• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial

Lakukan Outbreak Response Immunization Selektif

by M Zulfikar Akbar
2 Februari 2018, 07:45
in Advertorial
Reading Time: 2 mins read
0
BERI PENGETAHUAN: Suasana di salah satu ruang kelas ketika para orang tua murid mendengarkan sosialisasi difteri dari Diskes-KB. ( Foto : RERA ANNORISTA/BONTANG POST )

BERI PENGETAHUAN: Suasana di salah satu ruang kelas ketika para orang tua murid mendengarkan sosialisasi difteri dari Diskes-KB. ( Foto : RERA ANNORISTA/BONTANG POST )

Share on FacebookShare on Twitter

BONTANG – Terdeteksinya penderita difteri pada salah seorang murid di salah satu sekolah dasar di Kota Bontang, mengharuskan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) bergegas menggelar sosialisasi kepada orang tua serta pengajar di sekolah tersebut, Kamis (1/2).

Difteri merupakan penyakit infeksi dari bakteri Corynebacterium Diphtheria Toksigenik yang menyerang selaput lendir hidung dan tenggorokan, kadang dapat mempengaruhi kulit. Difteri pun menular dan dapat mematikan dengan masa inkubasi 2-5 hari.

Untuk itu, Diskes-KB bersama Puskesmas Bontang Selatan I mengambil tindakan cepat dengan menyurvei sekolah tersebut, melaksanakan penyelidikan epidemiologi atau kegiatan penelitian atau survei untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh agar mendapatkan data klien kontak dengan siapa saja selama proses belajar berlangsung.

Adapun kegiatan selanjutnya selain penyelidikan epidemiologi adalah sosialisasi kepada orang tua murid yang merupakan murid sekelas atau kontak dengan pasien suspek. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang difteri serta tindakan pencegahan bagi anak-anak dan guru kontak langsung dengan pasien.

Tindakan mencegahan berupa pemberian erythromycin kepada orang-orang yang terpapar langsung atau melakukan kontak dengan penderita (teman sekelas, teman ngaji, pengajar, serta cleaning services, red.). Hal ini bertujuan untuk memutus rantai penyebaran dan penularan penyakit.

Sementara, pemberian dosis obat Erytromicin untuk anak-anak sampai 20 kg (berat badan) terhitung 30-50 mg/kg berat badan per hari dibagi dalam jumlah yang sama tiap 6 jam. Pun bagi dewasa dan anak-anak diatas 20 kg meminum 1 kapsul,250 tiap 6 jam atau 1 kaplet ERITROMISIN®c 500 tiap 12 jam (sebaiknya sesudah makan).

“Untuk sementara, kami berikan obat dulu untuk dikonsumsi selama seminggu. Segera kami akan berikan vaksinasi kepada seluruh penghuni sekolah untuk mengurangi kegelisahan penularan bakteri difteri,” ucap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P3) Diskes-KB, Diana Nurhayati, SKM, MM.

Ciri-ciri difteri yakni gejala demam, kadang tidak tinggi (tidak lebih dari 39ºC), sakit menelan, kadang muncul suara ngorok saat bernapas, kelenjar getah bening di leher membesar atau bengkak (bullneck), badan lemas, pusing, tenggorokan dan amandel tertutup membrane berwarna abu-abu.

Penularan dapat terjadi karena menghirup cairan dari mulut (droplet) atau hidung orang, benda seperti mainan yang terinfeksi bakteri, kontak dengan luka terbuka (luka kulit), pakaian atau tempat tidur penderita. Komplikasi akibat penyakit ini juga dapat menyebabkan gagal napas, gagal jantung, kelumpuhan, hingga kematian.

Ia mengimbau kepada orang tua, maupun warga Bontang untuk pencegahan penyebaran bakteri dengan melakukan imunisasi dan vaksinasi, menjaga kebersihan, meningkatkan imunitas, mengatur pola makan, melakukan gaya hidup sehat, menghindari penderita difteri, serta menggunakan masker saat berpergian, serta memperhatikan setiap perilaku anak.

Terkait rencana imunisasi pada beberapa lokasi khusus (lokus) pada 5 Februari mendatang, berdasarkan hasil rapat dan tren kasus yang bertambah sepekan ini, maka diputuskan akan dilakukan Outbreak Response Immunization (ORI). “Diskes-KB bersama seluruh puskesmas yang ada di Kota Bontang, harus segera memberikan imunisasi kepada anak-anak kita. Mengingat dalam sepekan penderita difteri terus bertambah,” tambah dia.

Ia pun memastikan jika penyebab penyebaran difteri di Kota Bontang berasal dari bakteri bawaan dari luar kota (Balikpapan, Samarinda, Kutai Timur, bahkan luar jawa) yang memiliki kasus serupa dan bukan dari penyebaran kasus yang ditemukan di Bontang. (ra/adv)

ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Rekor Sempurna MU Rusak Dalam 11 Detik

Next Post

Cara Kopi ‘Membangunkan’ Tubuhmu

Related Posts

Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran
Bontang

Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

28 Oktober 2026, 19:46
Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak
Bontang

Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

28 Oktober 2026, 19:14
Lindungi Data Pribadi Warga, Pemkot Bontang Perkuat Keamanan Siber
Bontang

Lindungi Data Pribadi Warga, Pemkot Bontang Perkuat Keamanan Siber

28 Oktober 2026, 15:40
Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan
Bontang

Kebakaran Berulang di Bontang Lestari, Petugas Waspadai Titik Api Susulan

28 Oktober 2026, 15:08
Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya
Nasional

Langit Oranye Selimuti Palangka Raya, Warga Bertaruh Nyawa di Tengah Asap Berbahaya

28 Oktober 2026, 14:52
Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa
Bontang

Kejari Bontang Dalami Dugaan Kredit Fiktif BPR, Empat Saksi Diperiksa

28 Oktober 2026, 13:43

Terpopuler

  • Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    Kabar Jasad Bayi Ditukar Bantal Gegerkan Warga Bontang, Polisi Lakukan Penelusuran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jalan yang Dibangun dengan APBD Rp13 Miliar Ditutup Seng, Warga Kampung Gotong Royong Bontang Terdampak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengakuan Pimpinan Ponpes di Bontang Selatan Terkait Laporan Pelecehan Seksual; Mencuat Sejak 2024, Korban Trauma Berat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fogging Berbayar Muncul di Bontang, Warga Ditagih Rp50 Ribu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Selidiki Dugaan Kekerasan Seksual di Ponpes Bontang, Korban Disebut Lebih dari Lima Orang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.