• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Advertorial DPRD Bontang

Legislator Kritik Rencana Penerapan PPN untuk Pendidikan, Kesehatan, dan Sembako

by Fitri Wahyuningsih
14 Juni 2021, 19:20
in DPRD Bontang
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

bontangpost.id – Sejumlah legislator di Bontang Lestari mengkritik rencana pemerintah pusat menjadikan pendidikan dan sembako sebagai objek Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Ada yang mengatakan rencana ini sangat konyol, dan mestinya tidak perlu dibahas lagi.

Seperti diungkapkan Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam. Dia bilang, sangat tidak etis bagi pemerintah menetapkan objek ini sebagai sasaran pajak. Terlebih bagi dunia pendidikan, yang memang adalah hak mendasar setiap warga negara. Bukannya ditarik pajak, mestinya pemerintah menyediakan pendidikan yang berkualitas, dan gratis kepada seluruh warga negara.

Konsekuensi logis dari penerapan PPN untuk pendidikan, lanjutnya, akan meningkatkan biaya pendidikan. Tentu ini sangat memberatkan. Terlebih kondisi finansial sebagian besar warga masih belum sepenuhnya stabil akibat pandemi Covid-19 yang terus berkepanjangan. Selain itu, kebijakan ini juga berpotensi membuat angka putus sekolah di Indonesia ikut tergerek.

Baca Juga:  Atap Bocor Bikin Server Rusak, Pemkot Bontang Ditaksir Merugi Rp5,5 Miliar

“Ini memang masih draf. Tapi sangat konyol. Kondisi rakyat masih susah begini masa mau dibebankan dengan pajak lagi,” tegas Andi Faizal ketika ditemui bontangpost.id di kantornya, Jalan Moh Roem, Bontang Lestari, Bontang Selatan, Senin (14/6/2021) siang.

Tak hanya pendidikan, pemerintah juga berencana menetapkan sembako sebagai objek PPN. Ada 11 yang rencana diberi pajak. Di antaranya; beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Ini pun tak lepas dari kritik Andi Faizal. Dia bilang, ini juga tak masuk akal. Pemerintah tahu bahwa sehari-harinya ini adalah kebutuhan masyarakat Indonesia. Di masa berat ini, bukannya menambah beban, mestinya pemerintah memberikan relaksasi. Seperti keringanan pajak, bantuan yang langsung menyasar rakyat.

Baca Juga:  DPRD Bontang Dorong Honorer Administrasi Jadi Outsourcing

“Sembako ini kebutuhan seluruh rakyat. Kok dipajakin, mikirnya di mana. Saya enggak ngerti. Bagaimana nasibnya nanti rakyat hidupnya lagi susah,” tegasnya.

Politikus Golkar ini dengan tegas menolak rencana pemerintah menetapkan PPN untuk ketiga objek itu. Sebabnya dia berharap agar pembahasan tidak perlu dilanjutkan lagi. Lebih baik disetop. Agar warga bisa tenang, dan tidak lagi dihantui bayang-bayang hidup yang semakin berat akibat pajak yang harus dibayar.

“Tidak perlu lagi dilanjutkan ini,” tegasnya.

Terpisah diungkapkan Wakil Ketua DPRD Bontang Agus Haris. Dia bilang, mengemukanya rencana ini hanya menunjukkan kebingungan negara mencari sumber uang segar. Entah karena defisit anggaran, atau tanggungan hutang negara yang kian membengkak. Namun disayangkan, kesalahan tata kelola negara justru menjadikan warga sebagai korbannya.

Baca Juga:  Kerap Terima Laporan, Faisal Ingatkan Nelayan Setop Bom Ikan

“Ada yang salah dalam cara bernegara kalau begini. Mestinya negara memikirkan rakyatnya, ini malah sebaliknya,” kata dia.

Dia menegaskan, untuk alasan apapun, pendidikan dan sembako tidak layak diterapkan PPN. Masih banyak dari negara ini yang bisa dijadikan sumber pendapatan. Indonesia kaya sumber daya alam. Itu masih jadi daya jual utama. Bukannya membebankan semua ke rakyat.

“Nalar saya tidak bisa terima. Rencana ini sangat konyol. Sudah di luar nalar,” tegasnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: dprd bontang
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

11 Bulan Saling Kenal, Rizki Billar Lamar Lesti Kejora

Next Post

Pembantai Anak dan Istri di Bengalon Juga Bacok Imam Masjid

Related Posts

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans
Bontang

Rusunawa Api-Api Bontang Perlu Fasilitas Kesehatan dan Kendaraan Ambulans

3 September 2025, 12:30
Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Bontang Minta Penghuni Rusunawa Jaga Kebersihan

29 Agustus 2025, 15:00
DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD
DPRD Bontang

DPRD Bontang Bakal Panggil Sekolah dan Disdik Soal Dugaan Kekerasan Guru SD

29 Agustus 2025, 11:53
Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026
DPRD Bontang

Komisi C DPRD Dorong Lanjutan Pembangunan Jalan Gotong Royong di 2026

29 Agustus 2025, 11:00
Proyek SDN 007 Bontang Utara Jadi Sorotan DPRD, Terlambat Lelang Dikhawatirkan Molor
DPRD Bontang

Komisi A DPRD Bontang Usul Operasi Timbang Serentak Dilaksanakan Berkala

29 Agustus 2025, 10:00
DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak
DPRD Bontang

DPRD Bontang Geram, Ornamen Kota di Simpang Ramayana Belum Satu Tahun Sudah Rusak

29 Agustus 2025, 08:00

Terpopuler

  • Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    Sekolah Swasta Bontang Tolak Penambahan Kelas di SMA 1 dan 2, Guru Terancam Menganggur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Wanita Bontang Ditipu Pria Ngaku Pengusaha Tambang, Modus Bergaya Sultan Rugikan Rp1,1 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • RSUD Bontang Tambah Layanan Urologi, Pasien Tak Perlu Dirujuk ke Luar Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Modus Bujuk Rayu hingga Pemaksaan, Residivis Pelecehan Anak di Bontang Utara Akui Ada 4 Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polisi Ringkus Perempuan di Jalan Parikesit Bontang, Sabu Disembunyikan dalam Dompet

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.