BONTANGPOST.ID, Samarinda – Pengamanan di kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur diperketat jelang aksi 21 April, Selasa (21/4/2026). Aparat kepolisian melakukan penjagaan berlapis dengan memasang kawat berduri di sejumlah titik strategis.
Akses keluar-masuk ke area kantor gubernur juga dibatasi. Petugas keamanan melakukan penyaringan terhadap setiap orang yang hendak masuk, termasuk wartawan yang ingin melakukan peliputan.
Sekitar pukul 10.49 Wita, sejumlah awak media mencoba memantau situasi di dalam kawasan kantor gubernur di tengah rencana aksi besar oleh Aliansi Masyarakat Kaltim.
Namun, upaya tersebut terhenti di pintu masuk. Petugas keamanan meminta identitas dan keperluan, lalu menolak akses masuk bagi wartawan.
“Dari mana, mas? Dari media ya? Maaf, belum bisa masuk,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Saat ditanya alasan pembatasan, petugas mengaku hanya menjalankan instruksi pimpinan.
“Maaf, kami hanya menjalankan perintah atasan. Untuk detailnya kami kurang tahu,” tambahnya.
Dari luar pagar, aktivitas aparatur sipil negara (ASN) terlihat tetap berjalan normal. Sejumlah pegawai masih lalu lalang, sementara akses pintu dibuka-tutup secara terbatas oleh petugas.
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, memastikan kegiatan pemerintahan tetap berjalan seperti biasa meski ada rencana aksi. (KP)





