• Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak
Bontang Post
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE
No Result
View All Result
Bontang Post
No Result
View All Result
Home Nasional

Lima Hari Pascabanjir Sulsel, Jenazah Ibu-Bayi Ditemukan, Tertimbun Sambil Berpelukan

by M Zulfikar Akbar
28 Januari 2019, 11:30
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
0
Share on FacebookShare on Twitter

KORBAN meninggal akibat bencana banjir dan tanah longsor di Gowa, memang terbanyak di Dusun Pattiro, Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju. Puluhan orang tertimbun.

Saat korban dievakuasi, ditemukan seorang ibu terbaring kaku, sedang memeluk erat anaknya yang baru berusia 10 bulan. Sukma Daeng Caya (45) dan Ariska. Tertimbun longsoran sedalam enam meter.

Keduanya tertimbun pada Selasa siang, 22 Januari dan baru bisa ditemukan lima hari setelahnya, Sabtu sore, 26 Januari. Dengan bantuan alat berat.

Mertua Sukma, Bida (55), ikut menyaksikan. Bida berdiri tak jauh dari kerumunan warga. Ia tampak tak lagi bisa menggerakkan tubuhnya. Air matanya terus berderai.

Bagi Bida, tragedi ini sungguh sangat menyayat hati. Sungguh sangat memilukan hidupnya. Bukan hanya karena Sukma dan Ariska yang tewas dan rumahnya yang hancur.

Baca Juga:  Korban Banjir Sulsel Jadi 59 Orang

Tetapi, juga karena di dalam rumah itu, ada kakak Ariska, Ana yang baru berusia 11 tahun, juga ikut menjadi korban. Ditambah lagi dua cucunya, buah hati dari anak kandungnya, Lina (30), yaitu Sri Wahyuni (11) dan Ulfa (2), juga ikut menjadi korban siang itu.

Begitu pula dengan Lina. Ia tewas tertimpa longsor. Itu belum, seorang cucunya dari Dg Jarung bernama Nurkifayah (20) yang kebetulan bermalam di rumahnya sebelum musibah itu terjadi.

Gadis yang masih kuliah di salah satu perguruan tinggi di Makassar itu, ternyata ikut tewas. Bersama Asni (35), anak kandungnya hingga tersisa hanya seorang saja yang selamat, Tekka, anak laki-lakinya, suami Sukma.

Baca Juga:  Banjir Sulsel, Korban Meninggal Jadi 68 Orang

“Oh, Tuhan… Tidak tahan ka. Delapan orang di rumahku semuanya meninggal. Cucu-cucuku kodong,” ucap Bida.

Setelah merasa sudah cukup tenang, Bida pun menceritakan, saat kejadian ia tak ada di rumah. Dia di kebunnya. Ia meninggalkan rumah sejak pagi sebelum peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 11.00.

Jaraknya satu kilometer dari rumah. Saat berangkat itulah di rumah ada cucu-cucunya bersama anak dan mantunya.

“Setelah kejadian ada orang yang mencari saya dan mengatakan, rumah saya kena longsor. Saya pun berlari seakan tak percaya,” kisahnya sambil berusaha mendekat ke arah jenazah cucu dan mantunya.

Suami Sukma, Tekka, pun muncul. Wajahnya pucat. Tanpa tenaga. Dipapah dua kerabatnya menuju posko induk. Dia diantar untuk memastikan jenazah itu adalah anak dan istrinya.

Baca Juga:  Banjir Sulsel, 100 Warga Hilang , 31 Korban Tewas

Usai melihat, mulutnya terkunci. Tatapannya kosong. Menghela napas, lalu oleng. Tubuhnya dipapah menjauh dari lokasi penemuan mayat. Ke rumah tetangga yang lolos dari bencana.

“Itu pakaian istri saya,” kata Tekka baru bisa mengeluarkan kalimat.

Saat longsor, ia ada di lokasi. Ia ada di sekitar rumahnya memperbaiki selokan. Namun, tak sempat lagi masuk ke rumah untuk menyelamatkan anak dan istrinya. Panik ia hanya bisa berlari. (*/rif-zuk/jpg)

Print Friendly, PDF & Email
Tags: banjir sulsel
ShareTweetSendShare

Bergabung dengan WhatsApp Grup Bontang Post untuk mendapatkan informasi terbaru: Klik di Sini. Simak berita menarik bontangpost.id lainnya di Google News.

Ikuti berita-berita terkini dari bontangpost.id dengan mengetuk suka di halaman Facebook kami berikut ini:


Previous Post

Banjir Sulsel, Korban Meninggal Jadi 68 Orang

Next Post

Dewan Pers Tunggu Penanggung Jawab Tabloid Indonesia Barokah

Related Posts

Banjir Sulsel, Korban Meninggal Jadi 68 Orang
Nasional

Banjir Sulsel, Korban Meninggal Jadi 68 Orang

28 Januari 2019, 11:00
Korban Banjir Sulsel Jadi 59 Orang
Nasional

Korban Banjir Sulsel Jadi 59 Orang

26 Januari 2019, 19:30
Banjir Sulsel, 100 Warga Hilang , 31 Korban Tewas
Nasional

Banjir Sulsel, 100 Warga Hilang , 31 Korban Tewas

24 Januari 2019, 15:30

Terpopuler

  • Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    Investasi Bodong Rugikan Rp18 Miliar, Istri Anggota DPRD Bontang Ikut Jadi Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Didominasi Perempuan, Wali Kota Bontang Lantik Camat dan 10 Lurah Baru

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Tagih Uang di Toko Emas Berebas Tengah Bontang, Dugaan Investasi Bodong Mencuat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkot Bontang Gelar Mutasi Besok, Nama Pejabat Masih Dirahasiakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demo 21 April Kaltim, Massa Desak Audit Pemprov dan Hentikan KKN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Kategori

Arsip

  • Indeks Berita
  • Redaksi
  • Mitra
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber
  • Pedoman Pemberitaan Ramah Anak
  • Kontak

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Bontang
  • Kaltim
  • Nasional
  • Advertorial
    • Advertorial
    • Pemkot Bontang
    • DPRD Bontang
  • Ragam
    • Infografis
    • Internasional
    • Olahraga
    • Feature
    • Resep
    • Lensa
  • LIVE

© 2020 Bontangpost.id - Developed by Vision Web Development.