Papua telah diputuskan digeser pada November 2021. Sementara kepengurusan KONI Kaltim bakal habis di Mei tahun depan.
“Tidak mungkin ada pergantian karena sisa persiapannya hanya enam bulan,” ucapnya.
Dukungan ini pun mengalir di tingkat pengurus cabang olahraga. Pada tingkat pengurus kota (pengkot) Bontang. Ia menilai tidak layak jika musyawarah provinsi tetap digelar.
“Persiapan akan terganggu. Termasuk menyangkut anggaran berangkat ke venue atau kesiapan bertanding,” sebutnya.
Regulasi ini pun berlaku jika menghadapi porprov dalam waktu sama. Artinya pertanggungjawaban dapat dilakukan setelah kejuaraan selesai. Sebelumnya dukungan serupa juga disuarakan oleh KONI Kukar atau pengurus cabor di tingkat provinsi maupun daerah. (*/ak/kpg)







