bontangpost.id – Banjir yang merendam wilayah RT 44, Kelurahan Gunung Elai, Bontang Utara membuat para petani sayuran ketar-ketir. Pasalnya, air turut membanjiri lahan pertanian mereka.
Seperti yang dilakukan Norma, salah seorang warga. Ia harus mengeluarkan air dari lahannya dan membuangnya ke saluran terdekat.
“Kami pakai pompa, setidaknya banjir di lahan dapat sedikit berkurang,” katanya, Jumat (19/7/2024).
Ia mengungkapkan, usia panen sawi yang ditanamnya sisa sepekan lagi. Bila air yang menggenang terlalu banyak, bukan tidak mungkin adanya ancaman gagal panen.
Akhirnya, lahan sepanjang 30 meter yang terendam banjir itu ia ditangani. Terutama untuk meminimalisasi kerugian.
“Ini lagi banyak sawinya. Kalau gagal panen, potensi kerugiannya mencapai Rp10 juta,” ungkap dia.
Sementara menurut pantauan redaksi Bontang Post, lahan di sekitar Jalan Brokoli ikut terendam banjir.

Meski begitu, ada petani yang tetap panen bayam di tengah tingginya banjir. Kotak steroform diikatkan dengan tali di pinggang untuk menaruh hasil panen.
“Dari jam 8 saya turun. Semoga air cepat surut,” sebut pria yang enggan disebut namanya itu. (*)







