BONTANG – Pulau Beras Basah yang terlihat kumuh, membuat Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Bontang mencoba melakukan penataan. Hal ini dilakukan melalui kerja bakti bersih-bersih sampah dan menggelar sosialisasi ke para pedagang di Pulau Beras Basah, Kamis (16/2) kemarin.
Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Disporapar Bontang, Bambang Cipto Mulyono menyampaikan, ia berharap para pedagang bisa bekerja sama untuk menata pulau ini. Pasalnya, melihat kondisi pulau tersebut seperti sekarang ini, tentunya wisatawan yang berkunjung dari luar Bontang enggan kembali ke pulau ini bila datang ke sini. Maka dari itu, ia pun berharap para pedagang di pulau ini dapat bekerja sama membongkar tiang-tiang tenda dan toilet-toilet yang terlihat kumuh guna memperindah pulau tersebut.
“Meskipun tenda-tenda dibongkar, Para pedagang bisa tetap mencari pendapatan dengan menyewakan tikar,” jelasnya.
Bambang menjelaskan, terkait hal ini ia pun mengatakan demi menjaga kebersihan pulau. Pihaknya menggelar kerja bakti bersih-bersih sampah kemarin. Dengan harapan, pulau ini tetap menjadi ikon Bontang di tengah dilematis yang terjadi pada pulau ini. Kendati demikian, diharapkan pulau ini tetap terlihat bersih. Sebagaimana harapan wali Kota Bontang saat ini, untuk tetap menjaga dan memperhatikan kebersihan lingkungan di Pulau Beras Basah.
“Terkait penataan ini, kami akan menyurat ke para pedagang ini lebih dulu. Setelah itu baru kami tinjau lagi bersama pihak ataupun dinas terkait nantinya,” tuturnya.
Sementara itu, Lurah Tanjung Laut Indah, Rosianton Herlambang mengungkapkan, prinsipnya memang Pulau ini bukan termasuk wilayahnya. Namun melihat kegiatan ini adalah kerja bakti dan mengingat yang bekerja di Pelabuhan Tanjung Laut adalah warganya, khususnya Asosiasi Penyedia Jasa Transportasi Wisata Laut (APJTWL), sehingga pihaknya pun turut serta dalam kegiatan ini.
Dia pun menambahkan, dalam menciptakan kebersihan pulau tersebut, nantinya ia pun akan mengimbau warga, khsusunya APJTWL untuk menyediakan kantong sampah kepada pengunjung. Atau bisa juga para anggota asosiasi mengimbau ke wisatawan, untuk membawa keresek masing-masing guna menyimpan sampah di pulau tersebut, dan membawanya kembali untuk bisa dibuang.
“Di wilayah kami tersedia bak sampah di dekat pelabuhan, yang mana nantinya berguna bagi wisatawan yang membawa keresek berisi sampah-sampah,” katanya.
Sementara itu, salah seorang pedagang Jiha Nurdin mengaku, tempat sampah di pulau ini memang sangat kurang. Ini pun hanya ada beberapa saja dari bantuan perusahaan. Karena tempat sampah bantuan dari Pemkot Bontang selama ini sudah lama rusak. Sedangkan terkait penertiban tersebut, ia sebenarnya setuju saja, namun ia tidak bisa memutuskan hal tersebut dalam membongkar yang dianggap kumuh, karena ketua mereka tidak berada di pulau tersebut.
“Semua keputusan ada ditangan Pellong (ketua pedagang di Pulau Beras Basah, Red), kalau kami hanya mengikuti saja,” paparnya. (ver)






