MUSYAWARAH Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Partai Golkar Kaltim akan menjadi ajang pembuktian diri bagi para kader muda partai Golkar. Salah satunya bagi mantan Ketua DPD Golkar Kutim, Mahyunadi. Pria yang kini menjabat Ketua DPRD Kutim ini akan ikut berkompetisi sebagai salah satu calon Ketua DPD Golkar Kaltim.
Pria yang karib dengan sapaan Yunat ini bahkan blak-blakan mengungkapkan keinginannya mencalonkan diri sebagai Ketua Golkar Kaltim pada musdalub bulan April mendatang. Ia mangaku, merasa terpanggil untuk membenahi dan memajukan Golkar Kaltim. Terutama pasca Golkar mengalami kekosongan kursi kepemimpinan.
Namun untuk memenangkan kursi orang nomor satu di partai berlambang beringin itu, Mahyunadi enggan membentuk tim. Dia memilih mengedepankan upaya komunikasi dan konsolidasi langsung kepada para ketua DPD II Golkar di kabupaten/kota. Termasuk pula ke para ketua sayap partai dan tokoh-tokoh Partai Golkar Kaltim.
“Saya berharap punya kesempatan untuk memimpin Kaltim. Saya sengaja tidak membentuk tim karena saya tidak ingin ada perpecahan. Kalau ada tim, maka ada kubu-kubuan lagi. Bagi saya tugas ketua terpilih nanti untuk menghimpun seluruh kader partai,” katanya.
Meski begitu diakui, walau tidak memiliki tim, bkan lantas tidak membangun komunikasi politik kepada para ketua DPD di setiap kabupaten/kota. Sejak namanya digadang-gadang sebagai salah satu calon ketua, dirinya telah melakukan pendekatan ke ketua DPD II Golkar se-Kaltim. “Ada beberapa yang kelihatannya mendukung pergerakan saya,” ujarnya.
Mahyunadi berkeinginan, pada musdalub mendatang pemilihan ketua bisa dilakukan dengan cara musyawarah mufakat. Hal tersebut penting agar mencegah perpecahan di kubu Golkar. Mengingat saat ini Golkar tengah disibukan dengan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim.
“Kami inginkan kalau bisa tidak ada pemilihan. Semua melalui musyawarah mufakat. Semua ketua DPD II, kader, dan pengurus berembuk saja, siapa yang bisa jadi ketua dan untuk mengisi jabatan penting lainnya,” harapnya.
Lebih lanjut Mahyunadi mengaku, jika dipercaya sebagai lokomotif Golkar Kaltim, dia berkeinginan menjadikan Partai Golkar sebagai partai yang bersih dari kasus tindak pidana korupsi. Partai yang mempunyai integritas yang tinggi dalam mendorong upaya percepatan dan pemerataan pembangunan bagi masyarakat Kaltim.
Di antaranya dengan menekan kegiatan politik yang banyak menghamburkan uang. Karena menurutnya, salah satu penyebab kepala daerah atau anggota legislatif terlibat kasus korupsi karena besarnya biaya atau ongkos politik yang harus mereka keluarkan.
“Saya ingin menciptakan kader partai yang bersih dan bebas korupsi. Saya ingin melakukan kegiatan politik yang tidak terlalu menghamburkan uang. Ke depan, kami akan lebih banyak melakukan kegiatan yang menata masyarakat,” terangnya.
Selain itu baginya, setiap kader partai Golkar harus menjadi kader yang solid dan kompak. Begitupun di antara kader partai, tidak boleh lagi ada kesenjangan politik. Setiap kader partai harus memiliki kesempatan dan peluang yang sama di dalam membangun karir politik.
“Tidak ada lagi kesenjangan sosial di tubuh Partai Golkar. Tidak ada senior yang terlalu senior dan dihormati. Tidak ada junior yang hanya jadi junior dan pesuruh partai. Semuanya merata. Yang tua sekali-sekali memberikan pendapat kepada yang muda. Yang muda selalu meminta arahan pada yang tua,” ungkapnya.
Dengan begitu, partai Golkar akan menjadi partai kokoh dan kuat. Harapannya Golkar menjadi partai yang percaya diri. “Jangan toh gara-gara masalah kecil di nasional dan daerah, semua kader partai mendadak jadi malu. Malu memakai baju kuning kemana-mana. Golkar pasti bisa berbenah diri,” ucapnya.
Target lain yang ingin diwujudkan Yunat yakni menjadikan Golkar sebagai partai pemenang di Pilgub Kaltim 2018. Untuk merealisasikan itu, dirinya siap bekerja semaksimal mungkin serta mendorong agar semua kader partai berani tampil dan bekerja bahu-membahu memenangkan pilgub.
“Tidak boleh ada lagi kader partai yang sembunyi-sembunyi. Apalagi ngomong, ah nanti aku muncul kalau sudah menang aja. Dari sekarang semuanya harus tampil. Dari sekarang harus benar-benar berjuang memenangkan pilgub 2018 ataupun pemilihan legislatif (pileg) 2019,” tegasnya. (drh)







