bontangpost.id – Tiga nelayan Berbas Pantai berhasil melewati maut usai terombang-ambing di perairan Kutai Timur.
Musibah tersebut menimpa Ambo Dalle (41), Levi (16), dan Darman (45). Ketiganya merupakan warga RT 19, Jalan Bunaken, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan.
Kepada redaksi bontangpost.id, Kurnia (35) yang merupakan istri Ambo mengungkapkan bahwa kejadian itu terjadi pada Kamis (12/10/2023) pukul 03.00 dini hari.
Kejadian itu bermula saat suami Ambo, dan anaknya bernama Levi serta Darman yang merupakan iparnya sedang tertidur di kapal. Salah satu dari mereka ada yang terbangun lantaran mendengar suara deburan ombak.
Alangkah terkejutnya, salah satu dari mereka menyadari kapal tanker muatan batu bara tepat berada di belakang kapalnya. Seketika ia langsung membangunkan anak dan juga Darman. Lalu Ambo bergegas menuju kemudi kapal dengan niatan mengubah posisi kapal agar tidak ditabrak.
Belum sempat bersiap mencari alat penyelamat diri. Levi dan Darman langsung terlempar ke lautan lantaran kapal tanker lebih dulu menabrak bagian belakang kapal tempat mereka berada.
Sedangkan Ambo masih berada di moncong kapal. Sehingga ia sempat mengambil boks ikan untuk dijadikan pelampung saat terombang-ambing di laut.
Baca juga; Nelayan Bontang Terombang-ambing di Laut, Diduga Ditabrak Kapal Tanker
“Suami saya lihat jelas kalau itu kapal tanker yang ada muatannya. Kalau enggak ada muatannya sudah enggak tahu saya. Pasti kesedot ke dalam mesinnya. Bahkan pas suami saya terombang-ambing kapal tankernya enggak nolongin dan berjalan lurus gitu aja,” jelasnya saat dijumpai di kediamannya, Sabtu (14/10/2023).
Saat di laut, Levi dan Darman sempat berpegangan dengan tali kapal. Sehingga tidak ikut tenggelam. Kemudian, Ambo meraih keduanya untuk berpegangan di boks ikan atau kerap disebut rumpon ikan.
Kata Kurnia, suami, anak, dan iparnya bukan terombang-ambil lima jam. Melainkan 31 jam. Sebab, tiga orang tersebut berhasil diselamatkan pada Jumat (13/10/2023) sekira pukul 10.00. Lalu, ketiganya tiba di rumah tepat saat azan Magrib.
Untuk bertahan hidup, Ambo, Levi dan Darman meminum air laut dan mengambil ikan tangkapannya yang mengapung lalu dijemur dan dimakan.
“Itupun diselamatkan nelayan lain setelah anak saya (Levi) memanggil nama nelayan itu tiga kali. Kebetulan pas nelayan itu lewat. Kalau enggak gitu enggak tahu lagi sudah saya,” ucapnya pasrah.
Hari ini, Ambo ditemani 10 rekannya menggunakan lima kapal untuk kembali ke lokasi tempat kapalnya tenggelam. Yakni di perairan Kutai Timur. Atas musibah tersebut, total kerugian materil yang dialami Ambo ialah Rp120.000.000.
“Paling tiba di rumah sore nanti. Soalnya kan suami saya narik kapalnya yang tenggelam. Mana tahu masih ada yang bisa di selamatkan. Dan narik kapal yang tenggelam itu berat. Jadi butuh waktu,” bebernya. (*)
Catatan Redaksi: Judul berita ini telah diganti, setelah menerima update terbaru. Dari sebelumnya tertulis “Lima Jam” menjadi “31 Jam”. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.







