• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Kaltim

Korban Penyiksaan Ayah Tiri, Makam Hasan Dibongkar 

by BontangPost
7 Januari 2018, 11:31
in Kaltim
Reading Time: 2 mins read
0
GALI KUBUR: Makam korban penganiayaan ayah tiri hingga tewas, Hasan, dibongkar untuk mendapatkan informasi terkait kasus ini, Sabtu (6/1) kemarin.KUMPULKAN SAMPEL: Tim dokter dari RS AW Syahranie dilibatkan untuk memeriksa jenazah Hasan. (MUBIN/METRO SAMARINDA)

GALI KUBUR: Makam korban penganiayaan ayah tiri hingga tewas, Hasan, dibongkar untuk mendapatkan informasi terkait kasus ini, Sabtu (6/1) kemarin.KUMPULKAN SAMPEL: Tim dokter dari RS AW Syahranie dilibatkan untuk memeriksa jenazah Hasan. (MUBIN/METRO SAMARINDA)

Share on FacebookShare on Twitter

SAMARINDA – Polsek Sungai Kunjang Samarinda membongkar makam Hasanuddin (10), korban penyiksaan ayah tiri yang berujung kematian. Makam yang berada di TPU Muslimin Gang Raudah, Jalan RE Martadina Teluk Lerong Ilir Samarinda Ulu dibongkar Sabtu (6/1) untuk mendapatkan bukti baru penganiayaan.

Sepuluh petugas kepolisian tampak mengawal proses pembongkaran yang dimulai sekira pukul 09.00 Wita. Secara bergantian, enam orang petugas penggali kubur menggali makam bocah yang karib dipanggil Hasan tersebut.

Pembongkaran terbilang mudah, karena struktur tanah yang tidak terlalu keras. Mengingat karena jenazah Hasan baru dikubur delapan hari yang lalu. Sayangnya, sekira pukul 10.30 Wita ketika papan kayu penutup jenazah dibuka, aparat kepolisian meminta awak media untuk pergi.

Satu setengah jam penggalian, tim dokter yang berjumlah 14 orang dari RSUD AW Syahranie mengambil sejumlah sampel. Salah satu sampel yang diambil adalah tanah yang menempel di atas papan kayu penutup jenazah.

Baca Juga:  Peredaran Narkoba di Samarinda Semakin Mengkhawatirkan

Selama tiga jam pemeriksaan mayat dilakukan, barulah pengambilan bukti usai. “Ada sebagian jaringan yang kami ambil untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar dr Daniel Umar, pimpinan tim dokter.

Namun dia tidak menjelaskan jaringan tubuh mayat yang diambil. Saat disinggung soal hasil pemeriksaan, Daniel belum bisa berkomentar banyak. Dalam hal ini, dia menyerahkan kepada penyidik untuk memberikan keterangan lebih lanjut. “Kami belum bisa menyampaikan hasilnya,” tambah dia.

Pembongkaran makam Hasan ini turut disaksikan pihak keluarga. Pengasuh yang juga bibi Hasan, Dewi Destari mengaku tidak keberatan dengan pembongkaran tersebut. Dia berharap dengan adanya pembongkaran ini, penyidik mendapat bukti baru untuk menjerat pelaku penganiayaan yakni Rahmad.

Baca Juga:  Kejati Bantah Keluarkan Rekomendasi Terkait Pengawasan Pembangunan Proyek Masjid di Kinibalu 

“Saya minta pelaku dihukum seberat-beratnya sebagaimana dia menghabisi nyawa anak saya,” katanya sambil menyeka air mata.

Tersangka Rahmad merupakan ayah tiri korban. Rahmad ditetapkan tersangka akibat menganiaya Hasan dengan mengurungnya berhari-hari tanpa makanan. Sedangkan ibu kandung korban yakni Risnawati turut ditahan dan menjadi tersangka karena dianggap melakukan pembiaran penyiksaan Hasan.

Kepada media ini, Dewi membantah bila penganiayaan terhadap Hasan yang dilakukan Rahmad karena kenakalan korban. Karena selama bersama Dewi, Hasan terbilang anak yang penurut. Dia mengaku sering membawa anak yang baru duduk di kelas lima SD itu ke majelis taklim.

“Saya bawa Hasan Kalau selawatan dan pengajian. Dia tidak nakal, anaknya baik. Jadi kalau Rahmad mengatakan Hasan itu anak nakal, dia bohong,” ungkap Dewi.

Baca Juga:  Gubernur Janji Amankan Anggaran Pilgub

Sebelumnya diberitakan, Kamis (28/12) siang, Hasan tewas di kamar berukuran 3×3 meter. Tangannya terikat, mulut dilakban. Tubuhnya penuh lebam bekas pukulan. Bocah yang biasa ceria itu akhirnya mengembuskan napas terakhir karena disiksa ayah tirinya, Rahmat.

Rahmat yang tahu bahwa Hasan tewas langsung mencari alibi. Dia tak ingin kelakuannya dicium orang lain. Rahmat membuat skenario. Suami ketiga Risna yang menikah secara siri itu berpura-pura meminta bantuan ke tetangga. Dia mengatakan Hasan meninggal karena asma. Namun, aksinya ketahuan juga. (*/um/luk)

Tags: Metro SamarindapembunuhanPenyiksaan
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Unggul di Bursa Cawagub

Next Post

Psikolog Dampingi Saudara Kembar

Related Posts

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin
Kriminal

Cek Kebun Bersama Anak, Pria di Muara Badak Tewas setelah Pergoki Orang Panen Sawit Tanpa Izin

19 Oktober 2026, 08:26
Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap
Bontang

Mayat Pegawai Disimpan di Freezer, Dua Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditangkap

30 Maret 2026, 09:53
Penikaman di Samarinda, Tersangka Dibekuk di TKP
Kriminal

Penikaman di Samarinda, Tersangka Dibekuk di TKP

5 Januari 2026, 20:56
Ibu Muda dan Balitanya Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Rumahnya
Kriminal

BREAKING NEWS! Pria Paruh Baya Diduga Ditembak di Depan Kantor Pos Balikpapan

13 Desember 2025, 16:13
Rebutan Cewek Berujung Maut, Pemuda di Banjarmasin Tewas Ditikam
Kriminal

Rebutan Cewek Berujung Maut, Pemuda di Banjarmasin Tewas Ditikam

24 September 2025, 20:55
Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu
Kriminal

Pembantaian 5 Anggota Keluarga di Indramayu, Dipicu Uang Sewa Mobil Rp750 Ribu

10 September 2025, 13:08

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.