SANGATTA – Kebakaran kembali membara di Kecamatan Sangatta Utara. Kali ini, si jago merah melahap lima rumah sekaligus kurang dari satu jam. Kejadian tersebut bertempat di Gang Cendana RT 08 Jalan Tongkonan Rannu, Kecamatan Sangatta Utara, kemarin (17/7) pukul 09.30 Wita.
Rumah Fadliansyah (43), salah satu warga yang rumahnya ikut dilahap api menyebut tidak ada satu pun barang berharga yang bisa diselamatkan. Kepada Sangatta Post, dia juga menceritakan awal mula kebakaran ini diketahui.
“Rumah ini bentuknya barakan dengan lima pintu. Saya penghuni rumah ke dua. Pagi tadi saya sedang perbaiki aki, kemudian di rumah sebelah saya lihat asap mengepul, saat mau didobrak, ternyata api sudah menyebar, kaca saja pecah. Melihat begitu saya mundur,” ujarnya saat diwawancarai di lokasi, Selasa (17/6).
Menurutnya, api itu diduga berasal dari korsleting listrik. Pasalnya tidak ada penghuni yang menetap dari rumah tersebut. Sempat berpenghuni, hanya setelah pindah, penyewa diganti oleh seseorang yang tidak diketahui identitasnya.
“Rumah nomor satu dan lima itu kosong. Yang terisi dua dan tiga saja. Api itu asalnya dari rumah keempat, sebenarnya orangnya sudah pindah. Hanya saja ada temannya yang masih menumpang tidur. Tapi setiap pagi pemuda itu pergi. Kami juga tidak kenal dia siapa,” terangnya.
Lebih lanjut, ia menceritakan sempat melakukan pencegahan ledakan dari tabung gas. Aksi heroiknya dia lakukan dengan mendobrak rumah nomor tiga yang belum terkena api.
“Saya takut tabung meledak, jadi rumah sebelah yang kebetulan penghuninya sedang kerja, saya pukul pintunya dengan palu. Sampai terbuka, saya tarik tabung gas dan lempar ke tempat yang jauh,” tandasnya.
Saat ditemui, pemilik rumah sewaan, Mulyadi warga yang menetap di perumahan G House Swarga Bara, mengaku kaget saat mendapat kabar rumahnya habis tak tersisa. Sehingga dengan kecepatan tinggi, dia sampai di lokasi dan melihat rumah yang dibangunnya telah rata dengan tanah.
“Tempat tinggal saya terbilang jauh dari rumah yang saya sewakan ini. Saat itu saya sedang ke bengkel, kemudian ada telepon bahwa rumah saya habis terbakar. Jadi saya datang, ternyata sudah lenyap,” katanya.
Tempat kejadian yang tak jauh dari sekolahan ini pun menjadi hal yang sangat mengerikan bagi murid dan seluruh civitas akademika. Saat disambangi Sangatta Post, SDN 005 yang jaraknya kurang lebih lima sampai 10 meter dari api tersebut, ternyata menciptakan suasana panik bagi seluruh murid.
Hal itu diungkapkan oleh Syamsuddin, salah seorang guru olahraga di SDN 005 Sangatta Utara. Saat kebakaran terjadi, seluruh murid terpaksa dipulangkan. Pasalnya kondisi sekolah sudah tidak kondusif digunakan belajar.
“Kasihan sekali anak-anak, mereka merasa ketakutan, hingga berlarian keluar kelas. Sampai-sampai mereka banyak yang tak memakai sepatu. Suasana kelas juga sudah dipenuhi asap tebal. Jadi kami memutuskan menyuruh murid pulang. Untuk mengindari supaya tidak sesak napas,” tutupnya. (*/la)







